{"id":22375,"date":"2023-10-11T09:53:49","date_gmt":"2023-10-11T02:53:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=22375"},"modified":"2023-10-11T09:53:49","modified_gmt":"2023-10-11T02:53:49","slug":"ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/","title":{"rendered":"Ransum Tepung Rumput Laut Untuk Menurunkan Kadar Lemak dan Kolesterol Daging Broiler"},"content":{"rendered":"<h6><b>Oleh : Dr. Ir. Rosdiana Ngitung, M.Si.*<\/b><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Industri perunggasan di Indonesia merupakan salah satu industri yang berkembang pesat saat ini, terutama pada bidang peternakan broiler. Perkembangan usaha ternak ayam di Indonesia khususnya broiler ditunjang oleh peningkatan jumlah penduduk Indonesia serta pendapatan per kapita yang semakin meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022. populasi broiler nasional mencapai 3,17 milyar ekor dengan konsumsi daging ayam rata-rata 10,84 Kg\/kapita\/tahun.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan tanpa sebab apabila industri ini menjadi prioritas utama akan kebutuhan protein hewani bagi manusia sebagai sumber protein hewani yang bermanfaat sebagai zat pembangun. Pasalnya, broiler merupakan salah satu jenis ayam yang sangat efektif untuk menghasilkan daging karena pertumbuhannya yang cepat dan harganya yang terjangkau. Kelebihan dari ayam ini adalah dagingnya empuk, ukuran badan besar, bentuk dada lebar, padat dan berisi, efisiensi terhadap pakan cukup tinggi,&nbsp; dan pertambahan bobot badan sangat cepat.&nbsp;<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun menjadi bahan pangan sumber protein hewani yang populer, nyatanya daging broiler juga memiliki kelemahan. Salah satu kualitas yang menjadi pertimbangan utama dalam mengkonsumsi daging broiler adalah adanya kandungan lemak dan kolesterol yang cukup tinggi. Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan, dalam 100 gram daging ayam mengandung lemak total 25 gram dan kolesterol sebesar 60 gram. Hal ini tentu perlu diwaspadai oleh konsumen. Menurut laporan Nurulmukhlis (2014), tingginya kandungan kolesterol dapat menimbulkan penyakit penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) pada manusia yang akhirnya menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagai upaya untuk mencegah atau mengurangi risiko timbulnya penyakit jantung koroner yang diakibatkan oleh aterosklerosis tentunya dengan menghindari dan mengurangi konsumsi makanan sumber lemak jenuh dan kolesterol. Maka dari itu, industri broiler saat ini dituntut untuk menghasilkan ayam dengan daging yang rendah lemak dan kolesterol karena dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti jantung koroner, aterosklerosis, dan stroke (Saidin, 2000).<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Berangkat dari hal tersebut, penulis melakukan penelitian terkait upaya penurunan kadar lemak dan kolesterol dalam daging broiler. Di samping untuk mendukung tersedianya pangan sumber protein hewani yang lebih sehat dikonsumsi, hal ini juga menjadi upaya untuk menekan biaya produksi bagi para produsen atau peternak ayam. Dikarenakan timbunan lemak dalam tubuh ayam menjadi indikasi bahwa telah terjadi penggunaan pakan yang tidak efisien serta menjadi faktor penurun kualitas karkas yang dihasilkan, karena lemak dianggap sebagai limbah.<\/span><\/h6>\n<h6><b>Rumput laut alga merah<\/b><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara untuk menekan kandungan lemak dan kolesterol daging ayam dapat ditempuh dengan pemberian bahan pakan yang mampu menurunkan kadar lemak dan kolesterol. Bahan pakan yang dapat menekan kadar lemak dan kolesterol adalah dengan memanfaatkan limbah rumput laut (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gracilaria verrucosa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) sebagai aditif dalam pakan broiler.<\/span><\/h6>\n<h6><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gracilaria verrucosa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan salah satu jenis rumput laut di Indonesia yang termasuk dalam kelas alga merah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rhodophyta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), di mana rumput laut ini mengandung serat yang dapat menurunkan kadar lemak dan kolesterol. Serat dalam saluran pencernaan ayam berguna untuk mengikat sebagian besar garam empedu untuk dikeluarkan melalui ekskreta. Karena sebagian besar garam empedu dikeluarkan, maka tubuh perlu mensintesis garam empedu yang berasal dari kolesterol tubuh sehingga lemak dan kolesterol tubuh dapat berkurang (Rumiyani dkk, 2011).<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian ini menggunakan tepung rumput laut yang diperoleh di Dusun Bonto Baru, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Perlakuan yang diberikan yaitu pemberian ransum tanpa penggunaan tepung rumput laut sebagai kontrol, ransum dengan tambahan tepung rumput laut 3%, ransum dengan tambahan tepung rumput laut 5%, ransum dengan tambahan tepung rumput laut 7%. Adapun ransum menggunakan bahan dasar jagung kuning, dedak padi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wheat pollard<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tepung ikan, Poultry Meat Meal (PMM), dan bungkil kedelai.<\/span><\/h6>\n<h6><b>Menurunkan kadar lemak<\/b><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah sewajarnya apabila pertumbuhan broiler yang cepat akan disertai dengan pertumbuhan lemak yang tinggi pula. Pertumbuhan lemak yang tinggi tersebut berimplikasi menimbulkan tingginya kandungan kolesterol pada tubuh broiler, yang kurang disukai oleh konsumen. Berdasarkan hasil analisis kadar lemak daging, perlakuan penggunaan ransum tepung rumput laut 7% memberikan kadar lemak daging yang paling rendah berbeda dengan perlakuan lainnya.&nbsp;<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Rendahnya kadar lemak daging pada broiler yang mendapat perlakuan tepung rumput laut konsentrasi 7% disebabkan adanya penurunan absorpsi asam-asam lemak yang berasal dari ransum. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan rumput laut konsentrasi 7% mampu mengefisienkan penggunaan energi ransum untuk pertumbuhan, sehingga tidak terjadi kelebihan energi yang ditimbun dalam bentuk lemak daging. Pasalnya, ransum yang mengandung serat tinggi akan menurunkan daya cerna zat-zat makanan lainnya dan ransum tersebut tidak dapat dicerna sepenuhnya. Hal ini menyebabkan tembolok menjadi penuh, sehingga jumlah konsumsi ransum menjadi terbatas (Meliandasari, 2013).<\/span><\/h6>\n<h6><b>Tabel 1. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil analisis terhadap kadar lemak<img data-attachment-id=\"22378\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/tabel-1-hasil-analisis-terhadap-kadar-lemak\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Tabel-1.-Hasil-analisis-terhadap-kadar-lemak.png\" data-orig-size=\"745,227\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Tabel 1. Hasil analisis terhadap kadar lemak\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Tabel-1.-Hasil-analisis-terhadap-kadar-lemak.png\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Tabel-1.-Hasil-analisis-terhadap-kadar-lemak.png\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-22378\" src=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Tabel-1.-Hasil-analisis-terhadap-kadar-lemak.png\" alt=\"\" width=\"745\" height=\"227\"><\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam laporannya, Nurulmukhlis dkk. (2014) mengatakan, serat kasar dapat membantu gerak peristaltik usus, mencegah penggumpalan ransum, dan mempercepat laju digesta. Kadar serat kasar yang terlalu tinggi mengakibatkan pencernaan nutrien akan semakin lama dan nilai energi produktifnya semakin rendah. Dalam kata lain, serat kasar yang tinggi akan menyebabkan unggas merasa kenyang, sehingga dapat menurunkan konsumsi karena serat kasar bersifat voluminous.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Serat kasar yang telah dikonsumsi akan mengikat asam empedu ketika sesampainya di saluran pencernaan, sehingga menyebabkan fungsi empedu untuk membantu penyerapan lemak akan terhambat. Selanjutnya, asam empedu yang sudah terikat oleh serat kasar akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk feses, sehingga mengakibatkan penurunan deposisi lemak. Sejalan dengan laporan Mahfudz dkk. (2000) yang mengatakan, serat dapat mengurangi absorpsi lemak, sehingga deposisi lemak ke dalam tubuh ayam dapat ditekan. Ditambah, untuk mencerna serat kasar dibutuhkan energi yang banyak, sehingga ayam tidak memiliki energi yang berlebih untuk disimpan dalam bentuk lemak.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Rumiyani dkk. (2011), manipulasi pakan secara spesifik dapat dilakukan dengan dua pendekatan. Salah satunya adalah pendekatan sistem gastrointestinal, yaitu berusaha agar lemak dan kolesterol yang ada pada tubuh ayam dapat dikeluarkan melalui ekskreta. Karena sebagian besar garam empedu dikeluarkan, maka tubuh perlu mensintesis garam empedu yang berasal dari kolesterol tubuh, sehingga lemak dan kolesterol tubuh dapat berkurang.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Serat kasar merupakan akumulasi dari jumlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dietary fiber <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan fungsional <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fiber<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kandungan serat pada rumput laut jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gracilaria verrucosa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mempunyai kandungan serat yang lebih besar dibandingkan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Caulerpa racemosa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau jenis rumput laut lain. Tingginya serat tersebut dikarenakan tingginya polisakarida pada sel <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gracilaria verrucosa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Serat yang terdapat dalam rumput laut tergolong dalam serat larut air. Serat tersebut bersifat lebih mudah dicerna dibandingkan serat lainnya.<\/span><\/h6>\n<h6><b>Menurunkan kadar kolesterol<\/b><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan hasil riset, penggunaan tepung rumput laut dengan dosis 7% memberikan hasil kadar kolesterol terendah, yakni 71,23 mg\/100 gram. Jika melihat Tabel 2, kadar kolesterol daging broiler memang mengalami penurunan jika ditambahkan ransum tepung rumput laut. Hal ini lantaran, serat kasar pada tepung rumput laut mengeliminasi empedu untuk diekskresikan bersama dengan feses, dengan demikian hati berusaha untuk mensekresikan garam empedu dari hati tergantung pada konsentrasi garam empedu yang terdapat di dalam aliran darah yang melewati hati.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Penyerapan garam empedu dan kolesterol dari saluran pencernaan memang tergantung oleh kandungan serat kasar dalam pakan. Proses penyerapan kolesterol dan garam empedu terganggu dengan adanya serat, maka ekskresi feses yang membawa unsur-unsur empedu juga meningkat. Semakin banyak feses yang dikeluarkan dengan lebih mudah dan teratur, maka kolesterol yang disintesa terutama oleh sel hati, usus halus, kelenjar adrenal dan sel-sel lain yang mempunyai kemampuan menghasilkan kolesterol, akan semakin berkurang juga. Hal ini berarti kolesterol tubuh juga akan berkurang.<\/span><\/h6>\n<h6><b>Tabel 2. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil analisis terhadap kadar kolesterol<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\"><img data-attachment-id=\"22379\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/tabel-2-hasil-analisis-terhadap-kadar-kolesterol\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Tabel-2.-Hasil-analisis-terhadap-kadar-kolesterol.png\" data-orig-size=\"743,235\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Tabel 2. Hasil analisis terhadap kadar kolesterol\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Tabel-2.-Hasil-analisis-terhadap-kadar-kolesterol.png\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Tabel-2.-Hasil-analisis-terhadap-kadar-kolesterol.png\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-22379\" src=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Tabel-2.-Hasil-analisis-terhadap-kadar-kolesterol.png\" alt=\"\" width=\"743\" height=\"235\"><\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, perlu diketahui bahwa kandungan kolesterol juga dipengaruhi oleh tipe kandang. Berdasarkan hasil penelitian Santoso (2002), ayam pedaging yang dipelihara dalam tipe kandang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">litter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mempunyai kesempatan untuk mengkonsumsi serat kasar lebih banyak. Banyaknya konsumsi serat kasar ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya lemak abdomen, lemak hati, dan kolesterol dalam serum pada ayam pedaging yang dipelihara dalam tipe kandang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">litter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><b>*Dosen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar<\/b><\/h6>\n<h6><em><b>Artikel ini merupakan bagian dari rubrik Riset majalah Poultry Indonesia edisi Agustus 2023. Baca selengkapnya pada majalah Poultry Indonesia edisi Agustus 2023. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: 021-62318153 atau sirkulasi@poultryindonesia.com&nbsp;<\/b><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Dr. Ir. Rosdiana Ngitung, M.Si.* Industri perunggasan di Indonesia merupakan salah satu industri yang berkembang pesat saat ini, terutama pada bidang peternakan broiler. Perkembangan usaha ternak ayam di Indonesia khususnya broiler ditunjang oleh peningkatan jumlah penduduk Indonesia serta pendapatan per kapita yang semakin meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":22376,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,11,8],"tags":[606,2173],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ransum Tepung Rumput Laut Untuk Menurunkan Kadar Lemak dan Kolesterol Daging Broiler | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Dr. Ir. Rosdiana Ngitung, M.Si.* Industri perunggasan di Indonesia merupakan salah satu industri yang berkembang pesat saat ini, terutama pada bidang peternakan broiler. Perkembangan usaha ternak ayam di Indonesia khususnya broiler ditunjang oleh peningkatan jumlah penduduk Indonesia serta pendapatan per kapita yang semakin meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-11T02:53:49+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar-1-Gracilaria-verrucosa-termasuk-ke-dalam-golongan-alga-merah-Rhodophyta-Sumber-britannica.com_.png\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar-1-Gracilaria-verrucosa-termasuk-ke-dalam-golongan-alga-merah-Rhodophyta-Sumber-britannica.com_.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar-1-Gracilaria-verrucosa-termasuk-ke-dalam-golongan-alga-merah-Rhodophyta-Sumber-britannica.com_.png\",\"width\":1600,\"height\":1067,\"caption\":\"Sumber ilustrasi : Britannica.com\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/\",\"name\":\"Ransum Tepung Rumput Laut Untuk Menurunkan Kadar Lemak dan Kolesterol Daging Broiler | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-10-11T02:53:49+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-11T02:53:49+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Ransum Tepung Rumput Laut Untuk Menurunkan Kadar Lemak dan Kolesterol Daging Broiler\",\"datePublished\":\"2023-10-11T02:53:49+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-11T02:53:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/#webpage\"},\"wordCount\":1237,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/ransum-tepung-rumput-laut-untuk-menurunkan-kadar-lemak-dan-kolesterol-daging-broiler\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar-1-Gracilaria-verrucosa-termasuk-ke-dalam-golongan-alga-merah-Rhodophyta-Sumber-britannica.com_.png\",\"keywords\":[\"riset\",\"Rumput Laut Merah\"],\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Riset\",\"Ulas Unggas\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar-1-Gracilaria-verrucosa-termasuk-ke-dalam-golongan-alga-merah-Rhodophyta-Sumber-britannica.com_.png","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-5OT","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22375"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22375"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22375\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22381,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22375\/revisions\/22381"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22376"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22375"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22375"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22375"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}