{"id":27267,"date":"2026-04-14T11:02:20","date_gmt":"2026-04-14T04:02:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=27267"},"modified":"2026-04-14T11:02:20","modified_gmt":"2026-04-14T04:02:20","slug":"teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda\/","title":{"rendered":"Teh Talua, Minuman Penambah Stamina Sejak Era Penjajahan Belanda"},"content":{"rendered":"<h6><i><span style=\"font-weight: 400;\">Minuman khas Minangkabau ini memadukan teh panas dengan kuning telur, menghasilkan rasa gurih manis yang unik sekaligus dipercaya mampu memulihkan stamina sejak zaman kolonial.<\/span><\/i><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti banyak minuman tradisional Nusantara lainnya, teh talua atau teh telur bukan sekadar pelepas dahaga. Di balik tampilannya yang sederhana, minuman ini menyimpan cerita panjang tentang kebiasaan masyarakat, kearifan memanfaatkan bahan pangan lokal, hingga tradisi yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Teh talua berasal dari Sumatra Barat dan telah ada sejak ratusan tahun lalu. Ketika masa penjajahan Belanda, masyarakat memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh, yaitu teh dan telur, untuk menciptakan minuman berenergi yang bisa membantu menjaga stamina. Perpaduan teh panas dengan kuning telur, menghasilkan tekstur lembut dan rasa manis serta gurih yang khas. Sepintas rasanya menyerupai teh susu atau teh tarik, tetapi ditambah dengan lapisan buih halus di bagian atas yang memberi sensasi lembut yang berbeda.\u00a0<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian orang, kombinasi dua bahan ini mungkin terdengar aneh. Tak sedikit pula yang khawatir akan rasa amis telur yang mungkin tersisa. Namun, karena kuning telur dikocok terlebih dahulu bersama gula hingga berbuih sebelum dicampur bersama teh panas, kesan amis dari telur pun ikut menghilang. Sebagai penutup, perasan jeruk nipis juga ditambahkan untuk memberi sensasi segar sehingga menghilangkan aroma amis dari telur.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Dahulu, masyarakat Minangkabau meyakini bahwa teh talua mampu menghangatkan tubuh sekaligus memulihkan tenaga. Karena itu, minuman ini kerap dicari oleh para pekerja dan pedagang setelah menjalani aktivitas berat sepanjang hari. Hingga kini, minuman ini masih mudah ditemukan di berbagai kedai dan warung makan di Sumatra Barat. Tidak hanya diminati oleh masyarakat lokal, minuman ini juga menjadi pengalaman kuliner yang unik bagi wisatawan yang ingin merasakan kekayaan tradisi Minangkabau. <\/span><b>Anggi<\/b><\/h6>\n<h6><\/h6>\n<h6><b>Resep Teh Talua<\/b><\/h6>\n<h6><b>Bahan:<\/b><\/h6>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">1 butir telur ayam kampung, ambil kuningnya saja<\/span><\/h6>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">2 kantong teh celup<\/span><\/h6>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">100 gram gula pasir<\/span><\/h6>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">500 ml air<\/span><\/h6>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">1 buah jeruk nipis, peras airnya<\/span><\/h6>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Susu kental manis putih sesuai selera (opsional)<\/span><\/h6>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">1 sdt kayu manis bubuk (opsional)<\/span><\/h6>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h6><\/h6>\n<h6><b>Cara membuat:<\/b><\/h6>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Didihkan air dan seduh teh sampai warna airnya berubah menjadi cokelat pekat.<\/span><\/h6>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Masukkan kuning telur dan gula pasir ke dalam gelas dan kocok sampai berbuih dan warnanya berubah menjadi putih.\u00a0<\/span><\/h6>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Tuang teh panas sedikit demi sedikit ke dalam campuran kuning telur sambil terus diaduk agar tidak menggumpal.<\/span><\/h6>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Tambahkan susu kental manis sesuai selera lalu aduk hingga tercampur rata.<\/span><\/h6>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Tambahkan perasan jeruk nipis sesuai selera untuk memberi rasa segar.<\/span><\/h6>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Taburkan bubuk kayu manis di permukaan buih sebagai pemanis.<\/span><\/h6>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Sajikan selagi hangat.<\/span><\/h6>\n<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Minuman khas Minangkabau ini memadukan teh panas dengan kuning telur, menghasilkan rasa gurih manis yang unik sekaligus dipercaya mampu memulihkan stamina sejak zaman kolonial. Seperti banyak minuman tradisional Nusantara lainnya, teh talua atau teh telur bukan sekadar pelepas dahaga. Di balik tampilannya yang sederhana, minuman ini menyimpan cerita panjang tentang kebiasaan masyarakat, kearifan memanfaatkan bahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":27268,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[18],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teh Talua, Minuman Penambah Stamina Sejak Era Penjajahan Belanda | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Minuman khas Minangkabau ini memadukan teh panas dengan kuning telur, menghasilkan rasa gurih manis yang unik sekaligus dipercaya mampu memulihkan stamina sejak zaman kolonial. Seperti banyak minuman tradisional Nusantara lainnya, teh talua atau teh telur bukan sekadar pelepas dahaga. Di balik tampilannya yang sederhana, minuman ini menyimpan cerita panjang tentang kebiasaan masyarakat, kearifan memanfaatkan bahan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-14T04:02:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Kuliner-April-26.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"896\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Kuliner-April-26.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Kuliner-April-26.jpg\",\"width\":896,\"height\":800},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda\/\",\"name\":\"Teh Talua, Minuman Penambah Stamina Sejak Era Penjajahan Belanda | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-04-14T04:02:20+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-14T04:02:20+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Teh Talua, Minuman Penambah Stamina Sejak Era Penjajahan Belanda\",\"datePublished\":\"2026-04-14T04:02:20+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-14T04:02:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda\/#webpage\"},\"wordCount\":399,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/teh-talua-minuman-penambah-stamina-sejak-era-penjajahan-belanda\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Kuliner-April-26.jpg\",\"articleSection\":[\"Kuliner\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Kuliner-April-26.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-75N","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27267"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27267"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27267\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27269,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27267\/revisions\/27269"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27268"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27267"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27267"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}