{"id":22483,"date":"2023-10-31T13:23:37","date_gmt":"2023-10-31T06:23:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=22483"},"modified":"2023-10-31T13:23:37","modified_gmt":"2023-10-31T06:23:37","slug":"brooding-maksimal-performa-ayam-optimal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/brooding-maksimal-performa-ayam-optimal\/","title":{"rendered":"Brooding Maksimal, Performa Ayam Optimal"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta<\/strong> &#8211; Brooding merupakan masa pemeliharaan broiler dari DOC sampai lepas pemanas. Masa ini menjadi masa yang krusial dan sering dianggap sebagai pondasi keberhasilan dalam pemeliharaan broiler. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Head of Production BroilerX drh Heru Widyatmoko dalam Indonesia Livestock Club (ILC) Edisi 29 yang mengusung tema \u2018Manajemen Brooding sebagai Pondasi Sukses Budidaya Ayam Broiler\u2019. ILC yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu (21\/10) tersebut juga menghadirkan narasumber penting lain yakni Technical Support Supervisor, Tekad Mandiri Citra (TMC) ujar drh. Armanda Prayugo, M.Biotek.<\/h6>\n<h6>Heru menjelaskan, brooding diibaratkan sebagai pondasi sebuah bangunan, dimana ketika pondasinya kuat maka akan menghasilkan konstruksi yang kokoh. Sehingga apabila mengacu pada analogi tersebut, maka manajemen brooding yang optimal akan menghasilkan performa produksi yang maksimal. Apabila proses brooding kurang optimal, maka tidak akan dapat terkompensasi sepenuhnya pada periode berikutnya.<\/h6>\n<h6>\u201cTujuan brooding adalah untuk memberikan kondisi lingkungan yang nyaman sesuai dengan kebutuhan anak ayam. Dimana pada masa ini anak ayam akan mengalami proses<br \/>\nperbanyakan sel (hyperplasia) yang dilanjutkan dengan proses perkembangan sel (hipertropi) yang terjadi yang sangat cepat pada organ penting. Fase ini tidak dapat terulang, sehingga jika dalam fase ini tidak dapat dimaksimalkan, maka ketika memasuki masa selanjutnya, maka potensi genetik tidak bisa keluar secara optimal,\u201d jelasnya.<\/h6>\n<h6>Heru melanjutkan bahwa indikator feed intake menjadi salah satu target yang<br \/>\nharus tercapai dalam masa brooding. Dimana pencapaian target feed intake terlebih pada<br \/>\nminggu pertama sangat ditentukan oleh kondisi anak ayam di awal mulai mengenal pakan. Untuk itu, peternak perlu memastikan kecukupan dan ketersediaan pakan dan tempat pakan, serta tempat pakan tambahan (Chick Feeder Tray\/Baby Chick Feeder) untuk memudahkan ayam dalam pengenalan pakan. Kemudian setelah 8 jam ayam ditebar, peternak juga harus melakukan Crop Fill Evaluation, dengan target setidaknya 80% tembolok sudah terisi pakan dan air.<\/h6>\n<h6>\u201cSelain feed intake, bobot badan ayam juga harus tercapai saat masa brooding berlangsung. Pasalnya bobot badan menjadi indikator utama, apakah ayam yang dipelihara tumbuh secara optimal atau tidak. Kemudian bobot badan juga berkorelasi dengan perkembangan organ-organ penting pada tubuh, seperti pernafasan, pencernaan dan perkembangan kerangka tulang dan massa otot. Kemudian target yang tak kalah penting harus tercapai adalah angka deplesi yang rendah dengan standar 0,1% \/ hari dan tingkat keseragaman atau uniformity di atas 85%,\u201d tambahnya.<\/h6>\n<h6>Lebih jauh, Heru menegaskan bahwa pada prinsipnya kenyamanan DOC<br \/>\nmenjadi faktor penting dalam masa brooding. Oleh karena itu, terdapat beberapa manajemen yang harus diperhatikan saat masa brooding, seperti kontrol pemanas\/heater, kontrol pakan dan air minum, kontrol suhu dan kelembaban, kontrol kualitas udara, kontrol ventilasi, density\/kepadatan serta litter\/sekam.<\/h6>\n<h6>\u201cSalah satu kunci keberhasilan pemeliharaan dalam fase brooding terletak pada program<br \/>\nmanajemen yang tepat sejak chick in dilakukan. Sebelum DOC tiba, kandang dan seluruh<br \/>\nperalatan harus sudah siap. Pemanas\/heater sudah harus dinyalakan 2-3 Jam sebelum DOC datang. Jangan lupa siapkan Air Gula + ATP, dan Pakan di Chick Feeder Tray, sebar sedikit di koran untuk membantu pengenalan ayam pada pakan. Selanjutnya ketika DOC datang, ambil sampel untuk dilakukan perhitungan dan penimbangan. Kemudian DOC langsung ditebar dan tidak boleh menginap di box,\u201d jelas Heru.<\/h6>\n<h6>Lebih lanjut Heru menambahkan bahwa perlu adanya kontrol suhu dan<br \/>\nkelembaban di tempat brooding selama 24 jam. Selain itu pengecekan aktivitas dan pola<br \/>\npenyebaran ayam juga harus dilakukan. Serta lakukan culling pada DOC yang kondisi jelek<br \/>\ndan grading pada yang kerdil. Saat pemeliharaan tersebut, sekam atau litter harus dipastikan dalam kondisi baik, antara lain ketebalan yang tepat, kering dan tidak menggumpal.<\/h6>\n<h6>\u201cCek recording harian, hitung feed intake dan deplesi serta timbang bobot ayam, dan hitung FCR nya,\u201d tegas Heru.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Brooding merupakan masa pemeliharaan broiler dari DOC sampai lepas pemanas. Masa ini menjadi masa yang krusial dan sering dianggap sebagai pondasi keberhasilan dalam pemeliharaan broiler. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Head of Production BroilerX drh Heru Widyatmoko dalam Indonesia Livestock Club (ILC) Edisi 29 yang mengusung tema \u2018Manajemen Brooding sebagai Pondasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":22484,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[7],"tags":[227,180,1600],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/brooding-maksimal-performa-ayam-optimal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Brooding Maksimal, Performa Ayam Optimal | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Brooding merupakan masa pemeliharaan broiler dari DOC sampai lepas pemanas. Masa ini menjadi masa yang krusial dan sering dianggap sebagai pondasi keberhasilan dalam pemeliharaan broiler. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Head of Production BroilerX drh Heru Widyatmoko dalam Indonesia Livestock Club (ILC) Edisi 29 yang mengusung tema \u2018Manajemen Brooding sebagai Pondasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/brooding-maksimal-performa-ayam-optimal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-31T06:23:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Mewaspadai-Kasus-Kasus-Penyakit-pada-Masa-Brooding-Ayam-Broiler-k.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1418\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"967\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/brooding-maksimal-performa-ayam-optimal\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Mewaspadai-Kasus-Kasus-Penyakit-pada-Masa-Brooding-Ayam-Broiler-k.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Mewaspadai-Kasus-Kasus-Penyakit-pada-Masa-Brooding-Ayam-Broiler-k.jpeg\",\"width\":1418,\"height\":967},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/brooding-maksimal-performa-ayam-optimal\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/brooding-maksimal-performa-ayam-optimal\/\",\"name\":\"Brooding Maksimal, Performa Ayam Optimal | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/brooding-maksimal-performa-ayam-optimal\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-10-31T06:23:37+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-31T06:23:37+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/brooding-maksimal-performa-ayam-optimal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/brooding-maksimal-performa-ayam-optimal\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/brooding-maksimal-performa-ayam-optimal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/brooding-maksimal-performa-ayam-optimal\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/brooding-maksimal-performa-ayam-optimal\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/brooding-maksimal-performa-ayam-optimal\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Brooding Maksimal, Performa Ayam Optimal\",\"datePublished\":\"2023-10-31T06:23:37+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-31T06:23:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/brooding-maksimal-performa-ayam-optimal\/#webpage\"},\"wordCount\":576,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/brooding-maksimal-performa-ayam-optimal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Mewaspadai-Kasus-Kasus-Penyakit-pada-Masa-Brooding-Ayam-Broiler-k.jpeg\",\"keywords\":[\"#perunggasan\",\"broiler\",\"brooding\"],\"articleSection\":[\"Peristiwa\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Mewaspadai-Kasus-Kasus-Penyakit-pada-Masa-Brooding-Ayam-Broiler-k.jpeg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-5QD","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22483"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22483"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22483\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22485,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22483\/revisions\/22485"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22484"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22483"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22483"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22483"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}