{"id":3570,"date":"2018-03-15T17:38:59","date_gmt":"2018-03-15T10:38:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/?p=3570"},"modified":"2018-04-05T09:02:44","modified_gmt":"2018-04-05T02:02:44","slug":"langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/","title":{"rendered":"Langkah Tepat Tingkatkan Performa Unggas dengan Pembatasan Penggunaan Antibiotik"},"content":{"rendered":"<h6>Beberapa waktu lalu, PT Zoetis Animalhealth Indonesia menyelenggarakan Gut Health Seminar yang berlangsung pada 15 Maret 2018 di Fairmont Hotel Jakarta. Seminar kali ini menarik perhatian banyak peserta, karena menghadirkan narasumber dari pihak pemerintah dan juga para profesional di bidang perunggasan. Dengan demikian, peserta disuguhkan informasi yang padat dan mendapatkan informasi yang berimbang.<\/h6>\n<h6>\u201cMelalui seminar ini diharapkan bisa memberikan pemahaman agar kita sebagai <em>stakeholder<\/em> dalam mengimplementasikan Permentan mengenai pelarangan penggunaan AGP dan mengetahui bagaimana langkah menghadapinya dengan lebih baik,\u201d ujar drh. Ulrich Eriki Ginting, MM., General Manager Zoetis Indonesia dalam sambutannya. Acara ini dimoderatori oleh drh. Yana Ariana, Strategic Account Manager, Zoetis Indonesia.<\/h6>\n<figure id=\"attachment_3573\" aria-describedby=\"caption-attachment-3573\" style=\"width: 409px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img data-attachment-id=\"3573\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/peserta-seminar\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Peserta-Seminar.jpg\" data-orig-size=\"1654,804\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;1.7&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;SM-N950F&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1521125491&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;4.3&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;250&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0.04&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}\" data-image-title=\"Peserta Seminar\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Peserta-Seminar-300x146.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Peserta-Seminar-1024x498.jpg\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-3573\" src=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Peserta-Seminar-300x146.jpg\" alt=\"\" width=\"409\" height=\"199\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Peserta-Seminar-300x146.jpg 300w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Peserta-Seminar-768x373.jpg 768w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Peserta-Seminar-1024x498.jpg 1024w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Peserta-Seminar-533x261.jpg 533w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Peserta-Seminar-696x338.jpg 696w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Peserta-Seminar-1068x519.jpg 1068w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Peserta-Seminar-864x420.jpg 864w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Peserta-Seminar.jpg 1654w\" sizes=\"(max-width: 409px) 100vw, 409px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3573\" class=\"wp-caption-text\">Seminar yang mengangkat topik menarik dan informatif.<\/figcaption><\/figure>\n<h6><strong>Regulasi pemerintah<\/strong><\/h6>\n<h6>Pemerintah Indonesia telah mengatur penggunaan antibiotik pada hewan untuk meminimalisir risiko resistensi, yaitu dengan melarang penggunaan <em>antibiotic growth promoter<\/em> (AGP) sebagai imbuhan pakan. Konsekuensi penggunaan antibiotik tidak hanya bagi individu, tetapi juga di komunitas, jenis resisten yang dapat menginfeksi masyarakat. Hal itu disampaikan oleh drh. Fadjar Sumping Tjatur Rasa, PhD., Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan di dalam presentasinya.<\/h6>\n<h6>\u201cSolusi alternatifnya yakni, penggunaan feed additive yang dapat meningkatkan <em>feed conversion ratio<\/em> (FCR) dan kesehatan unggas seperti yang sudah tersedia di market, menerapkan biosekuriti 3 zona, dan meningkatkan kualitas pakan,\u201d ungkap Fadjar.<\/h6>\n<h6>Melalui Kementerian Pertanian, regulasi mengenai pelarangan dan pengendalian penggunaan AGP dalam pakan serta klasifikasi obat hewan telah diatur dalam Permentan No. 14\/2017.<\/h6>\n<h6>Sementara itu, Ir. Ossy Ponsania sebagai Kasubdit Mutu, Keamanan, dan Pendaftaran Pakan \u2013 Direktorat Pakan Ditjen PKH menyatakan, arah kebijakan pakan nasional yakni menjamin ketersediaan pakan ternak (<em>feed security<\/em>) serta meningkatkan jaminan mutu dan keamanan pakan yang diproduksi dan yang diedarkan (<em>feed safety<\/em>).<\/h6>\n<h6>\u201cUntuk mencapai hal tersebut, pemerintah memiliki sejumlah strategi,\u201d ujarnya saat menyampaikan presentasi. Beberapa diantaranya, ia menyebutkan, yaitu pengembangan HPT (hasil produksi tanaman), pengembangan pakan olahan dan bahan pakan, pengembangan mutu dan keamanan pakan dengan mengembangkan regulasi pakan, meningkatkan pengawasan mutu, dan mengembangkan laboratorium pengujian mutu pakan.<\/h6>\n<h6>Dalam Permentan No. 22\/2017 juga telah diatur mengenai pendaftaran dan peredaran pakan. Pasal 2 ayat 1 menyatakan pakan yang dibuat untuk diedarkan (untuk diperdagangkan) wajib memiliki Nomor Pendaftaran Pakan (NPP). Pada pasal 25 huruf a: pakan yang diedarkan harus memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Pakan Yang Baik (CPPB). Untuk mendukung CPPB, pemerintah juga menyediakan fasilitas laboratorium pakan daerah. Hadir pula mengisi diskusi dalam acara tersebut, drh. Ni Made Ria Isriyanthi, Ph.D. selaku Kasubdit Pengawasan Obat Hewan.<\/h6>\n<h6><strong>Resistensi antibiotik<\/strong><\/h6>\n<h6>Permasalahan resistensi tidak hanya menjadi tantangan bagi Indonesia, tetapi juga semua negara. Jon Schaeffer, DVM, PhD., Senior Director, US Poultry Technical Services Zoetis Inc. memaparkan perspektifnya mengenai hal tersebut melalui presentasi yang bertajuk<em> \u201cWhat can the poultry industry do to cope with the restriction on antibiotics use and AMR issues \u2013 global perspective\u201d.<\/em><\/h6>\n<h6>\u201cPasar di seluruh dunia memiliki regulasi mengenai antibiotik yang digunakan di pakan karena mereka <em>concern<\/em> terhadap resistensi antibiotik. Semua kebijakan menekankan peran dokter hewan dalam mendiagnosa penyakit dan memberikan resep terkait antibiotik,\u201d jelas Jon Schaeffer.<\/h6>\n<h6>Food and Drug Administration (FDA) mengklasifikasikan kategori penggunaan antibiotik, antara lain pengobatan penyakit, kontrol penyakit, sebagai pencegahan penyakit, dan pemacu pertumbuhan. Seperti dalam pengobatan pada manusia, sebagian besar antibiotik yang digunakan dalam peternakan perlu diresepkan \u2014 melalui resep atau Veterinary Feed Directive (VFD) \u2014 oleh dokter hewan.<\/h6>\n<h6>Jon menguraikan produk dan tindakan Zoetis dalam menghadapi penggunaan antibiotik. Misalnya, produk LINCOMIX 110 Medicated dan BMD Granulated 10% yang memberikan pengobatan penyakit secara konsisten sekaligus memperbaiki performa unggas dengan <em>withdrawal time<\/em> (waktu henti) nol (0). Tindakan Zoetis atas kedua produk ini yaitu bekerja untuk menghapus pemacu pertumbuhan, hanya untuk penggunaan terapeutik.<\/h6>\n<h6>Untuk mengantisipasi konsekuensi penghapusan AGP adalah peningkatan kebersihan dan <em>maintenance<\/em> di <em>hatchery<\/em>, termasuk segala peralatannya. Mengawasi kondisi lalu-lintas transportasi di kandang, pemantauan terhadap bakteri, serta manajemen <em>brooding<\/em> yang baik juga perlu dijalankan.<\/h6>\n<figure id=\"attachment_3572\" aria-describedby=\"caption-attachment-3572\" style=\"width: 353px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img data-attachment-id=\"3572\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/img_3283\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3283.jpg\" data-orig-size=\"1654,1102\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;5&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;Canon EOS 600D&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1521117097&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;39&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;400&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0.016666666666667&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}\" data-image-title=\"IMG_3283\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3283-300x200.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3283-1024x682.jpg\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-3572\" src=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3283-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"353\" height=\"235\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3283-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3283-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3283-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3283-696x464.jpg 696w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3283-1068x712.jpg 1068w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3283-630x420.jpg 630w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3283.jpg 1654w\" sizes=\"(max-width: 353px) 100vw, 353px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3572\" class=\"wp-caption-text\">Sesi diskusi bersama para narasumber.<\/figcaption><\/figure>\n<h6><strong>Tantangan nutrisi dan penyakit<\/strong><\/h6>\n<h6>Nutrisi memegang peran penting dalam sistem kekebalan hewan yang juga berdampak pada kesehatan hewan. Hal ini juga menjadi isu yang berkaitan dengan era tanpa AGP. Prof. (R) Ir. Budi Tangendjaja, M.S., M.App.Sc., Ph.D. selaku <em>Nutrition and Feedtech Researcher<\/em> Balai Penelitian Ternak (Balitnak) mengatakan bahwa nutrisi juga menjadi tantangan di era pelarangan penggunaan AGP seperti saat ini.<\/h6>\n<h6>Sementara itu, Budi memberikan sejumlah saran yang dapat diterapkan untuk produksi pakan dalam era tanpa AGP, diantaranya memilih bahan baku berkualitas tinggi, meningkatkan kebersihan dan sanitasi pabrik pakan, kontrol kontaminasi mikotoksin yang mempengaruhi integritas dan kekebalan usus, terutama ketika panen jagung lokal selama musim hujan. Selain itu, gunakan bahan baku dengan daya cerna tinggi untuk mengurangi jumlah nutrisi bagi mikroorganisme yang tidak diinginkan di dalam usus, menggunakan formulasi yang seimbang untuk memenuhi kebutuhan hewan pada tahap pertumbuhan fisiologis yang berbeda, dan penggunaan alternatif untuk menggantikan AGP. Produk-produk seperti <em>organic acids<\/em>, enzim, probiotik, dan lainnya dapat membentuk usus yang sehat.<\/h6>\n<h6>\u201cPeternak membutuhkan lebih banyak lagi pendidikan tentang penggunaan antibiotik yang bertanggung jawab. Di samping itu, penting maintain kesehatan dan integritas usus di level <em>farm<\/em> dan melalui pakan yang berkualitas,\u201d tegas Budi.<\/h6>\n<figure id=\"attachment_3574\" aria-describedby=\"caption-attachment-3574\" style=\"width: 355px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img data-attachment-id=\"3574\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/img_3339\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3339.jpg\" data-orig-size=\"1772,1213\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;4&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;Canon EOS 600D&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1521139436&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;24&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;400&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0.016666666666667&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}\" data-image-title=\"IMG_3339\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3339-300x205.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3339-1024x701.jpg\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-3574\" src=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3339-300x205.jpg\" alt=\"\" width=\"355\" height=\"243\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3339-300x205.jpg 300w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3339-768x526.jpg 768w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3339-1024x701.jpg 1024w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3339-218x150.jpg 218w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3339-696x476.jpg 696w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3339-1068x731.jpg 1068w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3339-614x420.jpg 614w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/IMG_3339.jpg 1772w\" sizes=\"(max-width: 355px) 100vw, 355px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3574\" class=\"wp-caption-text\">Pemberian tanda mata dari Zoetis kepada seluruh narasumber.<\/figcaption><\/figure>\n<h6>Pelarangan penggunaan AGP juga berdampak pada kesehatan hewan. Oleh karena itu, Tony Unandar selaku konsultan perunggasan, membahasnya dari sisi penyakit. Dengan tema <em>\u201cGut health challenges in non-AGP era,\u201d<\/em> Tony menyampaikan mengenai segala hal yang berkaitan dengan produksi ayam modern dan potensi munculnya penyakit koksidiosis.<\/h6>\n<h6>\u201cKesehatan <em>gastrointestinal<\/em> (GI) <em>tract<\/em> menjadi kunci yang penting untuk mencapai produktivitas ayam modern yang maksimal,\u201d ujar Tony. Sedangkan kunci penting kesehatan integritas usus adalah dengan menjaga keseimbangan flora usus. Biosekuriti menjadi hal selanjutnya yang harus diimplementasikan oleh peternak.<\/h6>\n<h6>Untuk mengoptimalkan kesehatan usus dan mengendalikan koksidiosis, Zoetis telah memiliki program Rotecc\u2122 Coccidiosis Management. Program ini telah diaplikasikan di berbagai negara. Dengan manajemen terpadu ini, ayam dapat mencapai performa terbaiknya meski AGP telah dihapuskan.<\/h6>\n<h6>\u201cMengontrol koksidiosis harus menjadi fokus utama karena merupakan gerbang begitu banyak patogen sekunder,\u201d jelas Jon. Pada kasus infeksi koksidiosis yang sederhana sekalipun dapat menyebabkan peningkatan mortalitas, enteritis, dan membahayakan kesehatan unggas. Untuk mengoptimalkan kesehatan usus, perlu melakukan kontrol koksidiosis yang baik dan menggunakan antibiotik secara strategis sebagaimana peraturan yang berlaku. <strong>Adv<\/strong><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa waktu lalu, PT Zoetis Animalhealth Indonesia menyelenggarakan Gut Health Seminar yang berlangsung pada 15 Maret 2018 di Fairmont Hotel Jakarta. Seminar kali ini menarik perhatian banyak peserta, karena menghadirkan narasumber dari pihak pemerintah dan juga para profesional di bidang perunggasan. Dengan demikian, peserta disuguhkan informasi yang padat dan mendapatkan informasi yang berimbang. \u201cMelalui seminar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":3571,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[19],"tags":[75,29,235,223,248,79,88,247],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Langkah Tepat Tingkatkan Performa Unggas dengan Pembatasan Penggunaan Antibiotik | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Beberapa waktu lalu, PT Zoetis Animalhealth Indonesia menyelenggarakan Gut Health Seminar yang berlangsung pada 15 Maret 2018 di Fairmont Hotel Jakarta. Seminar kali ini menarik perhatian banyak peserta, karena menghadirkan narasumber dari pihak pemerintah dan juga para profesional di bidang perunggasan. Dengan demikian, peserta disuguhkan informasi yang padat dan mendapatkan informasi yang berimbang. \u201cMelalui seminar [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-03-15T10:38:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-04-05T02:02:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i2.wp.com\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/20180315_134441.jpg?fit=2048%2C995&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"995\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/20180315_134441.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/20180315_134441.jpg\",\"width\":2048,\"height\":995},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/\",\"name\":\"Langkah Tepat Tingkatkan Performa Unggas dengan Pembatasan Penggunaan Antibiotik | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2018-03-15T10:38:59+00:00\",\"dateModified\":\"2018-04-05T02:02:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Langkah Tepat Tingkatkan Performa Unggas dengan Pembatasan Penggunaan Antibiotik\",\"datePublished\":\"2018-03-15T10:38:59+00:00\",\"dateModified\":\"2018-04-05T02:02:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/#webpage\"},\"wordCount\":1002,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/langkah-tepat-tingkatkan-performa-unggas-dengan-pembatasan-penggunaan-antibiotik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/20180315_134441.jpg\",\"keywords\":[\"#advertorial\",\"adv3\",\"ayam\",\"kesehatan\",\"koksidiosis\",\"seminar\",\"unggas\",\"Zoetis\"],\"articleSection\":[\"Advertorial\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/20180315_134441.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-VA","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3570"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3570"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3570\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3577,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3570\/revisions\/3577"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3571"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}