{"id":24265,"date":"2025-06-02T15:47:11","date_gmt":"2025-06-02T08:47:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?p=24265"},"modified":"2025-06-02T15:47:11","modified_gmt":"2025-06-02T08:47:11","slug":"antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara\/","title":{"rendered":"Antara Inovasi dan Tradisi: Menakar Masa Depan Protein di Asia Tenggara"},"content":{"rendered":"<h6><b>POULTRYINDONESIA, Bangkok<\/b> &#8211; Gelaran THAIFEX \u2013 ANUGA ASIA 2025 yang berlangsung pada 27\u201331 Mei di IMPACT Muang Thong Thani, Thailand, bukan sekadar pameran makanan dan minuman. Di balik deretan booth yang semarak dan sajian menggoda, berlangsung sebuah perbincangan besar: ke mana arah masa depan protein di Asia Tenggara<b>.<\/b> Di antara jejak kuat tradisi dan dorongan untuk berinovasi, kawasan ini tengah menimbang ulang keseimbangan antara protein hewani dan alternatif.<\/h6>\n<h6>Menurut Wendy Lim, Manajer Umum Pameran Makanan dan Teknologi Pangan THAIFEX \u2013 ANUGA ASIA 2025, protein tetap menjadi tulang punggung industri pangan di Asia Tenggara. \u201cProduk berbasis protein masih sangat umum, baik dari hewani maupun non-hewani. Di Thailand, misalnya, sektor daging sangat kuat, sampai kami membaginya dalam tiga sub-pameran terpisah: daging, makanan beku, dan fine food masing-masing dengan kekuatan dan keunikan tersendiri,\u201d jelasnya.<\/h6>\n<h6><b>Bergerak lewat Inovasi<\/b><\/h6>\n<h6>Dominasi protein hewani masih terasa di hampir setiap sudut pameran. Produsen besar dari Asia Tenggara memamerkan tidak hanya daging ayam segar dan beku, tetapi juga solusi makanan yang siap saji, sehat, dan sesuai dengan gaya hidup urban. Inovasi rasa, pengemasan modern, dan fokus pada ekspor menjadi sorotan utama.<\/h6>\n<h6>Dr. Sunisa Chatsurachai, Open Innovation Manager di Charoen Pokphand Foods, menggarisbawahi bahwa kenyamanan dan kecepatan adalah dua hal penting dalam preferensi konsumen saat ini. \u201cMasyarakat urban saat ini sibuk bekerja hingga tidak sempat untuk memasak, produk siap saji seperti ready to eat menjadi solusi ideal, dimana konsumen hanya cukup memanaskan makanan tersebut dengan microwave. Produk ini menjawab kebutuhan konsumen yang sibuk namun tetap menginginkan rasa yang akrab dan bergizi,\u201d ujarnya.<\/h6>\n<h6>Bagi perusahaan seperti Saha Farm, pengembangan resep dan kualitas olahan menjadi alat untuk mempertahankan relevansi dan menjangkau pasar ekspor yang lebih luas. \u201cTantangan kami bukan hanya bersaing dengan produk lain, tapi bagaimana membuat produk kami <i>standout <\/i>di pasar global,\u201d jelas Poonnapoj Permpongsri dari Divisi Pemasaran Internasional perusahaan tersebut.<\/h6>\n<h6><b>Meningkatnya Ruang bagi Alternatif<\/b><\/h6>\n<h6>Di sisi lain, protein alternatif mulai menunjukkan eksistensi yang lebih solid. Melalui zona khusus Future Food Experience di Hall 5, berbagai inovasi dari bahan nabati, fermentasi, dan teknologi pangan canggih mendapat sorotan melalui demo produk, uji cita rasa, hingga kompetisi \u201cAlternative Protein Challenge\u201d yang menghadirkan lebih dari 70 pembicara.<\/h6>\n<h6>Shirley Lu, Managing Director Asia ProVeg International, menyebut bahwa sektor ini mengalami kebangkitan pasca pandemi. \u201cKami melihat pendekatan yang lebih adaptif. Produsen kini lebih fokus pada selera lokal dan kualitas protein, bukan sekadar menjual label &#8216;berbasis tumbuhan&#8217;,\u201d ungkapnya.<\/h6>\n<h6>Contoh keberhasilan lokal antara lain terlihat di Shanghai, di mana minuman seperti oat milk dan coconut milk kini menjadi pelengkap umum di banyak kafe. Sementara di segmen makanan ringan, tren hidup sehat mendorong munculnya produk nabati tinggi protein yang ringan dan praktis.<\/h6>\n<h6>Meskipun pertumbuhannya menjanjikan, protein alternatif masih menghadapi tantangan klasik, seperti harga yang relatif lebih tinggi dan pengembangan rasa yang kompetitif. \u201cButuh investasi riset besar untuk menghasilkan rasa dan tekstur yang memuaskan,\u201d jelas Dr. Sunisa. Namun demikian, ini bukanlah pertarungan kalah-menang. Baik protein hewani maupun nabati terus bergerak dengan cara masing-masing untuk menjawab kebutuhan konsumen yang kian beragam. Protein hewani tetap unggul dalam hal efisiensi produksi dan keterjangkauan, sementara protein alternatif menawarkan keberlanjutan dan inovasi sebagai nilai tambah.<\/h6>\n<h6>Salah satu kekuatan protein hewani terletak pada kemampuan berinovasi dalam jalur tradisional. Perusahaan seperti Superior Quality Food menonjolkan produk halal untuk menjangkau pasar Muslim di Asia dan Timur Tengah. Sementara Saha Farm sedang mengembangkan produk unggas non-alergen, untuk konsumen dengan sensitivitas makanan.<\/h6>\n<h6>Pendekatan ini menunjukkan bahwa diferensiasi produk, baik dari sisi kesehatan, dan kenyamanan adalah kunci mempertahankan daya saing, tanpa harus mengubah bahan dasarnya secara drastis.<\/h6>\n<h6>THAIFEX \u2013 ANUGA ASIA 2025 memperlihatkan bahwa pertumbuhan sektor protein bukanlah jalan satu arah, melainkan berkembang secara paralel dan saling melengkapi. Protein hewani dan alternatif hadir berdampingan, masing-masing menjawab kebutuhan berbeda dalam ekosistem pangan yang makin kompleks.<\/h6>\n<h6>Seperti disampaikan <b>Wendy Lim<\/b>, \u201cKami menciptakan ruang bagi semua pelaku, karena industri makanan bukan hanya soal teknologi atau efisiensi, tapi juga soal rasa, budaya, dan hubungan emosional. Semua itu punya tempatnya sendiri.\u201d<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Bangkok &#8211; Gelaran THAIFEX \u2013 ANUGA ASIA 2025 yang berlangsung pada 27\u201331 Mei di IMPACT Muang Thong Thani, Thailand, bukan sekadar pameran makanan dan minuman. Di balik deretan booth yang semarak dan sajian menggoda, berlangsung sebuah perbincangan besar: ke mana arah masa depan protein di Asia Tenggara. Di antara jejak kuat tradisi dan dorongan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":24266,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,7],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Antara Inovasi dan Tradisi: Menakar Masa Depan Protein di Asia Tenggara | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Bangkok &#8211; Gelaran THAIFEX \u2013 ANUGA ASIA 2025 yang berlangsung pada 27\u201331 Mei di IMPACT Muang Thong Thani, Thailand, bukan sekadar pameran makanan dan minuman. Di balik deretan booth yang semarak dan sajian menggoda, berlangsung sebuah perbincangan besar: ke mana arah masa depan protein di Asia Tenggara. Di antara jejak kuat tradisi dan dorongan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-02T08:47:11+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Food-Future-Experience.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Food-Future-Experience.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Food-Future-Experience.jpg\",\"width\":7008,\"height\":4672},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara\/\",\"name\":\"Antara Inovasi dan Tradisi: Menakar Masa Depan Protein di Asia Tenggara | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-06-02T08:47:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-02T08:47:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Antara Inovasi dan Tradisi: Menakar Masa Depan Protein di Asia Tenggara\",\"datePublished\":\"2025-06-02T08:47:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-02T08:47:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara\/#webpage\"},\"wordCount\":647,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/antara-inovasi-dan-tradisi-menakar-masa-depan-protein-di-asia-tenggara\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Food-Future-Experience.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Peristiwa\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Food-Future-Experience.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-6jn","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24265"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24265"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24265\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24267,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24265\/revisions\/24267"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}