{"id":24710,"date":"2025-10-15T12:19:20","date_gmt":"2025-10-15T05:19:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=24710"},"modified":"2025-10-16T12:24:56","modified_gmt":"2025-10-16T05:24:56","slug":"regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan\/","title":{"rendered":"Regulasi Penyelenggaraan Kesejahteraan Hewan di Indonesia Segera Disahkan"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta<\/strong> &#8211; Pemerintah Indonesia menunjukkan dukungan nyata terhadap sistem budi daya unggas yang memenuhi kaidah kesejahteraan hewan, termasuk diantaranya sistem budi daya ayam petelur bebas sangkar (<em>cage-free<\/em>). Melalui regulasi baru tentang penyelenggaraan kesejahteraan hewan yang saat ini tengah difinalisasi, pemerintah memberi sinyal kuat bahwa masa depan peternakan, termasuk ayam petelur akan semakin berorientasi pada praktik pemeliharaan yang lebih ramah terhadap hewan dan berkelanjutan.<\/h6>\n<h6>Ketua Tim Kerja Advokasi Kesejahteraan Hewan di Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner (Ditkesmavet) Kementerian Pertanian, drh. Puguh Wahyudi, M.Si., menegaskan bahwa pemerintah serius mendorong penerapan praktik kesejahteraan hewan di Indonesia, termasuk pada peternakan ayam petelur seperti sistem budi daya <em>cage-free<\/em>. Dirinya menambahkan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Hewan yang telah masuk tahap harmonisasi. Regulasi ini nantinya akan menjadi payung hukum terkait norma kesejahteraan hewan di Indonesia.<\/h6>\n<h6>\u201cRegulasi terkait penyelenggaraan kesejahteraan hewan saat ini sedang difinalisasi dan siap disahkan. Aturan ini akan menjadi landasan hukum standar kesejahteraan hewan di Indonesia, yang meliputi hewan ternak, hewan kesayangan, hewan jasa, hingga hewan laboratorium. Selain itu, juga terdapat poin sertifikasi kesejahteraan hewan dalam regulasi ini yang dapat menjadi acuan bagi peternak dalam mengembangkan sistem pemeliharaan yang lebih berorientasi pada kesejahteraan hewan. Termasuk di dalamnya, pada peternakan ayam petelur,\u201d jelas Puguh.<\/h6>\n<h6>Dirinya menambahkan bahwa pemerintah juga memberikan dukungan kepada peternak yang mulai menerapkan sistem <em>cage-free<\/em>. Menurutnya, tren global saat ini memang mengarah ke sana. Karena itu, penerapan prinsip kesejahteraan hewan, termasuk melalui sistem <em>cage-free<\/em>, diperkirakan akan berkembang secara bertahap di Indonesia. Apalagi, jika di masa mendatang produk Indonesia menghadapi tantangan ekspor dan dituntut beralih ke <em>cage-free<\/em>, pemerintah menegaskan bahwa Indonesia akan menyiapkan produk yang sesuai dengan permintaan\u00a0konsumen.<\/h6>\n<h6>\u201cDi Uni Eropa, regulasi sudah mengatur dan mereka telah 100% beralih ke <em>cage-free<\/em>. Kita melihat hal ini pasti berdampak pada perekonomian dunia, sehingga kita juga harus siap. Jika Uni Eropa sudah begitu, biasanya negara lain akan ikut. Bahkan bisa menjadi yurisprudensi, karena WTO pernah memutuskan bahwa isu kesejahteraan hewan dapat dijadikan dasar hambatan perdagangan apabila dianggap mengganggu moral publik. Contohnya, dalam kasus Denmark dengan Kanada terkait perdagangan produk anjing laut, Denmark menang karena isu kesejahteraan hewan dianggap sah sebagai alasan,\u201d tambahnya.<\/h6>\n<h6>Sejalan dengan itu, tren internasional menunjukkan pergeseran yang signifikan ke arah <em>cage-free<\/em>. Sustainable Poultry Program Manager Indonesia Lever Foundation, Sandi Dwiyanto mengungkapkan bahwa kesejahteraan hewan kini menjadi perhatian publik global sekaligus tuntutan persaingan perdagangan internasional yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, sejak tahun 2015 tren produksi telur dari ayam <em>cage-free<\/em> mulai mendapat perhatian masyarakat luas.<\/h6>\n<h6>\u201cSejak saat itu, banyak perusahaan internasional ternama telah membuat komitmen global untuk beralih ke sistem <em>cage-free<\/em> pada 2025. Hingga akhir 2021, lebih dari 2.000 perusahaan di seluruh dunia, termasuk restoran, penyedia layanan makanan, ritel, dan hotel telah berkomitmen untuk menggunakan telur <em>cage-free<\/em>. Termasuk di antaranya, sekitar 100 perusahaan di Indonesia yang telah mengomunikasikan terkait telur <em>cage-free<\/em>. Sebagian besar menargetkan implementasi penuh pada 2025, dan jumlah komitmen dari perusahaan makanan ini terus bertambah,\u201d jelas Sandi.<\/h6>\n<h6>Di Indonesia, sejumlah perusahaan makanan global juga telah membuat komitmen atau sedang dalam proses menerapkan kebijakan telur <em>cage-free<\/em>, di antaranya KFC, Pizza Hut, Taco Bell, Burger King, dan The Coffee Bean &amp; Tea Leaf. Perusahaan besar seperti Nestl\u00e9 bahkan menargetkan penggunaan telur <em>cage-free<\/em> sepenuhnya pada 2025.<\/h6>\n<h6>Komitmen ini juga mulai diikuti oleh beberapa perusahaan yang mempunyai basis di Indonesia. Misalnya Superindo yang berkomitmen 100% menyediakan produk telur <em>cage-free<\/em> di rak mereka. Di sisi lain, cafe dan restaurant ternama yang berbasis di Indonesia juga mulai mengikuti transformasi ini, seperti Ismaya, Bali Budha, hingga Jiwa Jawi.<\/h6>\n<h6>Sementara itu, Roby Tjahya Dharma Gandawijaya, Owner PT Inti Prima Satwa Sejahtera (IPSS) menilai bahwa prospek pasar <em>cage-free<\/em> akan terus bertumbuh di masa depan. Menurutnya, seiring tren global yang mengarah ke sistem ini, Indonesia pada akhirnya akan mengikuti arah yang sama.<\/h6>\n<h6>\u201cKeberhasilan sistem <em>cage-free<\/em> di Indonesia membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Kami tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu, peran seluruh pemangku kepentingan perunggasan nasional sangat penting, mulai dari industri pakan, DOC, peralatan, hingga obat-obatan. Dengan kolaborasi, kita dapat mengembangkan peternakan <em>cage-free<\/em> di Indonesia, sehingga ketika perubahan itu benar-benar tiba, kita sudah siap dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri,\u201d ujarnya.<\/h6>\n<h6>Selain isu kesejahteraan hewan dan tren global, European Food Safety Authority (EFSA) dalam laporannya menyebutkan bahwa risiko salmonella lebih tinggi pada sistem kandang baterai dibandingkan pada sistem <em>cage-free<\/em>. Temuan ini menegaskan bahwa sistem <em>cage-free<\/em> tidak hanya menguntungkan secara perdagangan, tetapi juga berkontribusi pada keamanan pangan dan kesehatan masyarakat.<\/h6>\n<h6>Dengan berkembangnya tren global serta rencana pengesahan regulasi penyelenggaraan kesejahteraan hewan di Indonesia, peluang menuju peternakan ayam petelur yang lebih memperhatikan aspek kesejahteraan hewan semakin terbuka lebar. Kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan diharapkan menjadi kunci terwujudnya praktik budidaya yang berkelanjutan di Indonesia.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Pemerintah Indonesia menunjukkan dukungan nyata terhadap sistem budi daya unggas yang memenuhi kaidah kesejahteraan hewan, termasuk diantaranya sistem budi daya ayam petelur bebas sangkar (cage-free). Melalui regulasi baru tentang penyelenggaraan kesejahteraan hewan yang saat ini tengah difinalisasi, pemerintah memberi sinyal kuat bahwa masa depan peternakan, termasuk ayam petelur akan semakin berorientasi pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":24711,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,7],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Regulasi Penyelenggaraan Kesejahteraan Hewan di Indonesia Segera Disahkan | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Pemerintah Indonesia menunjukkan dukungan nyata terhadap sistem budi daya unggas yang memenuhi kaidah kesejahteraan hewan, termasuk diantaranya sistem budi daya ayam petelur bebas sangkar (cage-free). Melalui regulasi baru tentang penyelenggaraan kesejahteraan hewan yang saat ini tengah difinalisasi, pemerintah memberi sinyal kuat bahwa masa depan peternakan, termasuk ayam petelur akan semakin berorientasi pada [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-15T05:19:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-16T05:24:56+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_5928.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_5928.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_5928.jpg\",\"width\":5184,\"height\":3456,\"caption\":\"Salah satu peternakan ayam petelur yang memperhatikan kaidah kesejahteraan hewan milik PT IPSS Sukabumi\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan\/\",\"name\":\"Regulasi Penyelenggaraan Kesejahteraan Hewan di Indonesia Segera Disahkan | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-10-15T05:19:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-16T05:24:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Regulasi Penyelenggaraan Kesejahteraan Hewan di Indonesia Segera Disahkan\",\"datePublished\":\"2025-10-15T05:19:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-16T05:24:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan\/#webpage\"},\"wordCount\":765,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/regulasi-penyelenggaraan-kesejahteraan-hewan-di-indonesia-segera-disahkan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_5928.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Peristiwa\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_5928.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-6qy","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24710"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24710"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24710\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24712,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24710\/revisions\/24712"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24711"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24710"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24710"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24710"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}