{"id":27962,"date":"2026-07-01T10:34:25","date_gmt":"2026-07-01T03:34:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=27962"},"modified":"2026-07-01T10:34:25","modified_gmt":"2026-07-01T03:34:25","slug":"broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas\/","title":{"rendered":"Broiler Modern, Hasil Perjalanan Panjang Inovasi Genetika Unggas"},"content":{"rendered":"<h5><b>Oleh: Dr. Asep Anang<\/b><\/h5>\n<h5><i><span style=\"font-weight: 400;\">Broiler modern merupakan hasil dari perjalanan panjang pemuliaan genetik yang menjadikan ayam saat ini sebagai sumber protein hewani paling efisien, sekaligus menuntut manajemen yang semakin presisi di lapangan.<\/span><\/i><\/h5>\n<h5><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan seekor ayam yang menetas hari ini dan hanya membutuhkan sekitar 30 hari untuk mencapai bobot 2 kilogram. Seratus tahun lalu, ayam memerlukan lebih dari 100 hari hanya untuk mencapai bobot sekitar 1 kilogram. Perbedaan yang luar biasa ini bukanlah kebetulan semata. Hal ini merupakan buah dari salah satu program pemuliaan ternak paling sukses dalam sejarah manusia.<\/span><\/h5>\n<h5><span style=\"font-weight: 400;\">Selama hampir satu abad, para ilmuwan, pemulia ternak, dan perusahaan genetika unggas di berbagai penjuru dunia bekerja tanpa henti untuk menghasilkan ayam yang tumbuh lebih cepat, lebih efisien dalam memanfaatkan pakan, serta mampu menyediakan protein hewani dalam jumlah besar dengan biaya yang terus menurun. Hasilnya kini hadir setiap hari di meja makan masyarakat dunia, termasuk Indonesia.<\/span><\/h5>\n<h5><span style=\"font-weight: 400;\">Di Indonesia, ayam broiler telah menjadi tulang punggung penyediaan protein hewani. Produksi daging ayam nasional mencapai jutaan ton setiap tahun, menopang kebutuhan konsumsi masyarakat yang terus meningkat. Namun di balik keberhasilan itu, masih sedikit yang memahami bagaimana ayam modern sesungguhnya diciptakan. Broiler yang dipelihara peternak saat ini bukan sekadar ayam biasa yang diberi pakan lebih baik atau ditempatkan dalam kandang yang lebih modern. Broiler modern adalah produk akhir dari proses seleksi genetik yang sangat panjang dan sangat terukur.<\/span><\/h5>\n<h5><b>Perjalanan Pemuliaan yang Panjang<\/b><\/h5>\n<h5><span style=\"font-weight: 400;\">Broiler modern pada dasarnya merupakan akumulasi dari ribuan keputusan seleksi yang dilakukan selama puluhan generasi. Pada awal abad ke-20, ayam broiler tumbuh relatif lambat, membutuhkan pakan dalam jumlah besar, dan menghasilkan daging jauh lebih sedikit dibandingkan ayam saat ini. Seiring berkembangnya ilmu genetika kuantitatif dan teknologi pemuliaan, perusahaan-perusahaan genetika mulai menyeleksi individu-individu terbaik berdasarkan berbagai parameter produksi. Generasi demi generasi, hanya ayam dengan performa paling unggul yang dipilih untuk menghasilkan keturunan berikutnya.<\/span><\/h5>\n<h5><span style=\"font-weight: 400;\">Hasilnya sangat mencengangkan. Jika pada tahun 1925 ayam berumur 30 hari hanya berbobot sekitar 300 gram, maka pada tahun 2022 dengan rentang waktu yang sama, bobotnya dapat mendekati 2 kilogram. Artinya lebih dari enam kali lipat dalam kurun waktu kurang dari satu abad.<\/span><\/h5>\n<h5><span style=\"font-weight: 400;\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-27963\" src=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Opini.jpg\" alt=\"\" width=\"508\" height=\"275\" \/>Grafik 1. Perkembangan bobot badan ayam broiler pada umur 30 hari (1925\u20132022)<\/span><\/h5>\n<h5><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber: National Chicken Council, 2022.<\/span><\/i><\/h5>\n<h5><span style=\"font-weight: 400;\">Peningkatan itu tidak hanya tampak pada bobot badan. Efisiensi penggunaan pakan pun mengalami perbaikan yang luar biasa. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Feed Conversion Ratio<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (FCR) yang dahulu berada di kisaran 4 kini telah mendekati angka 1,6. Artinya, hanya sekitar 1,6 kilogram pakan yang diperlukan untuk menghasilkan 1 kilogram pertambahan bobot badan. Efisiensi inilah yang menjadikan daging ayam sebagai salah satu sumber protein hewani paling terjangkau di dunia.<\/span><\/h5>\n<h6><em>Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Opini pada majalah Poultry Indonesia edisi Juni 2026. Baca selengkapnya di <a href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kesejahteraan-hewan-unggas-di-indonesia\/#dearflip-df_27770\/66\/\">Majalah Poultry Indonesia Edisi Juni 2026<\/a>, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi:\u00a0<a href=\"https:\/\/wa.me\/+6287780120754\">https:\/\/wa.me\/+6287780120754<\/a>\u00a0 atau sirkulasipoultry@gmail.com<\/em><\/h6>\n<h6><em><strong>Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di\u00a0<a href=\"https:\/\/whatsapp.com\/channel\/0029VbB4T1s7j6gFci2DxY2c\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">WhatsApp Channel Satwa Media Group.<\/a><\/strong><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dr. Asep Anang Broiler modern merupakan hasil dari perjalanan panjang pemuliaan genetik yang menjadikan ayam saat ini sebagai sumber protein hewani paling efisien, sekaligus menuntut manajemen yang semakin presisi di lapangan. Bayangkan seekor ayam yang menetas hari ini dan hanya membutuhkan sekitar 30 hari untuk mencapai bobot 2 kilogram. Seratus tahun lalu, ayam memerlukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":27964,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[12],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Broiler Modern, Hasil Perjalanan Panjang Inovasi Genetika Unggas | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Dr. Asep Anang Broiler modern merupakan hasil dari perjalanan panjang pemuliaan genetik yang menjadikan ayam saat ini sebagai sumber protein hewani paling efisien, sekaligus menuntut manajemen yang semakin presisi di lapangan. Bayangkan seekor ayam yang menetas hari ini dan hanya membutuhkan sekitar 30 hari untuk mencapai bobot 2 kilogram. Seratus tahun lalu, ayam memerlukan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-01T03:34:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-1-Pertumbuhan-yang-sangat-cepat-membawa-tantangan-biologis-yang-harus-dikelola-dengan-baik-oleh-peternak-salah-satunya-dengan-penggunaan-kandang-closed-house..jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2008\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1338\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-1-Pertumbuhan-yang-sangat-cepat-membawa-tantangan-biologis-yang-harus-dikelola-dengan-baik-oleh-peternak-salah-satunya-dengan-penggunaan-kandang-closed-house..jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-1-Pertumbuhan-yang-sangat-cepat-membawa-tantangan-biologis-yang-harus-dikelola-dengan-baik-oleh-peternak-salah-satunya-dengan-penggunaan-kandang-closed-house..jpg\",\"width\":2008,\"height\":1338},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas\/\",\"name\":\"Broiler Modern, Hasil Perjalanan Panjang Inovasi Genetika Unggas | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-07-01T03:34:25+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-01T03:34:25+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Broiler Modern, Hasil Perjalanan Panjang Inovasi Genetika Unggas\",\"datePublished\":\"2026-07-01T03:34:25+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-01T03:34:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas\/#webpage\"},\"wordCount\":467,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/broiler-modern-hasil-perjalanan-panjang-inovasi-genetika-unggas\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-1-Pertumbuhan-yang-sangat-cepat-membawa-tantangan-biologis-yang-harus-dikelola-dengan-baik-oleh-peternak-salah-satunya-dengan-penggunaan-kandang-closed-house..jpg\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-1-Pertumbuhan-yang-sangat-cepat-membawa-tantangan-biologis-yang-harus-dikelola-dengan-baik-oleh-peternak-salah-satunya-dengan-penggunaan-kandang-closed-house..jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-7h0","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27962"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27962"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27962\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27965,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27962\/revisions\/27965"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27964"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27962"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27962"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27962"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}