{"id":25107,"date":"2024-11-11T12:40:37","date_gmt":"2024-11-11T05:40:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=25107"},"modified":"2025-11-11T12:50:46","modified_gmt":"2025-11-11T05:50:46","slug":"laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris\/","title":{"rendered":"Laporan Ekskresi Nitrogen dan Fosfor pada Industri Perunggasan untuk Menjaga Keberlanjutan Ekologi Inggris"},"content":{"rendered":"<p><b>Oleh: Elinda Luxitawati*<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSebagai langkah manajemen nutrien limbah perunggasan, peternak unggas di seluruh Inggris harus melaporkan tingkat ekskresi nitrogen dan fosfor setiap tahunnya mulai 1 Januari 2025 mendatang\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Urgensi keberlanjutan lingkungan industri perunggasan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa tahun terakhir, para pelaku industri dan pembuat kebijakan di berbagai negara telah menyoroti upaya perwujudan sektor pertanian yang berkelanjutan. Fokus tersebut dimaksudkan agar dapat memenuhi pentingnya kebutuhan pangan saat ini, tanpa harus mengorbankan kemampuan untuk mencukupi kebutuhan pangan generasi mendatang.\u00a0 Bagaimanapun, pangan adalah kebutuhan pokok yang harus selalu tersedia sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Mengacu pada laman resmi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">United Nations (UN)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, populasi dunia diproyeksikan akan mencapai 8,5 miliar orang pada tahun 2030 dan bertambah menjadi 9,7 miliar orang pada tahun 2050. Proyeksi tersebut memberi gambaran betapa pentingnya setiap negara untuk bijak mengelola sumberdaya, sehingga dapat menyisihkan porsi bagi kesejahteraan jangka panjang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sektor peternakan, merupakan salah satu garda terdepan pemenuhan kebutuhan pangan hewani, yang dalam praktiknya tak hanya dapat memberikan keuntungan secara ekonomi dan sosial, namun juga berpotensi untuk menimbulkan pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan hidup. Pertimbangan lingkungan seharusnya menjadi bagian yang terintegrasi dan penting dalam manajemen industri peternakan. Pasalnya, konsep berkelanjutan dalam menjalankan usaha peternakan tidak hanya berbasis pada dimensi ekonomi dan sosial, melainkan juga harus berbasis pada dimensi ekologi (Ratriyanto dan Marfai, 2010; Wahyuni dan Santoso, 2023).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa terkecuali, industri unggas sebagai penghasil daging dan telur, harus memenuhi pertimbangan keberlanjutan lingkungan. Limbah industri unggas terdiri atas bulu, tumpahan pakan, limbah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hatchery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, limbah rumah potong ayam, limbah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> litter, <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">death birds<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (bangkai unggas)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan ekskreta. Limbah tersebut dapat mengandung bakteri patogen, logam berat, serta juga dapat mengandung residu obat-obatan yang dapat menimbulkan resiko bagi kesehatan manusia. Beberapa gas yang terbentuk seperti ammonia (NH<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">) dan hidrogen sulfida (H<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">S) dapat mengganggu kesehatan ternak dan manusia. Belum lagi, kandungan nutrien seperti nitrogen (N) dan fosfor (P) yang tinggi dalam ekskreta unggas. Tanpa adanya pemrosesan limbah yang baik, akumulasi signifikan kedua ekskresi nutrien tersebut di dalam lingkungan dapat berpotensi menimbulkan pencemaran air dan tanah (Chen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">et al.,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> 2009; Richa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">et. al.,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> 2020).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Laporan ekskresi nitrogen dan fosfor sektor perunggasan Inggris<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsekuensi dari intensifikasi peternakan sejak 2011, lingkungan Inggris harus menggendong beban kotoran yang luar biasa. Peternak sebagai pemohon persetujuan terkait perencanaan dan izin lingkungan pendirian kandang unggas, harus memenuhi peraturan pencegahan polusi yang ketat. Mengutip keterangan mengenai peternakan intensif dari laman resmi Badan Lingkungan Hidup (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Environment Agency\/EA)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, EA menerapkan peraturan perizinan lingkungan sebagai komitmen untuk menciptakan peternakan yang berkelanjutan serta menekan kerusakan lingkungan. Untuk dapat beroperasi, peternakan unggas intensif dengan kapasitas 40.000 ekor atau lebih, wajib memperoleh izin berdasarkan peraturan perizinan lingkungan. Peternakan yang telah mendapatkan izin tersebut selanjutnya disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">permitted farms<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0 Setiap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">permitted farms<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan dilakukan inspeksi setidaknya sekali setiap tiga tahun untuk memastikan peternak patuh terhadap ketentuan-ketentuan yang tercantum pada dokumen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Best Available Technique (BAT). <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Dokumen tersebut menetapkan persyaratan dan level tertentu untuk memonitor dan melaporkan nutrien limbah atau emisi yang dihasilkan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">permitted farms.<\/span><\/i><\/p>\n<p><em>Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Internasional pada majalah Poultry Indonesia edisi November 2024. Baca selengkapnya di <a href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/daya-saing-produk-perunggasan\/#dearflip-df_23631\/42\/\">Majalah Poultry Indonesia Edisi November 2024<\/a>, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi:\u00a0<a href=\"https:\/\/wa.me\/+6287780120754\">https:\/\/wa.me\/+6287780120754<\/a>\u00a0 atau sirkulasipoultry@gmail.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Elinda Luxitawati* \u201cSebagai langkah manajemen nutrien limbah perunggasan, peternak unggas di seluruh Inggris harus melaporkan tingkat ekskresi nitrogen dan fosfor setiap tahunnya mulai 1 Januari 2025 mendatang\u201d Urgensi keberlanjutan lingkungan industri perunggasan Beberapa tahun terakhir, para pelaku industri dan pembuat kebijakan di berbagai negara telah menyoroti upaya perwujudan sektor pertanian yang berkelanjutan. Fokus tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":25108,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[17],"tags":[2227],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Laporan Ekskresi Nitrogen dan Fosfor pada Industri Perunggasan untuk Menjaga Keberlanjutan Ekologi Inggris | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Elinda Luxitawati* \u201cSebagai langkah manajemen nutrien limbah perunggasan, peternak unggas di seluruh Inggris harus melaporkan tingkat ekskresi nitrogen dan fosfor setiap tahunnya mulai 1 Januari 2025 mendatang\u201d Urgensi keberlanjutan lingkungan industri perunggasan Beberapa tahun terakhir, para pelaku industri dan pembuat kebijakan di berbagai negara telah menyoroti upaya perwujudan sektor pertanian yang berkelanjutan. Fokus tersebut [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-11T05:40:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-11T05:50:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Inter-November24.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"470\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"614\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Inter-November24.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Inter-November24.jpg\",\"width\":470,\"height\":614},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris\/\",\"name\":\"Laporan Ekskresi Nitrogen dan Fosfor pada Industri Perunggasan untuk Menjaga Keberlanjutan Ekologi Inggris | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-11-11T05:40:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-11T05:50:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Laporan Ekskresi Nitrogen dan Fosfor pada Industri Perunggasan untuk Menjaga Keberlanjutan Ekologi Inggris\",\"datePublished\":\"2024-11-11T05:40:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-11T05:50:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris\/#webpage\"},\"wordCount\":518,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/laporan-ekskresi-nitrogen-dan-fosfor-pada-industri-perunggasan-untuk-menjaga-keberlanjutan-ekologi-inggris\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Inter-November24.jpg\",\"keywords\":[\"#PoultryIndonesia #perunggasan #Peternak #Profil #telur #Tokoh #Penyakit #Internasiol #Broiler #SatwaMediaGroup\"],\"articleSection\":[\"Internasional\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Inter-November24.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-6wX","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25107"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25107"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25107\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25110,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25107\/revisions\/25110"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25108"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25107"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25107"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25107"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}