{"id":29387,"date":"2026-11-06T11:20:37","date_gmt":"2026-11-06T04:20:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=29387"},"modified":"2026-11-06T11:20:37","modified_gmt":"2026-11-06T04:20:37","slug":"keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan\/","title":{"rendered":"Keseimbangan Pasokan DOC Menjadi Kunci Stabilitas Perunggasan"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Tangerang \u2013<\/strong> Ketidakseimbangan pasokan dan permintaan (supply-demand) masih menjadi persoalan berulang dalam industri perunggasan nasional. Karena itu, pengelolaan produksi DOC sejak hulu, termasuk pengaturan pemasukan Grandparent Stock (GPS), perlu menjadi perhatian bersama.<\/h6>\n<h6>Hal tersebut disampaikan Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Asrokh Nawawi, dalam Seminar Nasional GPMT 2026 bertema \u201cFrom Challenges to Opportunities: Evaluasi Bisnis Perunggasan 2026, Akselerasi Pertumbuhan 2027\u201d yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Kamis (5\/11\/2026).<\/h6>\n<h6>Menurut Asrokh, memproduksi ayam dalam jumlah besar bukanlah persoalan sulit bagi industri. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga keseimbangan pasokan agar seluruh mata rantai usaha, mulai dari pembibitan, peternakan, hingga industri pakan, dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan keuntungan bagi para pelakunya.<\/h6>\n<h6>\u201cKalau berbicara tentang DOC dan industri perunggasan, memproduksi ayam sebenarnya bukan hal yang sulit. Kita mau memproduksi berapa miliar ekor dalam satu tahun, itu bisa dilakukan. Namun, bagaimana menjaga keseimbangan supply-demand agar industri tetap stabil dan menguntungkan bagi seluruh pemangku kepentingan, itulah yang tidak mudah,\u201d jelasnya.<\/h6>\n<h6>Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah perubahan pola pemeliharaan ayam petelur di beberapa waktu ke belakang. Asrokh menyoroti bahwa masa produksi layer yang kini semakin panjang. Jika sebelumnya ayam umumnya dipelihara hingga umur sekitar 90 minggu, praktik di lapangan saat ini memungkinkan masa pemeliharaan mencapai 120 minggu. Perpanjangan masa produksi tersebut berpotensi meningkatkan jumlah populasi ayam produktif hingga sekitar 30%.<\/h6>\n<h6>\u201cKalau sebelumnya umur pemeliharaan sekitar 90 minggu, sekarang bisa mencapai 120 minggu. Artinya, ada potensi pertambahan populasi sekitar 30%. Dari populasi 391 juta ekor, jumlahnya bisa mencapai sekitar 521 juta ekor. Peningkatan populasi inilah yang juga berpotensi menekan harga,\u201d ungkapnya.<\/h6>\n<h6>Selain perubahan masa produksi, pola pemasukan GPS yang tidak merata juga dapat memicu kelebihan pasokan pada periode tertentu. Asrokh mencontohkan pemasukan GPS pada 2024 yang tidak berlangsung secara merata sepanjang tahun. Pemasukan tidak terjadi pada Januari\u2013Maret, tetapi terkonsentrasi pada April\u2013Desember. Pola tersebut berpotensi menyebabkan penumpukan produksi DOC pada periode berikutnya.<\/h6>\n<h6>Pada segmen layer, Asrokh menyebut populasi ayam sebenarnya mulai mengalami penurunan seiring terbatasnya pemasukan DOC. Namun, produksi tahun depan juga akan dipengaruhi oleh jumlah GPS yang menjadi sumber populasi saat ini.<\/h6>\n<h6>\u201cUntuk layer, efek tahun ini bersumber dari importasi DOC 3 tahun ke belakang, sehingga produksi DOC layer pada tahun 2023. Dan pada 2027 akan bersumber dari populasi GPS tahun 2024 yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah GPS yang menjadi basis produksi tahun ini sekitar 30.200 ekor, sedangkan untuk tahun depan diperkirakan hanya sekitar 26.000 ekor. Artinya, ada potensi bahwa kondisi layer pada tahun depan akan membaik apabila dilihat dari jumlah DOC yang beredar,\u201d ujarnya.<\/h6>\n<h6>Beralih ke broiler, Asrokh memperkirakan produksi DOC nasional pada 2027 mencapai sekitar 3,9 miliar ekor. Berdasarkan proyeksi produksi mingguan, pasokan DOC pada awal 2027 diperkirakan berada di kisaran 75\u201376 juta ekor per minggu. Produksi kemudian diproyeksikan menurun hingga mencapai titik terendah pada Juni\u2013Juli, sebelum kembali meningkat pada kuartal III dan berlanjut hingga kuartal IV.<\/h6>\n<h6>Pola tersebut menjadi perhatian karena pemasukan GPS pada 2026 akan mulai memberikan dampak terhadap produksi DOC pada semester kedua 2027. Dengan demikian, pengaturan pemasukan GPS perlu disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan pasar agar tidak menimbulkan tekanan pasokan pada periode tersebut.<\/h6>\n<h6>Ia mengingatkan, keputusan terkait pemasukan GPS tidak bisa hanya dilihat dari kebutuhan saat ini. Pemerintah dan pelaku usaha perlu memperhitungkan dampaknya terhadap produksi DOC pada periode berikutnya, terutama kuartal III dan IV 2027. \u201cKita perlu melihat kondisi ini secara cermat karena berpotensi menimbulkan persoalan besar pada 2027, khususnya kuartal III dan IV,\u201d pungkasnya.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Tangerang \u2013 Ketidakseimbangan pasokan dan permintaan (supply-demand) masih menjadi persoalan berulang dalam industri perunggasan nasional. Karena itu, pengelolaan produksi DOC sejak hulu, termasuk pengaturan pemasukan Grandparent Stock (GPS), perlu menjadi perhatian bersama. Hal tersebut disampaikan Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Asrokh Nawawi, dalam Seminar Nasional GPMT 2026 bertema \u201cFrom Challenges to Opportunities: Evaluasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":29388,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,7],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Keseimbangan Pasokan DOC Menjadi Kunci Stabilitas Perunggasan | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Tangerang \u2013 Ketidakseimbangan pasokan dan permintaan (supply-demand) masih menjadi persoalan berulang dalam industri perunggasan nasional. Karena itu, pengelolaan produksi DOC sejak hulu, termasuk pengaturan pemasukan Grandparent Stock (GPS), perlu menjadi perhatian bersama. Hal tersebut disampaikan Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Asrokh Nawawi, dalam Seminar Nasional GPMT 2026 bertema \u201cFrom Challenges to Opportunities: Evaluasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-11-06T04:20:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/WhatsApp-Image-2026-11-06-at-11.12.40-scaled.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/WhatsApp-Image-2026-11-06-at-11.12.40-scaled.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/WhatsApp-Image-2026-11-06-at-11.12.40-scaled.jpeg\",\"width\":1024,\"height\":768},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan\/\",\"name\":\"Keseimbangan Pasokan DOC Menjadi Kunci Stabilitas Perunggasan | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-11-06T04:20:37+00:00\",\"dateModified\":\"2026-11-06T04:20:37+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Keseimbangan Pasokan DOC Menjadi Kunci Stabilitas Perunggasan\",\"datePublished\":\"2026-11-06T04:20:37+00:00\",\"dateModified\":\"2026-11-06T04:20:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan\/#webpage\"},\"wordCount\":540,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/keseimbangan-pasokan-doc-menjadi-kunci-stabilitas-perunggasan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/WhatsApp-Image-2026-11-06-at-11.12.40-scaled.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Peristiwa\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/WhatsApp-Image-2026-11-06-at-11.12.40-scaled.jpeg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-7DZ","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29387"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29387"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29387\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29389,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29387\/revisions\/29389"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29388"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29387"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29387"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29387"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}