{"id":24619,"date":"2025-09-29T13:15:47","date_gmt":"2025-09-29T06:15:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=24619"},"modified":"2025-09-29T13:15:47","modified_gmt":"2025-09-29T06:15:47","slug":"standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional\/","title":{"rendered":"Standarisasi Katuranggan Ayam Cemani dan Kate Mulai Berjalan untuk Kontes Nasional"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Bogor &#8211;<\/strong> Sebagai upaya penyempurnaan standar penilaian kontes ayam hias di Indonesia, Himpunan Peternak Unggas Hias Nusantara (HIMPARA), akademisi dan peneliti Fakultas Peternakan IPB University, serta MIPI-WPSA Indonesia berkolaborasi mengadakan pertemuan pada 20 September 2025 di Stadion Pakansari, Cibinong. Pertemuan ini adalah langkah awal untuk membahas tahapan program dalam penyempurnaan standar <em>katuranggan<\/em> ayam cemani dan ayam kate untuk mendukung penilaian yang lebih objektif, terukur, dan berbasis kajian ilmiah<\/h6>\n<h6>Ketua HIMPARA, Tarmudi, menjelaskan bahwa standar <em>katuranggan<\/em> ayam cemani dan ayam kate yang sudah ada perlu dikaji ulang bersama para peneliti dan ahli. Penilaian ayam hias di tingkat asosiasi dan komunitas maupun kontes kerap menggunakan standar <em>katuranggan<\/em> yang berbeda-beda antar asosiasi dan daerah. Hal ini menimbulkan perbedaan dalam menentukan <em>katuranggan<\/em> dan kualitas ayam hias.<\/h6>\n<h6>\u201cAda yang lebih menonjolkan warna bulu, ada pula yang lebih menilai bentuk tubuh, dan sebagian yang lain juga mengutamakan gaya dan keindahan,\u201d ungkapnya dalam rilis yang diterima Poultry Indonesia, Senin (29\/9).<\/h6>\n<h6>Ia juga menambahkan bahwa ayam cemani sudah dikembangkan oleh banyak pembibit dan peternak di Amerika dan juga negara lain. Karakter ayam cemani yang dibuat asing bisa menjadi rancu dengan ayam cemani di Indonesia dan menjadi ancaman bagi keberlanjutan ayam cemani asli Indonesia. Oleh karena itu, kolaborasi dengan peneliti diharapkan dapat mengungkap cara cepat dan akurat untuk menguji keaslian ayam cemani Indonesia.<\/h6>\n<h6>Maria Ulfah, peneliti ayam hias di Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University sekaligus Presiden MIPI-WPSA Indonesia menambahkan bahwa standarisasi ini sangat penting agar penilaian lebih adil dan konsisten.<\/h6>\n<h6>\u201cSelama ini, kriteria yang berbeda-beda sering menimbulkan perdebatan. Dengan standar yang jelas, kontes akan menjadi lebih profesional, penghobi, pembibit dan peternak punya acuan yang sama. Di samping itu, standarisasi juga dapat menjaga keunikan ayam hias Indonesia agar semakin diakui di tingkat nasional maupun internasional,\u201d ujarnya.<\/h6>\n<h6>Maria melanjutkan, program standarisasi ini tidak hanya berfokus pada aspek seni, estetika dan keindahan, tetapi juga mengintegrasikan karakter morfologis, genetik, dan performa unik lainnya dari ayam hias. Konfirmasi keaslian ayam cemani dan ayam kate memerlukan data genetik dan standar <em>katuranggan<\/em> yang jelas dan stabil. Dengan adanya standar baku, diharapkan proses penilaian kontes ayam hias Indonesia juga akan menjadi rujukan nasional yang seragam, sehingga ayam hias Indonesia berpotensi mendapat pengakuan lebih kuat dan lebih luas di kancah internasional.<\/h6>\n<h6>Sebagai organisasi perunggasan internasional yang menginduk ke WPSA Pusat di Belanda, melalui kolaborasi ini MIPI-WPSA Indonesia akan berperan penting untuk lebih mengenalkan ayam hias Indonesia ke cabang-cabang WPSA di seluuh dunia.<\/h6>\n<h6>\u201cKolaborasi ini merupakan bentuk nyata kontribusi ilmuwan perunggasan dalam mendukung pelestarian plasma nutfah ayam hias Indonesia serta memberikan nilai tambah ekonomi melalui sektor hobi dan kompetisi. Di program studi kami juga ada mata kuliah khusus tentang keanekaragaman ternak hobi, termasuk ayam hias dan pelestariannya untuk membekali mahasiswa S1 sampai S3 tentang kekayaan sumberdaya genetik ayam hias dan pemanfaatannya secara berkelanjutan. Anggota HIMPARA juga menyambut baik inisiatif ini sebagai upaya memperkuat posisi ayam hias Indonesia yang memiliki keragaman dan keunikan tersendiri,\u201d imbuh Maria.<\/h6>\n<h6>Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk menciptakan ekosistem perunggasan hias yang berkelanjutan, terstandar, dan berdaya saing tinggi. Dengan standar penilaian yang diakui bersama, para penghobi, peternak, maupun juri kontes akan memiliki acuan yang sama dalam menjaga kualitas sekaligus mengembangkan potensi ayam hias Indonesia.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Bogor &#8211; Sebagai upaya penyempurnaan standar penilaian kontes ayam hias di Indonesia, Himpunan Peternak Unggas Hias Nusantara (HIMPARA), akademisi dan peneliti Fakultas Peternakan IPB University, serta MIPI-WPSA Indonesia berkolaborasi mengadakan pertemuan pada 20 September 2025 di Stadion Pakansari, Cibinong. Pertemuan ini adalah langkah awal untuk membahas tahapan program dalam penyempurnaan standar katuranggan ayam cemani [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":24620,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,7],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Standarisasi Katuranggan Ayam Cemani dan Kate Mulai Berjalan untuk Kontes Nasional | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Bogor &#8211; Sebagai upaya penyempurnaan standar penilaian kontes ayam hias di Indonesia, Himpunan Peternak Unggas Hias Nusantara (HIMPARA), akademisi dan peneliti Fakultas Peternakan IPB University, serta MIPI-WPSA Indonesia berkolaborasi mengadakan pertemuan pada 20 September 2025 di Stadion Pakansari, Cibinong. Pertemuan ini adalah langkah awal untuk membahas tahapan program dalam penyempurnaan standar katuranggan ayam cemani [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-29T06:15:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Standarisasi-Katuranggan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"960\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Standarisasi-Katuranggan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Standarisasi-Katuranggan.jpg\",\"width\":1280,\"height\":960},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional\/\",\"name\":\"Standarisasi Katuranggan Ayam Cemani dan Kate Mulai Berjalan untuk Kontes Nasional | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-09-29T06:15:47+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-29T06:15:47+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Standarisasi Katuranggan Ayam Cemani dan Kate Mulai Berjalan untuk Kontes Nasional\",\"datePublished\":\"2025-09-29T06:15:47+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-29T06:15:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional\/#webpage\"},\"wordCount\":536,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/standarisasi-katuranggan-ayam-cemani-dan-kate-mulai-berjalan-untuk-kontes-nasional\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Standarisasi-Katuranggan.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Peristiwa\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Standarisasi-Katuranggan.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-6p5","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24619"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24619"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24619\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24621,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24619\/revisions\/24621"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24620"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24619"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24619"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24619"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}