{"id":24872,"date":"2024-08-21T10:00:36","date_gmt":"2024-08-21T03:00:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=24872"},"modified":"2025-11-07T10:16:06","modified_gmt":"2025-11-07T03:16:06","slug":"jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang\/","title":{"rendered":"Jangan Anggap Gampang, Keberadaan Lalat di Kandang"},"content":{"rendered":"<p><b>Oleh : Syaiful Jati Anhardika, S.Pt*<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun lalat bukan penyebab utama penyakit, namun keberadaan lalat di dalam kandang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif apabila tidak ada upaya penanganan yang tepat.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti peribahasa \u201cada gula, ada semut\u201d, keberadaan lalat dipicu oleh berbagai hal yang terdapat di lingkungan kandang. Bau gas yang dihasilkan dari feses ayam yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi faktor pemicu kedatangan lalat. Belum lagi, keberadaan pakan yang tercecer dengan berbagai nutrisinya. Terlebih saat musim penghujan, ketika kelembapan kandang tinggi dan kebersihan kurang diperhatikan, maka juga dapat meningkatkan populasi lalat di peternakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kandang\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">closed house<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0permasalahan ini akan cukup terbantu dengan adanya sistem ventilasi dan sirkulasi udara yang baik sehingga bisa meminimalkan polusi udara di lingkungan kandang. Sedangkan pada kandang\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open house<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, permasalahan ini membutuhkan penanganan yang lebih mendalam. Hal ini senada dengan penjelasan Prof. drh. Upik Kesumawati Hadi, MS, Ph.D selaku Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, dalam sebuah artikel berjudul \u201cPengendalian Lalat di Peternakan Ayam\u201d yang menjelaskan bahwa\u00a0 dilihat dari sisi sistem perkandangan, kandang open house memiliki jumlah lalat yang lebih banyak dibandingkan closed house.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun tak bisa dipungkiri, keberadaan lalat dalam sebuah lingkungan kandang bukanlah suatu hal yang asing. Namun, jangan lantas membuat hal tersebut menjadi sebuah kewajaran sehingga tidak ada upaya untuk mengendalikannya. Pasalnya keberadaan lalat di kandang, apalagi dalam populasi yang besar dapat membawa berbagai dampak negatif pada usaha peternakan ayam.<\/span><\/p>\n<p><b>Dampak negatif<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendalian lalat di lingkungan kandang, menjadi sebuah keharusan yang harus dilakukan. Lalat adalah serangga yang hidup kebanyakan dari kotoran, bangkai hingga sampah. Maka tak heran, apabila keberadaan lalat di lingkungan kandang bisa menjadi vektor penyakit yang dapat mengancam kesehatan ternak. Vektor adalah organisme hidup yang berperan sebagai pembawa dan penyebar bibit penyakit dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu ternak ke ternak lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal ini, lalat dapat berperan sebagai vektor mekanis maupun vektor biologis. Sebagai vektor mekanis, lalat dapat membawa agen penyakit dan menularkannya kepada inang melalui sebagian maupun seluruh bagian luar tubuhnya seperti bagian kaki. Sehingga keberadaan lalat di kandang berpotensi membawa bibit penyakit dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu ayam ke ayam lain. Sedangkan sebagai vektor biologis, bibit penyakit masuk ke tubuh lalat ketika lalat menggigit atau hinggap di ayam. Bibit penyakit tersebut kemudian berkembang di tubuh lalat dan menularkan ke ayam lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai vektor penyakit, lalat dapat mengancam kesehatan ternak di kandang sehingga dapat menyebabkan kematian secara tidak langsung. Dengan sifatnya yang menempel pada kotoran dan memakan sisa-sisa makanan, tentu akan mudah sekali membawa berbagai penyakit baik bersifat bakteri (E.coli, Staphylococcus, Salmonella dll), virus (ND, AI, dll) hingga parasit (telur cacing).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus yang sering ditemukan akibat keberadaan lalat di lingkungan kandang adalah cacingan (helmintiasis). Pasalnya larva dan lalat dewasa dapat menjadi inang perantara bagi infeksi cacing pita (Raillietina tetragona dan R. cesticillus) pada ayam. Dimana larva dan lalat dewasa sering kali termakan oleh ayam sehingga dapat terserang cacing pita tersebut. Selain itu, lalat juga berperan sebagai vektor mekanik bagi cacing gilik (Ascaridia galli) maupun bakteri. Kasus ini biasanya ditemukan pada ayam dengan masa pemeliharaan yang panjang, mengingat siklus hidup cacing yang juga dapat dikatakan cukup lama. Kejadian helminthiasis ini dapat menurunkan bobot badan maupun produksi telur.<\/span><\/p>\n<p><i>Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Tata Laksana pada majalah Poultry Indonesia edisi Agustus 2024. Baca selengkapnya di <\/i><a href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/waspada-serangan-pencernaan-unggas\/#dearflip-df_23480\/75\/\"><i>Majalah Poultry Indonesia Edisi Agustus 2024<\/i><\/a><i>, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi:\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/wa.me\/+6287780120754\"><i>https:\/\/wa.me\/+6287780120754<\/i><\/a><i>\u00a0 atau sirkulasipoultry@gmail.com<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Syaiful Jati Anhardika, S.Pt* Meskipun lalat bukan penyebab utama penyakit, namun keberadaan lalat di dalam kandang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif apabila tidak ada upaya penanganan yang tepat. Seperti peribahasa \u201cada gula, ada semut\u201d, keberadaan lalat dipicu oleh berbagai hal yang terdapat di lingkungan kandang. Bau gas yang dihasilkan dari feses ayam yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":24873,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[9],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jangan Anggap Gampang, Keberadaan Lalat di Kandang | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Syaiful Jati Anhardika, S.Pt* Meskipun lalat bukan penyebab utama penyakit, namun keberadaan lalat di dalam kandang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif apabila tidak ada upaya penanganan yang tepat. Seperti peribahasa \u201cada gula, ada semut\u201d, keberadaan lalat dipicu oleh berbagai hal yang terdapat di lingkungan kandang. Bau gas yang dihasilkan dari feses ayam yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-21T03:00:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-07T03:16:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Talak-Agustus25.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1068\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"896\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Talak-Agustus25.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Talak-Agustus25.jpg\",\"width\":1068,\"height\":896},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang\/\",\"name\":\"Jangan Anggap Gampang, Keberadaan Lalat di Kandang | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-08-21T03:00:36+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-07T03:16:06+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Jangan Anggap Gampang, Keberadaan Lalat di Kandang\",\"datePublished\":\"2024-08-21T03:00:36+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-07T03:16:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang\/#webpage\"},\"wordCount\":573,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/jangan-anggap-gampang-keberadaan-lalat-di-kandang\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Talak-Agustus25.jpg\",\"articleSection\":[\"Tata Laksana\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Talak-Agustus25.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-6ta","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24872"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24872"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24872\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24876,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24872\/revisions\/24876"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24873"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24872"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24872"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24872"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}