{"id":25683,"date":"2025-12-16T11:00:18","date_gmt":"2025-12-16T04:00:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=25683"},"modified":"2025-12-16T11:01:01","modified_gmt":"2025-12-16T04:01:01","slug":"25683","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/25683\/","title":{"rendered":"Roby Cahyadi Dharma Gandawijaya, Kisah Tangguh Pionir Cage-Free di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Telur <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">cage-free<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"> punya banyak keunggulan, terutama dari sisi nutrisi dan juga kesejahteraan hewan. Nilai ini perlu digaungkan lebih kencang ke masyarakat umum, dan tentunya dengan dukungan seluruh stakeholder.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak banyak orang berani berjalan sendirian melawan arus, apalagi dalam industri perunggasan yang serba dinamis dan penuh risiko. Pada awal 2000-an, ketika isu kesejahteraan hewan bahkan belum dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, Roby Cahyadi Dharma Gandawijaya justru memutuskan untuk membangun peternakan ayam petelur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cage-free<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pertama di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem ini membiarkan ayam bergerak bebas di area luas, terpapar sinar matahari, mendapat sirkulasi udara yang baik, serta bisa berjalan dan berlari sesuai nalurinya. Ketika ayam dipelihara dengan cara ini, tingkat stres menurun dan telur yang dihasilkan menjadi lebih berkualitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menariknya, keputusan besar itu justru berawal dari penyakit asmanya yang sering kambuh. \u201cSaat masih menjalankan peternakan broiler dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">breeder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> keluarga<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, saya cukup sering belajar dan\u00a0 berkeliling ke peternakan-peternakan layer yang ada di Indonesia. Saya main ke Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Setiap kali pulang dari kunjungan kandang, asma saya selalu kambuh. Jadi saya berpikir, \u2018Kalau saya saja sakit dalam waktu singkat, bagaimana dengan karyawan saya nanti?\u2019 Dari situ saya sadar bahwa model peternakan layer konvensional tidak cocok untuk saya,\u201d tuturnya saat ditemui di kediamannya, Rabu (22\/10).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Roby sudah pernah memelihara broiler, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">breeder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan layer sehingga memahami masing-masing karakter ayam. Bekal pengalaman itu membuatnya mantap mencoba sistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cage-free<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di tahun 2002, ketika belum ada yang menjalankan sistem peternakan tersebut sama sekali. Karena belum ada rujukan, panduan, atau mentor, ia mencari jawabannya sendiri melalui praktik langsung dan rutin mengikuti pameran untuk menambah wawasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi pameran saya bertemu para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">breeder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari luar negeri. Pada masa itu ternyata mereka masih belum paham tentang peternakan tipe <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cage-free<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Padahal kalau kami lihat sejarahnya, kandang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cage-free<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu sudah ada sejak tahun 1980. Karena mungkin belum semua paham dan terbiasa dengan metode ini, jadi mereka pun tidak punya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">management guide <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">,\u201d kenangnya.<\/span><\/p>\n<p><b>Jauh dari Kata Mulus<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belajar otodidak mempertemukannya dengan kegagalan di periode pertama. Dengan berbekal kandang terbuka broiler yang dimiliki, populasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cage-free<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pertamanya diawali dengan 15 ribu ekor. Karena dahsyatnya serangan penyakit bertubi-tubi, di akhir periode pemeliharaanya hanya tersisa 2 ribu ekor saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya masih ingat waktu pertama pelihara ayam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cage-free<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dalam satu periode, semua penyakit ayam di buku kitab Poultry Disease muncul. Mulai dari macam-macam penyakit pernafasan, cacar, cacingan, pencernaan, kolera, pullorum, sampai bengkak hati, hingga kanibal telah saya temui. Semua lengkap. Tapi dari situ saya belajar banyak. Periode kedua membaik, dan seterusnya makin lama makin baik,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">CEO PT Inti Prima Satwa Sejahtera (IPSS) ini tidak menampik banyaknya masalah yang muncul seiring perjalanan membangun usaha <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cage-free<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Indonesia 20 tahun lalu.\u00a0Tapi pembenahan tidak berhenti dilakukan, mulai dari manajemen, fasilitas kandang, hingga nutrisi pakan selalu ditingkatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDari upaya yang terus kami lakukan, akhirnya saya tahu, yang jadi masalah saat itu adalah karena menggunakan pakan layer dari pabrikan. Bukan pakannya yang salah, tapi karakteristik ayam dan pola pemeliharaannya yang berbeda, sehingga membutuhkan pakan khusus. Ini juga karena saya menggunakan panduan dari pola pemeliharaan kandang baterai layer yang saya aplikasikan sama persis ke kandang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cage-free<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Padahal harusnya sangat berbeda,\u201d ucapnya. <\/span><\/p>\n<p><em>Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Profil pada majalah Poultry Indonesia edisi Desember 2025. Baca selengkapnya di <a href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kondisi-dan-proyeksi-penyakit-unggas\/#dearflip-df_25668\/72\/\">Majalah Poultry Indonesia Edisi Desember 2025<\/a>, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi:\u00a0<a href=\"https:\/\/wa.me\/+6287780120754\">https:\/\/wa.me\/+6287780120754<\/a>\u00a0 atau sirkulasipoultry@gmail.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Telur cage-free punya banyak keunggulan, terutama dari sisi nutrisi dan juga kesejahteraan hewan. Nilai ini perlu digaungkan lebih kencang ke masyarakat umum, dan tentunya dengan dukungan seluruh stakeholder. Tidak banyak orang berani berjalan sendirian melawan arus, apalagi dalam industri perunggasan yang serba dinamis dan penuh risiko. Pada awal 2000-an, ketika isu kesejahteraan hewan bahkan belum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":25684,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[16],"tags":[2230],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/25683\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Roby Cahyadi Dharma Gandawijaya, Kisah Tangguh Pionir Cage-Free di Indonesia | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Telur cage-free punya banyak keunggulan, terutama dari sisi nutrisi dan juga kesejahteraan hewan. Nilai ini perlu digaungkan lebih kencang ke masyarakat umum, dan tentunya dengan dukungan seluruh stakeholder. Tidak banyak orang berani berjalan sendirian melawan arus, apalagi dalam industri perunggasan yang serba dinamis dan penuh risiko. Pada awal 2000-an, ketika isu kesejahteraan hewan bahkan belum [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/25683\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-16T04:00:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-16T04:01:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Profil-Desember-25.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"3031\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1706\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/25683\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Profil-Desember-25.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Profil-Desember-25.jpg\",\"width\":3031,\"height\":1706},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/25683\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/25683\/\",\"name\":\"Roby Cahyadi Dharma Gandawijaya, Kisah Tangguh Pionir Cage-Free di Indonesia | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/25683\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-12-16T04:00:18+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-16T04:01:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/25683\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/25683\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/25683\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/25683\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/25683\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/25683\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Roby Cahyadi Dharma Gandawijaya, Kisah Tangguh Pionir Cage-Free di Indonesia\",\"datePublished\":\"2025-12-16T04:00:18+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-16T04:01:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/25683\/#webpage\"},\"wordCount\":552,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/25683\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Profil-Desember-25.jpg\",\"keywords\":[\"#PoultryIndonesia #perunggasan #Peternak #Profil #telur #Tokoh #Penyakit #Broiler #SatwaMediaGroup\"],\"articleSection\":[\"Tokoh\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Profil-Desember-25.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/sd8n0R-25683","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25683"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25683"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25686,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25683\/revisions\/25686"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25684"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}