{"id":3848,"date":"2018-04-25T14:09:27","date_gmt":"2018-04-25T07:09:27","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=3848"},"modified":"2018-04-25T17:00:41","modified_gmt":"2018-04-25T10:00:41","slug":"bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam\/","title":{"rendered":"Bagaimana Pencahayaan yang Baik untuk Ayam?"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRY INDONESIA, Jakarta &#8211;&nbsp;<\/strong>Cahaya merupakan salah satu faktor penting dalam manajemen budi daya yang berpengaruh langsung terhadap proses biologis serta tingkah laku unggas. Pencahayaan dalam kandang sangat memengaruhi aspek konsumsi pakan, pertumbuhan, dan efisiensi konversi pakan menjadi energi atau massa otot. Waktu yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan ayam adalah pada tujuh hari pertama.<\/h6>\n<h6>Itulah masa penting bagi pertumbuhan organ pencernaan yang menopang seluruh aktifitas biologis ayam. Beberapa penelitian membuktikan bahwa jumlah total lama pencahayaan bukan merupakan aspek yang utama dalam pengaturan cahaya bagi ayam pedaging. Pemberian cahaya pada ayam pedaging yang umum dilakukan peternak biasanya 24 jam secara terus-menerus dengan intensitas yang semakin menurun.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/peran-penting-air-minum-bagi-peternakan-unggas\/\"><span style=\"text-decoration: underline;\"><span style=\"color: #0000ff; text-decoration: underline;\">Peran Penting Air Minum bagi Peternakan Unggas<\/span><\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<h6>Pencahayaan selama 24 jam tanpa henti, memang mampu meningkatkan konsumsi pakan. Namun, akan menyebabkan dampak negatif seperti terjadinya gangguan ritme harian, kelainan kaki dan tulang yang mengakibatkan sulit bergerak bagi ayam pedaging. Ketika ayam sulit bergerak, maka ayam akan sulit pula untuk mendapatkan makan dan minum yang menyebabkan produksi tidak maksimal.<\/h6>\n<h6>Solusinya adalah mengurangi pemberian cahaya menjadi 16 jam. Dengan pemberian cahaya selama 16 jam, ternak ayam diberi waktu untuk mengistirahatkan diri dari proses biologis yang berjalan terus-menerus. Selama waktu padam lampu 8 jam tersebut, ternak diberikan waktu untuk menurunkan stres fisiologis, mampu meningkatkan respons kekebalan, lalu memberikan waktu bagi usus untuk mencerna makanan yang sudah dikonsumsi oleh ayam.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/menghadapi-era-tanpa-agp-telusuri-sumber-kontaminasi\/\"><span style=\"text-decoration: underline;\"><span style=\"color: #0000ff; text-decoration: underline;\">Menghadapi Era Tanpa Agp Telusuri Sumber Kontaminasi<\/span><\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<h6>Dalam manajemen pencahayaan kandang, cahaya yang diberikan pada ternak harus merata ke seluruh penjuru kandang. Untuk ayam umur 1-7 hari, pemberian cahaya sebaiknya diberikan sebesar 20 lux. Setelah satu minggu intensitas cahaya dikurangi secara bertahap menjadi 5-10 lux saja. Penerapan manajemen pencahayaan dengan waktu padam 8 jam, mampu mengurangi kematian dan meningkatkan pertumbuhan jika dibandingkan dengan pencahayaan terus menerus.<strong><em>Domi<\/em><\/strong><\/h6>\n<h6>&nbsp;<\/h6>\n<h6><em>Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di&nbsp;Majalah Poultry Indonesia&nbsp;Edisi Februari 2018 di halaman 72 dengan judul \u201c<\/em><em>Pencahayaan dalam Intensifikasi Budi Daya Ayam<\/em><em>\u201d<\/em><em>. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com&nbsp;atau hubungi 0<\/em><a href=\"tel:+622162318153\"><em>21-62318153<\/em><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRY INDONESIA, Jakarta &#8211;&nbsp;Cahaya merupakan salah satu faktor penting dalam manajemen budi daya yang berpengaruh langsung terhadap proses biologis serta tingkah laku unggas. Pencahayaan dalam kandang sangat memengaruhi aspek konsumsi pakan, pertumbuhan, dan efisiensi konversi pakan menjadi energi atau massa otot. Waktu yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan ayam adalah pada tujuh hari pertama. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":3849,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[20,9],"tags":[129,185,333,180,245,177,223,179,332,88],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Pencahayaan yang Baik untuk Ayam? | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRY INDONESIA, Jakarta &#8211;&nbsp;Cahaya merupakan salah satu faktor penting dalam manajemen budi daya yang berpengaruh langsung terhadap proses biologis serta tingkah laku unggas. Pencahayaan dalam kandang sangat memengaruhi aspek konsumsi pakan, pertumbuhan, dan efisiensi konversi pakan menjadi energi atau massa otot. Waktu yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan ayam adalah pada tujuh hari pertama. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-25T07:09:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-04-25T10:00:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Foto-Netral-1024x575.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"575\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Foto-Netral.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Foto-Netral.jpg\",\"width\":\"1654\",\"height\":\"928\",\"caption\":\"Pencahayaan yang baik dapat memaksimalkan potensi produksi\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam\/\",\"name\":\"Bagaimana Pencahayaan yang Baik untuk Ayam? | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2018-04-25T07:09:27+00:00\",\"dateModified\":\"2018-04-25T10:00:41+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/813e5fc62846aab942f2be814089cf5e\"},\"headline\":\"Bagaimana Pencahayaan yang Baik untuk Ayam?\",\"datePublished\":\"2018-04-25T07:09:27+00:00\",\"dateModified\":\"2018-04-25T10:00:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam\/#webpage\"},\"wordCount\":341,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bagaimana-pencahayaan-yang-baik-untuk-ayam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Foto-Netral.jpg\",\"keywords\":[\"#Kemitraan\",\"#Peternak\",\"berita 2\",\"broiler\",\"budidaya\",\"closedhouse\",\"kesehatan\",\"peternakan\",\"Tatalaksana\",\"unggas\"],\"articleSection\":[\"Berita Terkini\",\"Tata Laksana\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/813e5fc62846aab942f2be814089cf5e\",\"name\":\"Domi Sattyananda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocIXhJe-sPcDQ8xWOWaR2hEXbnpNB7YsX2l52Q-bbJZozPGwwg=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocIXhJe-sPcDQ8xWOWaR2hEXbnpNB7YsX2l52Q-bbJZozPGwwg=s96-c\",\"caption\":\"Domi Sattyananda\"},\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/m_domi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/Foto-Netral.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-104","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3848"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3848"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3848\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3853,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3848\/revisions\/3853"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3848"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3848"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3848"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}