{"id":28539,"date":"2026-09-14T11:31:04","date_gmt":"2026-09-14T04:31:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=28539"},"modified":"2026-09-14T11:31:04","modified_gmt":"2026-09-14T04:31:04","slug":"el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas\/","title":{"rendered":"El Ni\u00f1o, Vektor, dan Penyakit: Ancaman Tersembunyi bagi Performa Unggas"},"content":{"rendered":"<h6><i><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan iklim tidak hanya membawa konsekuensi terhadap kondisi lingkungan, tetapi juga dapat menjadi faktor pemicu meningkatnya risiko penyakit pada industri perunggasan.\u00a0<\/span><\/i><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Cuaca ekstrem dan fenomena El Nino dapat mempercepat perkembangan hama serta meningkatkan risiko penyakit berbasis vektor di peternakan unggas Kondisi tersebut menjadi perhatian Envu Indonesia berkolaborasi bersama PT SHS International dengan menyelenggarakan Poultry Pest Day 2026 yang digelar secara Hybrid dari Hotel Surabaya, pada 2 September 2026.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kesempatan ini, Area Sales Manager East Area PT SHS International, drh. Kasih Kurnianto menyampaikan rasa terima kasihnya untuk partisipasi pada acara Envu Indonesia. \u201cMudah mudahan akan mendapatkan tambahan ilmu dan informasi yang akan berguna untuk menjalankan kegiatan sehari hari di tempat kerja dan dapat mengaplikasikan di lapangan,\u201d ujar Kasih.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, Vivek Sharma, Managing Director Envu Indonesia, menegaskan pentingnya industri poultry bagi perekonomian dan ketahanan pangan Indonesia. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat serta menekankan pentingnya kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan penerapan solusi tepat untuk menghadapi tantangan industri dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.\u00a0<\/span><\/h6>\n<h6><b>El Ni\u00f1o dan Risiko Heat Stress<\/b><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kesempatan tersebut, <\/span><b>drh. Harimurti Nuradji Ph.D<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan keterkaitan antara El Ni\u00f1o, heat stress, vektor, penyakit, dan performa unggas. Menurutnya, persoalan penyakit pada unggas tidak dapat dilihat hanya dari keberadaan agen penyakit.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">El Ni\u00f1o ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berdampak pada kondisi iklim di Indonesia, termasuk penurunan curah hujan dan peningkatan suhu. Bagi industri perunggasan, kondisi ini perlu diantisipasi karena suhu dan kelembaban berpengaruh langsung terhadap kenyamanan dan produktivitas unggas.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Harimurti menjelaskan bahwa peningkatan suhu dapat mempercepat siklus hidup sejumlah vektor, mulai dari telur, larva, pupa hingga dewasa. Akibatnya, populasi vektor berpotensi meningkat dan pada akhirnya memperbesar peluang terjadinya penularan penyakit. \u201cAkibatnya, populasi vektor atau hama meningkat, risiko penularan penyakit semakin tinggi dan frekuensi serangan penyakit semakin sering,\u201d ungkapnya.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Kompleksitas penyakit menunjukkan bahwa pengendalian tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan. Diperlukan pendekatan terpadu melalui biosekuriti, manajemen kandang, litter, air, pakan, ventilasi, sanitasi, vaksinasi, dan pengendalian vektor.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendalian penyakit perlu diarahkan pada pendekatan berbasis data melalui<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Disease Mapping dan Early Warning System<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pemantauan iklim, populasi vektor, dan kejadian penyakit dapat membantu mendeteksi perubahan risiko lebih dini sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum kasus berkembang.<\/span><\/h6>\n<h6><b>Menghadapi Tantangan Hama di Tengah Suhu Ekstrem<\/b><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan suhu dan kelembaban dapat mempercepat perkembangan berbagai hama dan vektor di lingkungan peternakan. Suhu yang meningkat dapat memperpendek siklus hidup lalat, kumbang Franky, nyamuk, dan gurem sehingga populasinya berpotensi meningkat.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut disampaikan <\/span><b>Hadi Suparno, Senior Technical Services Manager Envu Indonesia<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Ia menekankan bahwa pengendalian hama tidak cukup hanya dengan meningkatkan frekuensi aplikasi insektisida.\u00a0 \u201cFranky <\/span><b>(<\/b><b><i>Alphitobius diaperinus<\/i><\/b><b>)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> sulit dikendalikan bukan karena hanya satu stadium yang sulit dibunuh, tetapi karena sebagian besar siklus hidupnya tersembunyi di litter dan struktur kandang,\u201d ujar Hadi.\u00a0<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Menurutnya pengendalian perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari menjaga kebersihan dan kekeringan litter, mengelola manure, memutus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">breeding site<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hingga memilih metode aplikasi insektisida sesuai target hama. Selain itu, manajemen resistensi menjadi perhatian penting. Penggunaan bahan aktif dengan cara kerja yang sama secara berulang dapat meningkatkan risiko resistensi. Karena itu, rotasi produk dengan bahan aktif dan mekanisme kerja yang berbeda diperlukan dalam program pengendalian.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, kenaikan suhu akibat kondisi seperti El Ni\u00f1o dapat diikuti peningkatan populasi vektor\/hama apabila kondisi lingkungan mendukung. Namun, dengan pengendalian yang tepat dan terintegrasi, populasi hama dapat ditekan sehingga risiko penyakit dan gangguan terhadap performa ayam juga dapat diminimalkan.<\/span><\/h6>\n<h6><b>Integrated Pest Management Kendalikan Hama\u00a0<\/b><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Cuaca ekstrem dan fenomena El Nino dapat mempercepat perkembangan hama serta meningkatkan risiko penyakit berbasis vektor di peternakan unggas. Kondisi ini mendorong pentingnya penerapan <\/span><b>Integrated Pest Management (IPM)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai bagian dari strategi menjaga kesehatan dan performa produksi.<\/span><\/h6>\n<h6><b>Moh. Suryana, selaku Sales Manager West Java Envu Indonesia<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> menyebutkan bahwa pengendalian hama tidak cukup hanya mengandalkan produk, tetapi harus dilakukan secara terpadu melalui sanitasi, monitoring, biosekuriti, serta pengendalian yang tepat.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJangan hanya membeli produk. Kuatkan Integrated Pest Management (IPM) dan in-house pest control sebagai investasi perlindungan bisnis.\u201d ujarnya. Program IPM Envu ditujukan untuk berbagai sistem produksi, mulai dari broiler, layer hingga breeding farm, dengan fokus pada pengendalian frangky, lalat, gurem, nyamuk, dan kecoa. Pengendalian dilakukan melalui kombinasi tindakan mekanik, monitoring, pengelolaan lingkungan dan penggunaan solusi pengendalian hama secara terukur.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Ia pun menyebutkan jika hasil trial menunjukkan program Envu mampu menurunkan populasi lalat hingga <\/span><b>62%<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, dibandingkan 9% pada program existing farm. Pada layer, program juga menunjukkan perbaikan FCR\/egg mass dari 1,64 menjadi 1,56.<\/span><\/h6>\n<h6><span style=\"font-weight: 400;\">Program Envu dalam pengendalian vektor berkontribusi terhadap efisiensi pakan (FCR) yang optimal serta peningkatan kuantitas produksi. \u201cMelalui pendekatan IPM, pengendalian hama tidak lagi dipandang sebagai biaya semata, tetapi sebagai investasi untuk menjaga kesehatan flok, efisiensi pakan, performa produksi, dan profitabilitas peternakan,\u201d tutupnya.\u00a0 ADV<\/span><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perubahan iklim tidak hanya membawa konsekuensi terhadap kondisi lingkungan, tetapi juga dapat menjadi faktor pemicu meningkatnya risiko penyakit pada industri perunggasan.\u00a0 Cuaca ekstrem dan fenomena El Nino dapat mempercepat perkembangan hama serta meningkatkan risiko penyakit berbasis vektor di peternakan unggas Kondisi tersebut menjadi perhatian Envu Indonesia berkolaborasi bersama PT SHS International dengan menyelenggarakan Poultry Pest [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":28540,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[19],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"El Ni\u00f1o, Vektor, dan Penyakit: Ancaman Tersembunyi bagi Performa Unggas | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perubahan iklim tidak hanya membawa konsekuensi terhadap kondisi lingkungan, tetapi juga dapat menjadi faktor pemicu meningkatnya risiko penyakit pada industri perunggasan.\u00a0 Cuaca ekstrem dan fenomena El Nino dapat mempercepat perkembangan hama serta meningkatkan risiko penyakit berbasis vektor di peternakan unggas Kondisi tersebut menjadi perhatian Envu Indonesia berkolaborasi bersama PT SHS International dengan menyelenggarakan Poultry Pest [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-14T04:31:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/adv-Envu-September26.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"774\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"458\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/adv-Envu-September26.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/adv-Envu-September26.jpg\",\"width\":774,\"height\":458},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas\/\",\"name\":\"El Ni\\u00f1o, Vektor, dan Penyakit: Ancaman Tersembunyi bagi Performa Unggas | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-09-14T04:31:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-14T04:31:04+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"El Ni\\u00f1o, Vektor, dan Penyakit: Ancaman Tersembunyi bagi Performa Unggas\",\"datePublished\":\"2026-09-14T04:31:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-14T04:31:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas\/#webpage\"},\"wordCount\":771,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/el-nino-vektor-dan-penyakit-ancaman-tersembunyi-bagi-performa-unggas\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/adv-Envu-September26.jpg\",\"articleSection\":[\"Advertorial\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/adv-Envu-September26.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-7qj","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28539"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28539"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28539\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28541,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28539\/revisions\/28541"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28540"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}