{"id":22841,"date":"2023-12-20T11:08:04","date_gmt":"2023-12-20T04:08:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=22841"},"modified":"2023-12-20T11:08:04","modified_gmt":"2023-12-20T04:08:04","slug":"isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam\/","title":{"rendered":"Isu Pelanggaran Animal Welfare pada Rumah Potong Ayam"},"content":{"rendered":"<h6><b>Oleh : Mochamad Riski Wardana*<\/b><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Komoditas unggas merupakan komoditas yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Selain karena harganya yang murah, ada faktor lain yang menjadikan komoditas unggas menjadi primadona masyarakat di antara lain ketersediaannya yang melimpah, rasanya yang enak, serta dapat diolah menjadi berbagai macam olahan. Besarnya permintaan membuat komoditas unggas perlu diproduksi secara terus menerus dan juga hasil yang maksimal.&nbsp;<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu komoditas unggas yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah ayam pedaging. Sebagai ternak pada umumnya, beternak broiler perlu menerapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">animal welfare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau kesejahteraan hewan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Animal welfare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sendiri adalah prinsip kesejahteraan dan syarat yang harus dipenuhi dalam pemeliharaan hewan. Syarat tersebut antara lain bebas dari rasa lapar dan haus, rasa tidak nyaman, rasa sakit, rasa stress, dan bebas mengeluarkan sifat alaminya.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Saat budi daya berlangsung, ayam broiler mendapatkan perlakuan khusus dalam kandang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">closed house<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, ada satu momen yang dimana ayam kehilangan kesejahteraannya yakni ketika ayam memasuki Rumah Pemotongan Ayam (RPA). Baik dalam proses perjalanan maupun dalam perlakuan penyembelihan. Berikut ini bentuk pelanggaran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">animal welfare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada RPA.<\/span><\/h6>\n<h6><strong>Baca juga :&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/perkembangan-sektor-perunggasan-memicu-pengembangan-diri\/\">Perkembangan Sektor Perunggasan Memicu Pengembangan Diri<\/a><\/strong><\/h6>\n<h6><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dead on Arrival\/<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mati saat kedatangan merupakan salah satu pelanggaran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">animal welfare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. DoA disebabkan oleh kepadatan populasi, gagalnya adaptasi lingkungan, dan juga kerusakan tulang selama penangkapan ayam. DoA dapat dicegah dengan cara memaksimalkan sirkulasi udara selama pengangkutan untuk mengurangi potensi ayam stress. Masalah pelanggaran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">animal welfare <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">lainnya adalah penggantungan ayam yang mana akan membuat ayam mengalami kesakitan. Ayam tidak memiliki diafragma, sehingga ketika ayam dibalik organ dalamnya akan turut ikut ke bawah membuat ayam kesulitan bernafas. Menggantung ayam juga akan meningkatkan resiko patah tulang dan dislokasi terutama pada bagian kaki ayam.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Pelanggaran lainnya ditemukan pada proses pemingsanan. Terdapat 2 metode pemingsanan, yakni pemingsanan menggunakan sengatan listrik dan juga pemingsanan menggunakan gas. Pada metode pemingsanan menggunakan listrik, ayam bisa saja terkena sengatan listrik sebelum memasuki kolam air. Hal ini disebabkan oleh bagian tepi kolam yang teraliri listrik. Bagian tepi kolam ini biasanya basah dikarenakan ayam cenderung berontak ketika dimasukkan ke dalam kolam.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk pelanggaran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">animal welfare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lainnya adalah setelan listrik yang dibawah standar. Berdasarkan peraturan Dewan Eropa EC 1999\/2009, setidaknya ayam perlu disengat minimal 100 mA agar benar-benar pingsan. Namun pada kenyataannya, masih banyak ayam yang disengat dibawah standar sehingga mereka hanya merasakan sakit saja. Tetapi, penyengatan yang menggunakan daya yang lebih besar juga membahayakan. Karena dapat menyebabkan ayam langsung mati tanpa disembelih. Tentunya hal ini akan menjadikan ayam tidak halal dan tidak dapat dikonsumsi.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Banyaknya pelanggaran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">animal welfare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menggunakan sengatan listrik membuat beberapa RPA memutuskan untuk menggunakan metode gas. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya penggunaan metode gas atmosfer sebesar 80% pada tahun 2022 menurut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Food Standard Agency (FSA).<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Meskipun penggunaan metode gas mengurangi aktivitas pelanggaran animal welfare. Namun, pemingsanan menggunakan gas juga menimbulkan dampak pelanggaran animal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">welfare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Contoh seperti pendekatan hiperkapnia membuat ayam mengalami kesulitan bernafas dan mengepak-ngepakkan sayap sehingga memungkinkan terjadinya cedera sebelum mereka pingsan. Selain itu, metode pemingsanan menggunakan gas atmosfer perlu diperhatikan karena menyebabkan kematian sebelum penyembelihan yang membuat ayam tidak halal.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi para pelaku usaha RPA, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">animal<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">welfare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mungkin dianggap remeh karena akan menambah biaya operasional. Selain itu, para konsumen juga tidak terlalu peduli bagaimana hewan yang mereka makan \u2018diperlakukan\u2019 sebelumnya. Akan tetapi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">animal welfare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terutama pada RPA perlu diterapkan agar terciptanya produk karkas yang aman, sehat, dan halal bagi konsumen. Pelanggaran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">animal welfare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada RPA dapat diatasi dengan pembenahan fasilitas dan manajemen SDM. Semoga dengan adanya artikel ini mampu membuka wawasan mengenai permasalahan kesejahteraan hewan apa saja yang ada di RPA. <\/span><b>*Mahasiswa Jurusan Peternakan, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang<\/b><\/h6>\n<h6><em><strong>Artikel ini merupakan rubrik Suara Mahasiswa pada majalah Poultry Indonesia edisi November 2023. Baca selengkapnya pada majalah Poultry Indonesia edisi November 2023. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: 021-62318153 atau sirkulasi@poultryindonesia.com&nbsp;<\/strong><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Mochamad Riski Wardana* Komoditas unggas merupakan komoditas yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Selain karena harganya yang murah, ada faktor lain yang menjadikan komoditas unggas menjadi primadona masyarakat di antara lain ketersediaannya yang melimpah, rasanya yang enak, serta dapat diolah menjadi berbagai macam olahan. Besarnya permintaan membuat komoditas unggas perlu diproduksi secara terus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":22842,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,12,8],"tags":[35],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Isu Pelanggaran Animal Welfare pada Rumah Potong Ayam | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Mochamad Riski Wardana* Komoditas unggas merupakan komoditas yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Selain karena harganya yang murah, ada faktor lain yang menjadikan komoditas unggas menjadi primadona masyarakat di antara lain ketersediaannya yang melimpah, rasanya yang enak, serta dapat diolah menjadi berbagai macam olahan. Besarnya permintaan membuat komoditas unggas perlu diproduksi secara terus [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-20T04:08:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Mochamad-Riski-Wardana-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1075\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Mochamad-Riski-Wardana-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Mochamad-Riski-Wardana-1.jpeg\",\"width\":1080,\"height\":1075},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam\/\",\"name\":\"Isu Pelanggaran Animal Welfare pada Rumah Potong Ayam | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-12-20T04:08:04+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-20T04:08:04+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Isu Pelanggaran Animal Welfare pada Rumah Potong Ayam\",\"datePublished\":\"2023-12-20T04:08:04+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-20T04:08:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam\/#webpage\"},\"wordCount\":617,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/isu-pelanggaran-animal-welfare-pada-rumah-potong-ayam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Mochamad-Riski-Wardana-1.jpeg\",\"keywords\":[\"berita3\"],\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Opini\",\"Ulas Unggas\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Mochamad-Riski-Wardana-1.jpeg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-5Wp","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22841"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22841"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22841\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22844,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22841\/revisions\/22844"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22842"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22841"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22841"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22841"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}