{"id":25034,"date":"2025-08-20T12:39:38","date_gmt":"2025-08-20T05:39:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=25034"},"modified":"2025-11-10T12:49:31","modified_gmt":"2025-11-10T05:49:31","slug":"peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler\/","title":{"rendered":"Peluang Limbah Sawit sebagai Substitusi Bungkil Kedelai dalam Pakan Broiler"},"content":{"rendered":"<h6><i><span style=\"font-weight: 400;\">Performa terbaik ditemukan pada grup B, yaitu kelompok ayam yang diberi pakan dengan substitusi 15% PKM fermentasi. Hasil ini merupakan efek dari peningkatan nilai gizi dan daya cerna PKM akibat proses fermentasi.<\/span><\/i><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam industri perunggasan, pakan merupakan komponen biaya tertinggi yang dapat mencapai 60\u201370% dari total biaya produksi. Ketergantungan pada bahan pakan konvensional seperti bungkil kedelai (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">soybean meal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\/SBM) membuat peternak sangat rentan terhadap fluktuasi harga global. Oleh karena itu, pencarian bahan pakan alternatif yang lebih ekonomis, tersedia secara lokal, dan tetap mendukung performa pertumbuhan ayam broiler menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi sektor ini.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu bahan alternatif yang berpotensi besar adalah bungkil inti sawit (BIS) atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">palm kernel meal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (PKM), produk sampingan dari agroindustri kelapa sawit yang jumlahnya berlimpah di negara-negara penghasil sawit seperti Indonesia dan Pakistan.\u00a0<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh Sindh Agriculture University Tandojam, Pakistan, dievaluasi penggunaan PKM fermentasi sebagai substitusi sebagian bungkil kedelai dalam pakan ayam broiler. Penelitian ini menjadi relevan karena SBM merupakan komponen pakan yang mahal dan sangat tergantung pada impor di banyak negara berkembang.\u00a0<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Namun patut diingat, bahwa unggas termasuk dalam kelompok hewan monogastrik, dimana sistem pencernaannya lebih sederhana dibanding hewan ruminansia karena hanya memiliki satu lambung. Unggas, termasuk broiler, umumnya mengalami kesulitan dalam mencerna produk sampingan yang berserat tinggi karena kurangnya enzim pengurai serat yang diperlukan untuk memecah karbohidrat kompleks.\u00a0<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Mengatasi tantangan ini, diperlukan pendekatan inovatif untuk mengolah zat berserat tinggi seperti PKM agar dapat dimanfaatkan secara efektif oleh unggas tanpa mengorbankan performa dan kesehatannya. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah fermentasi, yaitu proses biologis menggunakan mikroorganisme tertentu untuk meningkatkan nilai nutrisi bahan pakan dan menurunkan kandungan antinutrisi seperti \u03b2-mannan dan serat kasar yang sulit dicerna oleh unggas.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Studi ini tidak hanya mengamati performa pertumbuhan broiler yang diberi pakan PKM fermentasi dan non-fermentasi, tetapi juga menganalisis kualitas karkas, komposisi daging, dan respons organ imun ayam. Temuan ini membuka peluang besar bagi industri peternakan di negara-negara tropis untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pakan impor dan memanfaatkan limbah pertanian secara ekonomis dan berkelanjutan.\u00a0<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Eksperimen ini menggunakan sebanyak 180 ekor ayam broiler strain Ross yang dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan. Kelompok A sebagai kontrol diberi pakan basal tanpa PKM, kelompok B diberi pakan dengan substitusi 15% PKM fermentasi, dan kelompok C dengan 15% PKM non-fermentasi.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Buah kelapa sawit (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Elaeis guineensis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang digunakan diperoleh dari perkebunan lokal di Pakistan. Kemudian melalui proses pengolahan tandan buah segar (TBS), inti sawit dipisahkan dari buah kelapa sawit dan diekstrak minyaknya menggunakan alat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">press<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Bagian padat yang tersisa dari proses ini selanjutnya disebut sebagai bungkil inti sawit.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Pada perlakuan fermentasi, bagian dari buah kelapa sawit yang terletak di antara kulit buah (epikarp) dan biji (endokarp) yang disebut serat mesokarp digiling dan diinokulasi dengan bakteri atau jamur, lalu difermentasi selama 15 hari dalam kondisi suhu, pH, dan aerasi terkontrol. Setelah fermentasi selesai, bahan dikeringkan, digiling halus, dan diperoleh bungkil inti sawit terfermentasi.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Formulasi pakan dalam penelitian ini tetap disusun sesuai dengan kebutuhan broiler. Sebelum percobaan, komposisi nutrisi PKM dan SBM (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">soybean meal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dianalisis terlebih dahulu untuk mengetahui kandungan protein, profil asam amino, dan tingkat energi untuk menentukan penambahan yang bisa dilakukan dalam menyeimbangkan energi pada pakan.<\/span><\/h6>\n<h6><em>Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Riset pada majalah Poultry Indonesia edisi Agustus 2025. Baca selengkapnya di <a href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/masa-depan-inovasi-feed-additive\/#dearflip-df_24502\/62\/\">Majalah Poultry Indonesia Edisi Agustus 2025<\/a>, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi:\u00a0<a href=\"https:\/\/wa.me\/+6287780120754\">https:\/\/wa.me\/+6287780120754<\/a>\u00a0 atau sirkulasipoultry@gmail.com<\/em><\/h6>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\">\n<div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon sd-sharing\">\n<h6 class=\"sd-title\"><\/h6>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Performa terbaik ditemukan pada grup B, yaitu kelompok ayam yang diberi pakan dengan substitusi 15% PKM fermentasi. Hasil ini merupakan efek dari peningkatan nilai gizi dan daya cerna PKM akibat proses fermentasi. Dalam industri perunggasan, pakan merupakan komponen biaya tertinggi yang dapat mencapai 60\u201370% dari total biaya produksi. Ketergantungan pada bahan pakan konvensional seperti bungkil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":25035,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Peluang Limbah Sawit sebagai Substitusi Bungkil Kedelai dalam Pakan Broiler | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Performa terbaik ditemukan pada grup B, yaitu kelompok ayam yang diberi pakan dengan substitusi 15% PKM fermentasi. Hasil ini merupakan efek dari peningkatan nilai gizi dan daya cerna PKM akibat proses fermentasi. Dalam industri perunggasan, pakan merupakan komponen biaya tertinggi yang dapat mencapai 60\u201370% dari total biaya produksi. Ketergantungan pada bahan pakan konvensional seperti bungkil [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-20T05:39:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-10T05:49:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Riset-Agustus25.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Riset-Agustus25.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Riset-Agustus25.jpg\",\"width\":1400,\"height\":1200},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler\/\",\"name\":\"Peluang Limbah Sawit sebagai Substitusi Bungkil Kedelai dalam Pakan Broiler | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-08-20T05:39:38+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-10T05:49:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Peluang Limbah Sawit sebagai Substitusi Bungkil Kedelai dalam Pakan Broiler\",\"datePublished\":\"2025-08-20T05:39:38+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-10T05:49:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler\/#webpage\"},\"wordCount\":558,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-limbah-sawit-sebagai-substitusi-bungkil-kedelai-dalam-pakan-broiler\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Riset-Agustus25.jpg\",\"articleSection\":[\"Riset\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Riset-Agustus25.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-6vM","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25034"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25034"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25034\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25036,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25034\/revisions\/25036"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25035"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25034"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25034"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25034"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}