{"id":28379,"date":"2026-08-20T14:24:04","date_gmt":"2026-08-20T07:24:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=28379"},"modified":"2026-08-20T14:24:04","modified_gmt":"2026-08-20T07:24:04","slug":"anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal\/","title":{"rendered":"Anak Ayam Nyaman, Hasil Produksi Maksimal"},"content":{"rendered":"<h6>Menjaga anak ayam tetap terawat dan nyaman dimulai sejak menetas. Apa yang terjadi sejak menetas hingga akhir minggu pertama akan sangat menentukan performa, kesehatan, dan keseragaman (uniformity) seluruh flok. Oleh karena itu, memastikan kondisi optimal selama masa penampungan, transportasi, dan penempatan (placement) sangatlah penting. Komunikasi yang baik antara hatchery, penyedia transportasi, dan tim peternakan akan membantu memastikan anak ayam memiliki peluang terbaik untuk mencapai performa optimal.<\/h6>\n<h6><strong>Keunggulan Tersembunyi: Kuning Telur Sisa (Residual Yolk) <\/strong><\/h6>\n<h6>Anak ayam yang baru menetas membawa cadangan alami berupa nutrisi dan air di dalam kantung kuning telur (yolk sac). Cadangan ini dapat menopang kebutuhan anak ayam hingga tiga hari setelah menetas. Karena itu, anak ayam dapat diangkut ke berbagai wilayah di dunia dan masih mampu mentoleransi keterlambatan singkat sebelum ditempatkan di kandang.<\/h6>\n<h6>Mempersempit rentang waktu penetasan (hatch window) akan meningkatkan keseragaman waktu akses terhadap pakan dan air minum, yang pada akhirnya meningkatkan keseragaman saat placement. Periode yang terlalu lama tanpa pakan dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan menurunkan potensi pertumbuhan awal. Semakin cepat anak ayam ditempatkan dan mendapatkan akses terhadap pakan serta air minum, semakin baik hasilnya. Konsumsi pakan akan merangsang perkembangan saluran pencernaan dan mempercepat penyerapan kantung kuning telur, sehingga mendukung pertumbuhan awal yang lebih baik, yang sangat penting bagi performa ayam pedaging.<\/h6>\n<h6>Berbagai sistem telah dikembangkan untuk menyediakan pakan dan air minum bagi anak ayam segera setelah atau mendekati waktu menetas. Sistem tersebut mencakup penetasan langsung di kandang pemeliharaan maupun penggunaan mesin tetas khusus yang menyediakan pakan dan air di dalam tray.<\/h6>\n<h6>Pada ayam pedaging, setiap sistem memiliki kelebihan dan kekurangan. Bergantung pada kondisi spesifik dan tuntutan regulasi setempat, sistem-sistem tersebut dapat menjadi solusi yang efektif. Namun, pada ayam pembibit (breeder), sistem pemberian pakan dini maupun penetasan di kandang umumnya tidak memungkinkan karena anak ayam harus melalui proses sexing (pemisahan jenis kelamin) dan biasanya perlu diangkut ke lokasi pemeliharaan.<\/h6>\n<h6>Anak ayam yang telah diberi pakan sebelum transportasi memiliki produksi panas metabolik yang Anak Ayam Nyaman, Hasil Produksi Maksimal lebih tinggi akibat aktifnya sistem pencernaan. Kondisi ini meningkatkan aktivitas usus dan pengeluaran kelembapan, sehingga menghasilkan feses yang lebih basah yang dapat mengurangi kekuatan kotak transportasi. Pada perjalanan yang panjang, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko kerusakan usus bahkan kematian. Di beberapa negara, regulasi transportasi hewan yang telah diberi pakan jauh lebih ketat dibandingkan hewan yang belum diberi pakan.<\/h6>\n<h6>Dalam setiap tahap, anak ayam harus dipelihara dengan standar biosekuriti setinggi mungkin. Hindari mencampur flok dari hatchery yang berbeda dalam satu kendaraan transportasi dan gunakan kendaraan dengan pengendalian lingkungan apabila memungkinkan.<\/h6>\n<h6><strong>Bagaimana Kondisi Suhunya? <\/strong><\/h6>\n<h6>Anak ayam yang baru menetas belum mampu mengendalikan suhu tubuhnya secara sempurna. Suhu tubuh mereka sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan sekitar. Meskipun demikian, anak ayam menghasilkan panas metabolik sehingga mereka akan mengubah perilaku untuk menyesuaikan mikroklimat di sekitarnya.<\/h6>\n<h6>Ketika merasa dingin, anak ayam akan bergerombol untuk berbagi panas tubuh. Sebaliknya, ketika merasa panas, mereka akan menjaga jarak satu sama lain dan terengah-engah (panting). Suhu tubuh anak ayam idealnya berada pada kisaran 39,4\u201340,6\u00b0C (103\u2013105\u00b0F). Pengukuran dapat dilakukan dengan mudah menggunakan termometer Braun Thermoscan\u00ae pada area kloaka (vent). Pemantauan suhu anak ayam selama masa penampungan, transportasi (jika memungkinkan), dan saat tiba di peternakan akan memberikan gambaran mengenai suhu lingkungan yang diperlukan untuk mempertahankan suhu tubuh dalam kisaran ideal serta tingkat keseragaman suhu di ruang penampungan maupun kendaraan transportasi.<\/h6>\n<h6>Pengendalian suhu yang buruk dapat menyebabkan overheating dan dehidrasi, atau sebaliknya chilling (kedinginan), yang keduanya dapat menurunkan kualitas anak ayam. Umumnya, chilling memiliki dampak yang lebih besar terhadap kematian pada tujuh hari pertama dibandingkan overheating. Namun selama transportasi, karena anak ayam menghasilkan panas metabolik di dalam kotak, risiko chilling relatif lebih kecil. Meski demikian, upaya berlebihan untuk mencegah chilling sering kali justru menyebabkan overheating.<\/h6>\n<h6><strong>Hari-Hari Pertama: Fondasi Performa Dibangun <\/strong><\/h6>\n<h6>Setelah anak ayam tiba di peternakan, tujuan utama adalah mencapai perkembangan awal yang optimal dan keseragaman yang baik. Kandang harus dipanaskan terlebih dahulu (preheating) sehingga suhu lantai dan udara telah sesuai sebelum anak ayam datang. Lantai yang dingin atau basah dapat menyebabkan anak ayam kehilangan panas tubuh saat ditempatkan. Anak ayam harus dapat menemukan pakan dan air minum segera setelah placement. Penggunaan chick paper, feeder tambahan, dan tempat minum tambahan akan membantu mempermudah akses tersebut. Berikan pakan segar berkualitas baik dalam bentuk crumble dengan pola pemberian sedikit tetapi sering (\u201clittle and often\u201d) untuk mendorong konsumsi pakan.<\/h6>\n<h6><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-28380\" src=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/adv-aviagen-Agustus26-1.jpg\" alt=\"\" width=\"455\" height=\"612\" \/><\/h6>\n<h6>Air minum harus tersedia dalam kondisi sejuk, bersih, dan segar guna mengoptimalkan konsumsi air. Untuk membantu anak ayam menemukan pakan dan air dengan lebih mudah, gunakan pencahayaan intensitas tinggi dengan durasi panjang (23 jam terang per hari) setidaknya selama dua hari pertama. Setelah itu, periode gelap dapat ditambahkan secara bertahap dan intensitas cahaya dikurangi secara perlahan.<\/h6>\n<h6>Keberhasilan placement dapat dievaluasi melalui pengamatan perilaku anak ayam. Anak ayam seharusnya tersebar merata di area brooding, dengan sekitar sepertiga sedang tidur, sepertiga sedang makan, dan sepertiga lainnya sedang minum. Pemeriksaan crop fill (isi tembolok) perlu dilakukan untuk mengetahui persentase anak ayam yang telah makan dan minum. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan minimal dua jam setelah placement dan kembali pada 24 jam setelah placement, dengan target 95% anak ayam memiliki tembolok terisi pada 24 jam pertama.<\/h6>\n<h6><strong>Kunci Sukses Ada pada Kenyamanan Anak Ayam <\/strong><\/h6>\n<h6>Kenyamanan anak ayam sejak menetas hingga setelah placement menjadi fondasi bagi performa flok berikutnya, baik pada ayam pedaging maupun ayam pembibit. Mengetahui apakah anak ayam merasa nyaman sepanjang rantai pasok membutuhkan komunikasi yang baik serta pemantauan yang konsisten, terutama terhadap perilaku mereka.<\/h6>\n<h6>Keberhasilan program dapat dievaluasi melalui berbagai parameter, seperti tingkat kematian, keseragaman flok, bobot anak ayam, suhu tubuh anak ayam, tingkat crop fill, serta bobot badan umur tujuh hari. Seluruh indikator tersebut akan memberikan gambaran mengenai keberhasilan manajemen anak ayam sejak menetas hingga memasuki masa pemeliharaan awal. adv Informasi selengkapnya, kunjungi info center di www.aviagen.com atau scan QR code.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjaga anak ayam tetap terawat dan nyaman dimulai sejak menetas. Apa yang terjadi sejak menetas hingga akhir minggu pertama akan sangat menentukan performa, kesehatan, dan keseragaman (uniformity) seluruh flok. Oleh karena itu, memastikan kondisi optimal selama masa penampungan, transportasi, dan penempatan (placement) sangatlah penting. Komunikasi yang baik antara hatchery, penyedia transportasi, dan tim peternakan akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":28381,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[19],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Anak Ayam Nyaman, Hasil Produksi Maksimal | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menjaga anak ayam tetap terawat dan nyaman dimulai sejak menetas. Apa yang terjadi sejak menetas hingga akhir minggu pertama akan sangat menentukan performa, kesehatan, dan keseragaman (uniformity) seluruh flok. Oleh karena itu, memastikan kondisi optimal selama masa penampungan, transportasi, dan penempatan (placement) sangatlah penting. Komunikasi yang baik antara hatchery, penyedia transportasi, dan tim peternakan akan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-20T07:24:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/adv-aviagen-Agustus26.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1299\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"837\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/adv-aviagen-Agustus26.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/adv-aviagen-Agustus26.jpg\",\"width\":1299,\"height\":837},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal\/\",\"name\":\"Anak Ayam Nyaman, Hasil Produksi Maksimal | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-08-20T07:24:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-20T07:24:04+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Anak Ayam Nyaman, Hasil Produksi Maksimal\",\"datePublished\":\"2026-08-20T07:24:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-20T07:24:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal\/#webpage\"},\"wordCount\":948,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/anak-ayam-nyaman-hasil-produksi-maksimal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/adv-aviagen-Agustus26.jpg\",\"articleSection\":[\"Advertorial\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/adv-aviagen-Agustus26.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-7nJ","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28379"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28379"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28379\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28382,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28379\/revisions\/28382"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28381"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}