{"id":25152,"date":"2024-06-11T19:42:15","date_gmt":"2024-06-11T12:42:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=25152"},"modified":"2025-11-11T19:48:53","modified_gmt":"2025-11-11T12:48:53","slug":"sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda\/","title":{"rendered":"Sedapnya Ayam Cincane Khas Samarinda"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Memadukan pedasnya cabai dengan manisnya gula aren dan tajamnya asam jawa, sungguh membuat makanan ini menggugah selera. Terlebih keseimbangan rasa yang lezat dan rempah yang harum membuatnya sukses disukai semua kalangan!<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayam cincane merupakan masakan tradisional khas Indonesia yang berasal dari Pulau Kalimantan, lebih tepatnya dari Kota Samarinda. Hidangan ini menyajikan ayam kampung yang dimasak dengan saus pedas, manis, dan tajam yang dikenal sebagai &#8220;cincane&#8221;. Istilah &#8220;cincane&#8221; adalah nama dari saus yang terbuat dari rempah-rempah khas Samarinda. Kuah Ayam cincane terbuat dari perpaduan berbagai bahan antara lain bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, cabai, asam jawa, gula jawa, dan bumbu lainnya. Bahan-bahan ini biasanya ditumis atau dimasak bersama hingga membentuk kuah yang kental dan beraroma. Sausnya kemudian dipadukan dengan potongan ayam, dimasak hingga empuk dan meresap ke dalam bumbu sausnya. Menu kuliner yang menggoda ini, seringkali disajikan dengan nasi kukus dan dapat disertai dengan lauk lainnya seperti lalapan atau sambal terasi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon katanya, Ayam cincane ini sudah ada sejak masa Kerajaan Kutai Kartanegara. Seorang juru masak istana bernama Cincane suatu hari mencoba menyiapkan bumbu sendiri untuk memanggang ayam kampung. Ia menyatukan semua rempah yang ada lalu menumisnya sehingga aromanya memenuhi seisi istana. Raja Kutai ternyata sangat menyukainya, sehingga sejak saat itu warga Kerajaan Kutai Kartanegara mulai menyukai kuliner ini sebagai makanan sehari-hari mereka. Seiring berjalannya waktu, masakan ini semakin banyak peminatnya dan menjadi salah satu makanan khas Samarinda yang bertahan hingga saat ini. Kali ini Poultry Indonesia akan memperkenalkan resep ayam cincane yang dilansir dari laman Fimela.com. Selamat mencoba dan semoga berhasil! <\/span><b>Sabna<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Bahan:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1 kg <\/span><a href=\"https:\/\/www.fimela.com\/lifestyle\/read\/4157859\/peruntungan-shio-ayam-di-tahun-tikus-logam-2020\"><span style=\"font-weight: 400;\">ayam<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kampung<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">3 lembar daun salam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1 batang serai, memarkan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">200 ml santan kental<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">500 ml santan encer<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1 biji gula merah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Garam secukupnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Air asam jawa<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Bumbu Halus:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">5 siung bawang putih<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">8 siung bawang merah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">3 buah cabai merah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">20 buah cabai keriting merah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">3 biji kemiri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1 ruas jahe<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Cara Membuat:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cuci ayam hingga bersih dengan air mengalir, selanjutnya rendam dengan menggunakan air asam jawa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tumis bumbu halus dengan daun serai dandaun salam hingga harum.Lalu masukkan ayam kampung, dan aduk hingga merata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu masukkan santan kental aduk-aduk, dan biarkan sebentar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mendidih, tuangkan santan encer dan bumbu-bumbu lainnya, masak dengan menggunakan api kecil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masaklah hingga bumbu mulai meresap dan kental. Lalu diamkan ayam sampai beberapa jam, biarkan bumbu meresap ke dalam daging ayam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, panggang ayam menggunakan arang, bolak-balik biar tidak gosong.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dirasa sudah matang, sajikan ayam cincane dengan nasi hangat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memadukan pedasnya cabai dengan manisnya gula aren dan tajamnya asam jawa, sungguh membuat makanan ini menggugah selera. Terlebih keseimbangan rasa yang lezat dan rempah yang harum membuatnya sukses disukai semua kalangan! Ayam cincane merupakan masakan tradisional khas Indonesia yang berasal dari Pulau Kalimantan, lebih tepatnya dari Kota Samarinda. Hidangan ini menyajikan ayam kampung yang dimasak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":25153,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[18],"tags":[2228],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sedapnya Ayam Cincane Khas Samarinda | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Memadukan pedasnya cabai dengan manisnya gula aren dan tajamnya asam jawa, sungguh membuat makanan ini menggugah selera. Terlebih keseimbangan rasa yang lezat dan rempah yang harum membuatnya sukses disukai semua kalangan! Ayam cincane merupakan masakan tradisional khas Indonesia yang berasal dari Pulau Kalimantan, lebih tepatnya dari Kota Samarinda. Hidangan ini menyajikan ayam kampung yang dimasak [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-11T12:42:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-11T12:48:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Kuliner-Juni24.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Kuliner-Juni24.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Kuliner-Juni24.jpg\",\"width\":1200,\"height\":1200},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda\/\",\"name\":\"Sedapnya Ayam Cincane Khas Samarinda | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-06-11T12:42:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-11T12:48:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Sedapnya Ayam Cincane Khas Samarinda\",\"datePublished\":\"2024-06-11T12:42:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-11T12:48:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda\/#webpage\"},\"wordCount\":398,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sedapnya-ayam-cincane-khas-samarinda\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Kuliner-Juni24.jpg\",\"keywords\":[\"#PoultryIndonesia #perunggasan #Peternak #Profil #telur #Tokoh #Penyakit #Kuliner #Broiler #SatwaMediaGroup\"],\"articleSection\":[\"Kuliner\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Kuliner-Juni24.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-6xG","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25152"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25152"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25152\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25154,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25152\/revisions\/25154"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}