{"id":22528,"date":"2023-10-28T12:18:41","date_gmt":"2023-10-28T05:18:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=22528"},"modified":"2023-11-08T12:21:47","modified_gmt":"2023-11-08T05:21:47","slug":"kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler\/","title":{"rendered":"Kandang Positive Pressure pada Budi Daya Broiler"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;<\/strong> Manakala terjadi kenaikan suhu lingkungan di sekitar kandang, hal itu dapat mengakibatkan cekaman panas atau heat stress yang dapat menurunkan performa budi daya broiler, seperti lambat tumbuh, rentan penyakit dan kematian massal. Hal tersebut dijelaskan oleh Head of Region East Java BroilerX Ir. Djoko Prasetyo dalam Indonesia Livestock Club (ILC) edisi ke-30 yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu, (28\/10).<\/h6>\n<h6>\u201cMeningkatnya suhu udara akan berimbas pada fisiologi ayam ras modern. Ayam ras modern sangat peka akan hal ini. Secara performa ayam modern memang sangat tinggi produktivitasnya baik petelur dan pedaging, namun semakin peka akan perubahan lingkungan dan mudah stres<br \/>\nakibat perubahan tersebut, termasuk dengan adanya fenomena El Nino ini. Dampak langsung yang bisa diamati adalah kasus heat stress pada ayam, yang apabila tidak ditangani dengan tepat maka membuat banyak ayam mati mendadak. Di wilayah saya saja, ada 3 \u2013 4 kandang yang<br \/>\nmengalami kasus heat stress ini. Hal ini terutama terjadi pada kandang open house,\u201d jelas Djoko.<\/h6>\n<h6>Dirinya menandaskan, pada kandang open house (OH), strategi manajemen kandangnya harus benar-benar diperhatikan. Dimana pada kandang OH harus ada sistem ventilasi yang efisien (fan tiup) dan penggunaan sistem pendingin (fogger).<\/h6>\n<h6>\u201cKemudian penggunaan tirai yang memantulkan panas, jadi bagian luar berwarna terang sebagai pemantul dan dalam bagian gelap. Pasokan air bersih dan dingin juga menjadi hal yang penting serta dikolaborasikan vitamin C dosis tinggi, vitamin anti heat stress, atau pun SSG (sitrat,soda, gula). Strategi berikutnya adalah penjadwalan ulang waktu pemberian pakan, seperti ketika siang hari ketika suhu sedang panas dan ayam painting maka sebaiknya tempat pakan dikosongi saja. Pun apabila ayam lapar, masih ada pemberian gula atau SSG di air minum, sebagai sumber<br \/>\nenergi,\u201d tambahnya.<\/h6>\n<h6>Lebih lanjut, Djoko menjelaskan prinsip kandang positive pressure yang diterapkan untuk mengatasi kondisi panas lingkungan pada kandang OH. Dimana dengan kandang positive pressure memungkinkan ventilasi masih mengalir, udara panas bisa keluar kandang, serta mengurangi efek heat stress. Adapun komponen kandang OH dengan prinsip positive pressure yang harus diperhatikan adalah plafond\/ceiling, tirai kiri kanan, fan tiup, fogging system (nozzle\/sprinkle) serta timer.<\/h6>\n<h6>\u201cPemasangan fogger pada kandang OH harus dikombinasikan dengan fan tiup. Dimana fogger akan lebih efisien mendinginkan kandang bila kerjanya dipadukan dengan timer, sehingga secara berkala fogger dapat menurunkan suhu secara terus menerus. Penggunaan fogger mulai usia 21 hari sampai panen. Bila sebelum usia tersebut ayam terlihat panting padahal fan sudah full dinyalakan, maka penggunaan fogger usahakan sangat jarang sekali, misal 1 menit on, dan 10 menit off. Kemudian fogger hanya dijalankan pada siang hari,\u201d ujarnya menambahkan.<\/h6>\n<h6>Lebih jauh Djoko memaparkan, kandang yang menggunakan fogger akan lebih dingin dari pada kandang yang hanya menggunakan fan saja. Namun apabila, sudah menggunakan fogger tapi ayam masih panting, maka peternak harus memuasakan ayam, misal pada siang hari di jam 11:00\u201316:00. Puasa akan memperlambat laju metabolisme, sehingga dapat mengurangi panas yang dihasilkan tubuh ayam. Selain itu, peternak juga dapat memberikan intermittent lighting yang dapat membantu ayam mengurangi stres dan memperbaiki FCR.<\/h6>\n<h6>\u201cWalaupun tidak se ideal kandang CH, namun dengan adanya fogger dan fan dapat meningkatkan kenyamanan pada kandang OH. Selain itu kandang positive pressure juga dapat kita naikkan kepadatannya. Kalau kandang OH murni mungkin kepadatan sekitar 7-8 ekor\/m2, maka kandang positive pressure dapat kita atur kepadatan di angka 10-12 ekor\/ m2, sehingga hal ini dapat menjadi alternatif bagi peternak,\u201d tegas Djoko.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Manakala terjadi kenaikan suhu lingkungan di sekitar kandang, hal itu dapat mengakibatkan cekaman panas atau heat stress yang dapat menurunkan performa budi daya broiler, seperti lambat tumbuh, rentan penyakit dan kematian massal. Hal tersebut dijelaskan oleh Head of Region East Java BroilerX Ir. Djoko Prasetyo dalam Indonesia Livestock Club (ILC) edisi ke-30 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":22529,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,7],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kandang Positive Pressure pada Budi Daya Broiler | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Manakala terjadi kenaikan suhu lingkungan di sekitar kandang, hal itu dapat mengakibatkan cekaman panas atau heat stress yang dapat menurunkan performa budi daya broiler, seperti lambat tumbuh, rentan penyakit dan kematian massal. Hal tersebut dijelaskan oleh Head of Region East Java BroilerX Ir. Djoko Prasetyo dalam Indonesia Livestock Club (ILC) edisi ke-30 [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-28T05:18:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-11-08T05:21:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/WhatsApp-Image-2023-11-08-at-12.06.52.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1328\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"958\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/WhatsApp-Image-2023-11-08-at-12.06.52.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/WhatsApp-Image-2023-11-08-at-12.06.52.jpeg\",\"width\":1328,\"height\":958},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler\/\",\"name\":\"Kandang Positive Pressure pada Budi Daya Broiler | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-10-28T05:18:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-11-08T05:21:47+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Kandang Positive Pressure pada Budi Daya Broiler\",\"datePublished\":\"2023-10-28T05:18:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-11-08T05:21:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler\/#webpage\"},\"wordCount\":542,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kandang-positive-pressure-pada-budi-daya-broiler\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/WhatsApp-Image-2023-11-08-at-12.06.52.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Peristiwa\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/WhatsApp-Image-2023-11-08-at-12.06.52.jpeg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-5Rm","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22528"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22528"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22528\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22530,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22528\/revisions\/22530"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}