{"id":2531,"date":"2017-01-05T14:03:02","date_gmt":"2017-01-05T07:03:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=2531"},"modified":"2018-03-12T21:51:44","modified_gmt":"2018-03-12T14:51:44","slug":"review-kebijakan-peternakan-2016","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/","title":{"rendered":"Review Kebijakan Peternakan 2016"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>POULTRY INDONESIA, JAKARTA&#8211;<\/strong> Bincang-Bincang Agribisnis kembali mengadakan <em>Focus Group Discussion<\/em> (FGD) bertemakan \u201cReview Kebijakan Peternakan 2016: Memperkuat Investasi dan Kemandirian Ekonomi Bangsa\u201d di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur (23\/12).<\/p>\n<p>Menurut Yeka Hendra Fatika selaku pihak penyelenggara, acara ini sebagai refleksi bersama para <em>stakeholder<\/em> peternakan terkait perjalanan bsinis peternakan di tahun 2016. \u201cPeternakan memiliki potensi yang sangat besar, jika agenda-agenda program tidak dikembangkan dan dilaksanakan, maka hal ini sangat disayangkan,\u201d ucap Yeka.<\/p>\n<p>\u201cSaya mengapresiasi kepada panitia, kita semua hadir disini dalam rangka mendukung secara konstruktif dalam penyelesaian masalah-masalah peternakan selama ini,\u201d ujar Dirjen Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan drh. I Ketut Diarmita, MP. saat menjadi narasumber utama FGD ini.<\/p>\n<p>Dirjen mengakui bahwa masalah peternakan terutama kebutuhan akan daging sapi memang masih belum terselesaikan, jumlah populasi ternak sapi yang masih dibawah angka permintaan pasar menyebabkan impor sapi hidup maupun daging tak bisa dihindarkan.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah mempunyai <em>road map<\/em> kebijakan untuk tahun 2017, kita mempunyai program namanya upsus siwab (Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting), diharapkan akan ada penambahan populasi tiga juta pedet ditahun depan\u201d pungkas Dirjen.<\/p>\n<p>Berbeda pendapat dengan Dirjen, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dr.Ir.H.E. Herman Khaeron, M.Si. yang turut hadir pada acara ini mengatakan bahwa Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan selama ini tidak menggambarkan <em>road map<\/em> dan strategi yang jelas, oleh karena itu komisi IV DPR RI banyak mendapat laporan keluhan dari para peternak.<\/p>\n<p>Menurutnya, pendataan jumlah populasi sapi di Indonesia masih belum jelas. \u201cBerapa jumlah indukan, berapa jumlah sapi siap potong,\u00a0 berapa kita harus impor bakalan, berapa kita harus impor daging beku, dan lain-lain, harusnya ini yang menjadi <em>review<\/em> hari ini, bukan malah berbicara upsus siwab,\u201dkritik Herman kepada Dirjen.<\/p>\n<p>Narasumber lain, Dr. Rochadi Tawaf selaku akademisi asal Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran, turut berbicara seputar gaduhnya kondisi pasokan daging di Indonesia. Dia menjelaskan, kebijakan impor daging kerbau dari India tidak akan menyelesaikan masalah. \u201cJustru impor daging kerbau dari India ini berbahaya, India ini kan belum bebas penyakit mulut dan kuku, bagaimana jika terjadi <em>outbreak<\/em>, negara kita akan mengalami kerugian sebesar 20 Triliun,\u201d tutur Tawaf.<\/p>\n<p>Menurutnya, pemerintah saat ini harus merubah orientasi dari kebijakan yang pro konsumen ke pro produsen. \u201cPemerintah fokus saja kepada pembibitan dan pencegahan pemotongan betina produktif, selain itu juga harus menerbitkan PP tentang Otoritas Veteriner dan Sistem Kesehatan Hewan Nasional yg diamanatkan UU No 41 Tahun 2014,\u201d usul dosen senior Fapet Unpad ini.<\/p>\n<p>Pada <em>Focus Group Discussion<\/em> kali ini juga dibahas seputar dunia perunggasan, Krissantono mewakili Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) mengungkapkan bahwa adanya industri perunggasan justru yang menyelamatkan peternakan ayam ras, hanya saja opini yang muncul seolah-olah yang besar selalu menghancurkan yang kecil.<\/p>\n<p>\u201cWaktu krisis moneter 1998, properti dan segala macam habis termasuk ayamnya juga habis, akan tetapi setelah itu pelaku industri bangkit, dan malah memberikan bantuan kepada peternak, itulah yang sekarang menjadi cikal bakal kemitraan-kemitraan,\u201d ujar\u00a0Krissantono.<\/p>\n<p>Krissantono menambahkan, jalinan komunikasi antara peternak rakyat dan korporasi juga harus intens. Perlu adanya regulasi tertentu yang menguntungkan kedua belah pihak. Dia juga mengapresiasi iktikad pemerintah dengan merevisi permentan yang baru sekarang. Menurutnya, permentan yang baru sudah cukup baik dan mengakomodir kedua belah pihak, namun pada tahap pelaksanaanya juga tetap harus diawasi agar tidak tercipta suasana gaduh terus menerus.<\/p>\n<p>Pada pihak lain, Sugeng Wahyudi selaku Presidium Dewan Peternakan Rakyat Nasional, menyebutkan bahwa kontribusi peternak ayam dalam industri perunggasan semakin turun. Sebelum tahun 2000, peternak rakyat menguasai sektor budidaya sebanyak 90 persen, sekarang hanya tinggal 20 persen. \u201cAturan dalam UU No 18 Tahun 2009, disitu disebutkan paling lambat satu atau dua tahun harus ada aturan turunannya, sampai dengan tujuh tahun ternyata belum ada, ini akhirnya jadi problem,\u201d ucap Sugeng.<\/p>\n<p>Sugeng juga mengeluhkan permasalahan bisnis perunggasan yang tak kunjung usai dan selalu berulang setiap tahun. \u201cIronisnya masalah data juga tak pernah beres, berapa jumlah <em>parent stock<\/em>, kemudian berapa jumlah <em>grand parent stock<\/em>, ini lagi-lagi juga menjadi problem,\u201d keluh Sugeng. Dia berharap, adanya revisi permentan yang ditandatangani Mentan tanggal 6 Desember 2016 akan mampu menjadi pencerahan bersama kepada para pelaku perunggasan, sehingga ada koneksitas bagi pelaku besar, kecil, dan sedang.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRY INDONESIA, JAKARTA&#8211; Bincang-Bincang Agribisnis kembali mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertemakan \u201cReview Kebijakan Peternakan 2016: Memperkuat Investasi dan Kemandirian Ekonomi Bangsa\u201d di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur (23\/12). Menurut Yeka Hendra Fatika selaku pihak penyelenggara, acara ini sebagai refleksi bersama para stakeholder peternakan terkait perjalanan bsinis peternakan di tahun 2016. \u201cPeternakan memiliki potensi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":2694,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[5],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Review Kebijakan Peternakan 2016 | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRY INDONESIA, JAKARTA&#8211; Bincang-Bincang Agribisnis kembali mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertemakan \u201cReview Kebijakan Peternakan 2016: Memperkuat Investasi dan Kemandirian Ekonomi Bangsa\u201d di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur (23\/12). Menurut Yeka Hendra Fatika selaku pihak penyelenggara, acara ini sebagai refleksi bersama para stakeholder peternakan terkait perjalanan bsinis peternakan di tahun 2016. \u201cPeternakan memiliki potensi yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-01-05T07:03:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-03-12T14:51:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i1.wp.com\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/13.-Review-Kebijakan-Peternakan-2016.jpg?fit=640%2C368&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"368\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/13.-Review-Kebijakan-Peternakan-2016.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/13.-Review-Kebijakan-Peternakan-2016.jpg\",\"width\":\"640\",\"height\":\"368\",\"caption\":\"SONY DSC\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/\",\"name\":\"Review Kebijakan Peternakan 2016 | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2017-01-05T07:03:02+00:00\",\"dateModified\":\"2018-03-12T14:51:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Review Kebijakan Peternakan 2016\",\"datePublished\":\"2017-01-05T07:03:02+00:00\",\"dateModified\":\"2018-03-12T14:51:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/#webpage\"},\"wordCount\":656,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/13.-Review-Kebijakan-Peternakan-2016.jpg\",\"articleSection\":[\"Laporan Utama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/review-kebijakan-peternakan-2016\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/13.-Review-Kebijakan-Peternakan-2016.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-EP","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2531"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2531"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2531\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2990,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2531\/revisions\/2990"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2694"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}