{"id":27620,"date":"2026-05-18T16:07:34","date_gmt":"2026-05-18T09:07:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=27620"},"modified":"2026-05-18T16:07:34","modified_gmt":"2026-05-18T09:07:34","slug":"avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia\/","title":{"rendered":"Avian Influenza dan Disrupsi Perdagangan Unggas Dunia"},"content":{"rendered":"<h6><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lonjakan kasus flu burung yang terjadi belakangan ini tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga pada meningkatnya standar biosekuriti dan pengawasan yang secara tidak langsung memengaruhi biaya produksi dan daya saing ekspor.<\/span><\/i><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Wabah Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) strain H5N1 kembali menggemparkan dunia perunggasan internasional berkat kemunculannya kembali di berbagai negara pada akhir 2025 hingga awal 2026. Virus H5N1 sebenarnya bukan penyakit baru. Wabah ini pernah menyebabkan krisis besar di industri perunggasan dunia sejak awal 2000-an dan hingga kini virusnya tidak pernah benar-benar hilang. Setelah sempat terkendali di beberapa negara, kasus H5N1 kembali meningkat di wilayah-wilayah tertentu pada tahun lalu.\u00a0<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Virus patogen ini terus berevolusi dan mampu menyebar cepat melalui burung liar dan mamalia. Jika pada awal penyebarannya AI lebih banyak ditularkan melalui burung liar, kini dalam beberapa laporan juga berpotensi disebarkan oleh berbagai mamalia, sehingga memicu gelombang wabah baru yang tidak lagi bersifat musiman dan semakin sulit diprediksi.\u00a0<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Avian Influenza (AI) atau flu burung tidak hanya memusnahkan populasi unggas di negara-negara terdampak, tetapi juga memicu efek domino yang melumpuhkan sebagian arus perdagangan unggas dunia. Munculnya satu kasus flu burung di sebuah peternakan sudah cukup untuk menutup pintu ekspor ke puluhan negara sekaligus. Bahkan, apabila wabah hanya terlokalisir di satu titik, dampak sistemik akan tetap dirasakan pada seluruh industri nasional.<\/span><\/h6>\n<h6><b>Dampak AI pada Lalu Lintas Ekspor-Impor Unggas<\/b><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-27621\" src=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/inter-Meii26-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1665\" height=\"804\" \/>Gambaran paling nyata dari fenomena ini terjadi pada 16 Mei 2025, ketika Brasil sebagai salah satu eksportir unggas terbesar dunia, mengonfirmasi kasus HPAI pertama di peternakan komersial di kota Montenegro, negara bagian Rio Grande do Sul. Dalam hitungan hari, reaksi internasional datang silih berganti.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">China menjatuhkan larangan total terhadap seluruh impor unggas dan produk terkait dari Brasil, langkah yang menjadi pukulan berat mengingat Brasil sebelumnya memasok hampir separuh kebutuhan impor daging ayam China. Uni Eropa pun menyusul, Brasil tidak lagi diizinkan mengekspor produk unggas ke kawasan tersebut karena negara pengekspor diwajibkan bebas dari HPAI, dan Brasil tidak lagi bisa menerbitkan sertifikat kesehatan hewan yang diperlukan.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Pembatasan serupa diberlakukan oleh lebih dari dua puluh negara, di antaranya Rusia, Arab Saudi, Inggris, Turki, Korea Selatan, Jepang, Kuwait, hingga Ukraina. Dalam sekejap, ekspor unggas Brasil terhenti di berbagai pasar utamanya.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Brasil mencatatkan nilai ekspor sekitar 10 miliar dolar AS atau berkontribusi hampir 35 persen terhadap perdagangan daging ayam global pada 2024. Produk unggas dari negara ini menjangkau sekitar 150 negara tujuan. Tingginya konsentrasi perdagangan global pada negara ini juga yang membuat dampak wabah flu burung terasa begitu luas.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak tinggal diam, pemerintah Brasil bergerak cepat. Menteri Pertanian Carlos F\u00e1varo menegaskan bahwa negaranya berhasil mengendalikan wabah dengan respons yang cepat, transparan, dan sesuai protokol internasional. Setelah kasus pertama dan satu-satunya di peternakan komersial terdeteksi pada bulan Mei 2025 tersebut, pemerintah segera melakukan isolasi area, pemusnahan terbatas, serta penghentian sanitasi (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sanitary standstill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah ini menjadi krusial, karena berdasarkan standar World Organisation for Animal Health (WOAH), suatu negara baru dapat dinyatakan bebas penyakit setelah melewati 28 hari tanpa kasus baru. Brasil memenuhi syarat tersebut dan secara resmi kembali menyandang status bebas HPAI pada 18 Juni 2025, sekaligus membuka kembali ruang negosiasi perdagangan global.<\/span><\/h6>\n<p><i>Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Internasional pada majalah Poultry Indonesia edisi Mei 2026. Baca selengkapnya di <\/i><a href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/industri-pakan-ditengah-gejolak-global\/#dearflip-df_27593\/58\/\"><i>Majalah Poultry Indonesia Edisi Mei 2026<\/i><\/a><i>, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi:\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/wa.me\/+6287780120754\"><i>https:\/\/wa.me\/+6287780120754<\/i><\/a><i>\u00a0 atau sirkulasipoultry@gmail.com<\/i><\/p>\n<p><em><strong>Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di\u00a0<a href=\"https:\/\/whatsapp.com\/channel\/0029VbB4T1s7j6gFci2DxY2c\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">WhatsApp Channel Satwa Media Group.<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lonjakan kasus flu burung yang terjadi belakangan ini tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga pada meningkatnya standar biosekuriti dan pengawasan yang secara tidak langsung memengaruhi biaya produksi dan daya saing ekspor. Wabah Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) strain H5N1 kembali menggemparkan dunia perunggasan internasional berkat kemunculannya kembali di berbagai negara pada akhir 2025 hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":27622,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[17],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Avian Influenza dan Disrupsi Perdagangan Unggas Dunia | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lonjakan kasus flu burung yang terjadi belakangan ini tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga pada meningkatnya standar biosekuriti dan pengawasan yang secara tidak langsung memengaruhi biaya produksi dan daya saing ekspor. Wabah Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) strain H5N1 kembali menggemparkan dunia perunggasan internasional berkat kemunculannya kembali di berbagai negara pada akhir 2025 hingga [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-18T09:07:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/inter-Meii26.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1150\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"822\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/inter-Meii26.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/inter-Meii26.jpg\",\"width\":1150,\"height\":822},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia\/\",\"name\":\"Avian Influenza dan Disrupsi Perdagangan Unggas Dunia | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-05-18T09:07:34+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-18T09:07:34+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Avian Influenza dan Disrupsi Perdagangan Unggas Dunia\",\"datePublished\":\"2026-05-18T09:07:34+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-18T09:07:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia\/#webpage\"},\"wordCount\":557,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/avian-influenza-dan-disrupsi-perdagangan-unggas-dunia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/inter-Meii26.jpg\",\"articleSection\":[\"Internasional\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/inter-Meii26.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-7bu","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27620"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27620"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27620\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27623,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27620\/revisions\/27623"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27622"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}