{"id":24993,"date":"2024-06-19T22:02:35","date_gmt":"2024-06-19T15:02:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=24993"},"modified":"2025-11-09T22:14:52","modified_gmt":"2025-11-09T15:14:52","slug":"potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler\/","title":{"rendered":"Potensi Mitigasi Ekstrak Herbal dan Senyawa Bioaktif Penyusun Salmonella pada Broiler"},"content":{"rendered":"<p><b>Oleh : Oluteru E. Orimaye, Deji A. Ekunseitan, Paul C.Omaliko dan Yewande O. Fasina*<\/b><\/p>\n<h6><\/h6>\n<h6><i><span style=\"font-weight: 400;\">Unggas merupakan salah satu sektor penting dalam industri peternakan dan telah berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir. Industri perunggasan dihadapkan pada beberapa tantangan, namun tantangan utama di antaranya adalah kolonisasi penyakit dan residu antimikroba (AMR).\u00a0<\/span><\/i><\/h6>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Salmonella<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan salah satu penyakit utama ayam penyebab salmonellosis pada manusia. Banyak sumber tanaman dan ekstraknya dilakukan evaluasi. Tinjauan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang ekstrak herbal yang dapat digunakan untuk mengelola dan mengendalikan infeksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Salmonella<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan berfungsi sebagai alternatif antibiotik pada produksi ayam ras pedaging.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekstrak herbal telah banyak dievaluasi dalam produksi unggas karena banyak memiliki efek yang menguntungkan dan menjadi potensi pengganti antibiotik, yang berkontribusi terhadap AMR dan risiko terhadap kesehatan manusia melalui konsumsi daging yang terinfeksi. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Salmonellosis <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah infeksi sistemik yang disebabkan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Salmonella<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> , bakteri intraseluler yang mempunyai kemampuan menyebabkan infeksi sistemik dengan implikasi signifikan terhadap kesehatan dan keselamatan petani dan konsumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan antibiotik yang berlebihan telah meningkatkan kejadian bakteri yang resisten terhadap antibiotik di industri unggas dan peternakan, sehingga menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan alternatif terutama pada unggas jenis daging. Baik penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">in vivo <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">maupun penelitian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">in vitro <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terhadap senyawa bioaktif dari ekstrak herbal telah menunjukkan aktivitas antimikroba yang efektif melawan bakteri patogen, menunjukkan harapan dalam menangani infeksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Salmonella<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan meningkatkan kinerja unggas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Aditif pakan jenis fitobiotik telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam meningkatkan produksi unggas karena sifat farmakologinya. Seperti merangsang peningkatan konsumsi, dan meningkatkan sifat antioksidan serta mencegah meningkatnya ancaman resistensi antimikroba. Meskipun terdapat potensi efek sinergis dari senyawa yang berasal dari tumbuhan, penyelidikan lebih lanjut sangatlah penting untuk memahami sepenuhnya peran dan mekanisme aksinya, untuk mengembangkan sistem penyampaian yang efektif, dan untuk menilai kelestarian lingkungan dalam pengendalian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Salmonella<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam produksi unggas.<\/span><\/h6>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h6><b>Prevalensi <\/b><b><i>Salmonella<\/i><\/b><b> pada unggas jenis daging dan dampaknya terhadap kesehatan manusia<\/b><\/h6>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Salmonellosis <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan masalah utama dalam industri unggas; hal ini memberikan kontribusi terhadap tantangan serius dan menyebabkan kerugian ekonomi yang berkisar hingga lebih dari USD 4 miliar setiap tahunnya bagi peternak unggas di AS saja. Serotipe <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Salmonella<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang paling umum ditemukan pada unggas adalah Heidelberg, Kentucky, dan Typhimurium. Antara tahun 1999 dan 2008, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Salmonella<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menyebabkan 36.490 penyakit terkait dan 1.335 wabah bawaan makanan. Unggas bertanggung jawab atas sebagian besar wabah ini, dengan 35% epidemi yang dilaporkan disebabkan oleh satu sumber makanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Salmonella<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bersifat sporadis, dengan kasus yang dilaporkan melebihi jumlah kasus yang terkait dengan lonjakan tersebut dengan faktor lebih dari lima belas berbanding satu. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">S. enteritidis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">S. typhimurium<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki kasus serotipe terbesar yang paling sering didokumentasikan pada manusia. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Salmonella<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Kentucky diidentifikasi dalam program pengawasan karkas dengan frekuensi tertinggi. Patogenitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Salmonella<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga dikaitkan dengan paparan terhadap unggas, dengan kulit telur, unggas hidup, dan produk unggas yang telah diproses terlibat dalam sepuluh dari dua puluh lima wabah dari tahun 2006 hingga saat ini.\u00a0<\/span><\/h6>\n<h6><em>Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Riset pada majalah Poultry Indonesia edisi Juni 2024. Baca selengkapnya di <a href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/waspada-serangan-infeksi-bakteri\/#dearflip-df_23324\/83\/\">Majalah Poultry Indonesia Edisi Juni 2024<\/a>, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi:\u00a0<a href=\"https:\/\/wa.me\/+6287780120754\">https:\/\/wa.me\/+6287780120754<\/a>\u00a0 atau sirkulasipoultry@gmail.com<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Oluteru E. Orimaye, Deji A. Ekunseitan, Paul C.Omaliko dan Yewande O. Fasina* Unggas merupakan salah satu sektor penting dalam industri peternakan dan telah berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir. Industri perunggasan dihadapkan pada beberapa tantangan, namun tantangan utama di antaranya adalah kolonisasi penyakit dan residu antimikroba (AMR).\u00a0 &nbsp; Salmonella merupakan salah satu penyakit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":24994,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Potensi Mitigasi Ekstrak Herbal dan Senyawa Bioaktif Penyusun Salmonella pada Broiler | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Oluteru E. Orimaye, Deji A. Ekunseitan, Paul C.Omaliko dan Yewande O. Fasina* Unggas merupakan salah satu sektor penting dalam industri peternakan dan telah berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir. Industri perunggasan dihadapkan pada beberapa tantangan, namun tantangan utama di antaranya adalah kolonisasi penyakit dan residu antimikroba (AMR).\u00a0 &nbsp; Salmonella merupakan salah satu penyakit [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-19T15:02:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-09T15:14:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Riset-Juni24.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2277\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1895\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Riset-Juni24.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Riset-Juni24.jpg\",\"width\":2277,\"height\":1895},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler\/\",\"name\":\"Potensi Mitigasi Ekstrak Herbal dan Senyawa Bioaktif Penyusun Salmonella pada Broiler | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-06-19T15:02:35+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-09T15:14:52+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Potensi Mitigasi Ekstrak Herbal dan Senyawa Bioaktif Penyusun Salmonella pada Broiler\",\"datePublished\":\"2024-06-19T15:02:35+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-09T15:14:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler\/#webpage\"},\"wordCount\":503,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/potensi-mitigasi-ekstrak-herbal-dan-senyawa-bioaktif-penyusun-salmonella-pada-broiler\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Riset-Juni24.jpg\",\"articleSection\":[\"Riset\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Riset-Juni24.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-6v7","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24993"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24993"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24993\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24995,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24993\/revisions\/24995"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24994"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24993"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24993"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24993"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}