{"id":4043,"date":"2018-04-01T09:20:42","date_gmt":"2018-04-01T02:20:42","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=4043"},"modified":"2018-05-11T10:11:10","modified_gmt":"2018-05-11T03:11:10","slug":"peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/","title":{"rendered":"Peran Imunomodulator sebagai Pengganti AGP"},"content":{"rendered":"<h6><strong>Sistem Kekebalan Tubuh pada Unggas<\/strong><\/h6>\n<h6>Sistem kekebalan tubuh pada unggas terdiri dari dua jenis, yaitu non-spesifik dan spesifik.(4)<\/h6>\n<h6><strong>Kekebalan Non-spesifik<\/strong><\/h6>\n<h6>Sistem kekebalan non-spesifik adalah sistem kekebalan alami unggas terhadap serangan penyakit. Ketika merancang program manajemen kesehatan, sistem kekebalan ini membutuhkan perhatian khusus.<\/h6>\n<h6>Faktor genetik. Program seleksi genetik dari generasi ke generasi telah membantu peternak untuk mengembangkan ayam yang memiliki daya tahan tinggi terhadap organisme patogen tertentu. Sebagai contoh, beberapa <em>strain<\/em> ayam secara genetik resisten terhadap virus limfoid leukosis.<\/h6>\n<h6>Suhu tubuh. Ayam memiliki suhu tubuh tinggi yang berkisar antara 40,5 \u00b0 C &#8211; 41,5 \u00b0 C. Hal ini dapat mencegah sejumlah organisme penyakit yang umum menyerang mamalia. Misalnya, penyakit <em>black leg<\/em> dan antraks tidak menjadi masalah bagi unggas.<\/h6>\n<h6>Fitur anatomis. Kulit ayam ditutupi dengan bulu. Hal ini membantu melawan cedera eksternal. Organisme patogen tidak dapat menembus lapisan tubuh ayam karena terlindungi kulit dan membran mokusa.<\/h6>\n<h6>Bakteri komensal. Usus ayam yang sehat memiliki populasi mikroba yang stabil. Mikroflora dapat membantu untuk mencegah serangan organisme patogen.<\/h6>\n<h6>Silia pada saluran pernapasan. Trakea dilapisi dengan silia. Silia memainkan peran penting dalam menghilangkan organisme patogen dan debris. Akan tetapi, tingkat debu atau amonia yang tinggi bisa membuat kerja sistem siliaris tidak efektif.<\/h6>\n<h6>Sistem kekebalan non-spesifik ini menunjukkan pentingnya meng-aplikasikan biosekuriti dan manajemen peternakan yang baik untuk menjaga ayam tetap sehat dan produktif.<\/h6>\n<h6><strong>Kekebalan Spesifik<\/strong><\/h6>\n<h6>Sistem kekebalan spesifik memiliki dua komponen, yaitu non-seluler (humoral) dan seluler. Komponen non-seluler termasuk immunoglobulin (antibodi) dan sel-sel yang memproduksi antibodi. Antibodi bekerja secara khusus terhadap antigen. Sebagai contoh, antibodi terhadap <em>Newcastle Disease<\/em> (ND) hanya bekerja terhadap virus ND. Komponen seluler dari mekanisme kekebalan spesifik mencakup semua sel yang bereaksi dengan khusus terhadap antigen kecuali yang terkait dengan produksi antibodi. Sel-sel yang terkait dengan sistem ini, yaitu Limfosit T (sel T) dan Limfosit B (sel B). Sel T diproduksi oleh timus, sedangkan sel B matang di bursa fabricius.<\/h6>\n<h6><strong>Jenis Imunitas<\/strong><\/h6>\n<h6>Ada dua jenis imunitas, yaitu kekebalan aktif dan pasif. Kekebalan aktif didefinisikan sebagai proses ketika ayam menghasilkan antibodi sendiri setelah terpapar benda asing. Proses ini terjadi saat ayam diberi vaksin atau ketika ada tantangan penyakit lapangan. Sedangkan kekebalan pasif (kekebalan maternal) adalah proses ketika anak ayam menerima antibodi dari induk ayam melalui telur. Kekebalan maternal terdapat dalam kuning telur, albumin, dan cairan telur.<\/h6>\n<p><img data-attachment-id=\"4046\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/gambar-1-3\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-1.jpg\" data-orig-size=\"2048,1307\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;Tikno&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}\" data-image-title=\"Gambar 1\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-1-300x191.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-1-1024x653.jpg\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-4046\" src=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-1-300x191.jpg\" alt=\"\" width=\"363\" height=\"231\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-1-300x191.jpg 300w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-1-768x490.jpg 768w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-1-1024x653.jpg 1024w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-1-696x444.jpg 696w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-1-1068x681.jpg 1068w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-1-658x420.jpg 658w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-1.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 363px) 100vw, 363px\" \/><\/p>\n<h6><strong>Kekebalan Saluran Intestinal Unggas<\/strong><\/h6>\n<h6>Saluran gastrointestinal atau <em>GI tract<\/em> merupakan organ penting dalam menjaga kesehatan. Saluran tersebut memiliki dua fungsi penting, yaitu menyerap nutrisi dan bertindak sebagai <em>barrier<\/em> (penghalang) terhadap bakteri patogen. Karena permukaannya yang luas, <em>GI tract<\/em> menjadi titik masuk utama bagi banyak patogen. Sistem kekebalan pada saluran gastrointestinal bertanggung jawab dalam menindak serangan patogen dan mikroorganisme komensal yang mengganggu usus. Kegagalan dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan ini dapat menyebabkan peradangan intestinal dan degenerasi jaringan.<\/h6>\n<h6><strong>Inflamasi<\/strong><\/h6>\n<h6>Sistem kekebalan dalam saluran pencernaan memainkan peran utama dalam menjaga kesehatan usus. Peradangan atau inflamasi terjadi karena kesehatan usus terganggu. Jika tidak dikontrol ketat dapat menyebabkan kerusakan besar pada usus itu sendiri. Kondisi tersebut berisiko menurunkan performa pada unggas seperti broiler dan meningkatkan risiko infeksi, misalnya, infeksi bakteri <em>Clostridia<\/em>. Salah satu pilihan yang bisa dilakukan untuk mengurangi peradangan adalah mengurangi kandungan energi pakan. Beberapa jenis AGP memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi. Dengan semakin meningkatknya kesadaran untuk mengurangi bahkan menghentikan penggunaan AGP, produsen secara aktif mencari alternatif yang sesuai. (10)<\/h6>\n<h6><strong>Imunomodulator<\/strong><\/h6>\n<h6>Imunomodulator dapat didefinisikan sebagai zat biologis atau sintetis yang dapat menstimulasi\/menekan sistem kekebalan bawaan, adaptif atau keduanya. Imunomodulator yang kuat memiliki banyak manfaat dibandingkan dengan antimikroba. Karena imunomodulator tidak mempengaruhi mikroba secara langsung, sehingga dapat meng-hindari risiko resistensi. (6)<\/h6>\n<h6>Berikut ini imunomodulator yang umum digunakan pada unggas.<\/h6>\n<h6><strong>Direct Fed Microbials (DFMs)\/Probiotik<\/strong><\/h6>\n<h6>DFM digunakan sebagai agen profilaksis terhadap bakteri patogen enterik, baik dengan cara menyeimbangkan mikrobiota, atau dengan memodulasi kekebalan inang (<em>host<\/em>), atau keduanya. Penambahan <em>B. subtilis<\/em> ketika digunakan pada broiler sebagai pemacu pertumbuhan memberikan keuntungan terhadap performa broiler. Selain itu penambahan probiotik membantu memodulasi respon kekebalan humoral dan seluler inang (<em>host<\/em>) terhadap bakteri patogen enterik. (7)<\/h6>\n<h6>DFM menstimulasi sistem kekebalan sehingga menghasilkan produksi immunoglobulin yang tinggi, stimulasi makrofag dan aktivitas limfosit serta augmentasi produksi <em>\u03b3-interferon<\/em>. (1)<\/h6>\n<h6><em>Bacillus subtilis<\/em> PB6 (CLOSTAT\u2122) milik Kemin memiliki aktivitas imunomodulator. Penggunaan profilaksis organisme ini telah membantu meringankan peradangan intestinal pada percobaan yang dilakukan pada hewan tikus. (2)<\/h6>\n<h6><strong>Asam Butirat<\/strong><\/h6>\n<h6>Asam butirat telah mendapatkan apresiasi karena memiliki efek menguntungkan terhadap inang (<em>host<\/em>), termasuk efek trofik dan anti-inflamasi pada sel epitel. (11) Studi ilmiah menunjukkan bahwa suplementasi pakan dengan butirat dapat meningkatkan performa pertumbuhan broiler yang berada dalam kondisi stres dengan cara membantu respon kekebalan dan mengurangi kerusakan jaringan.<\/h6>\n<h6>Peningkatan pertumbuhan unggas dapat dicapai melalui modulasi respon kekebalan tubuh. (12) Kemin memiliki ButiPEARL\u2122 yang merupakan sumber asam butirat\u2014dengan teknologi mikroenkapsulasi\u2014yang bekerja secara aktif melepaskan asam butirat secara perlahan dan berkelanjutan di seluruh organ pencernaan.<\/h6>\n<h6><strong>Essential Oil<\/strong><\/h6>\n<h6><em>Essential oil<\/em> dapat meningkatkan produksi dan sekresi enzim pencernaan endogen, memodulasi sistem kekebalan tubuh, memiliki aktivitas anti-jamur dan antivirus yang memiliki efek positif pada performa hewan. (3)<\/h6>\n<h6><em>Carvacrol<\/em> merupakan <em>essential oil<\/em> yang umum digunakan pada hewan dan memiliki sifat anti-inflamasi. Sifat anti-inflamasi ini tergantung pada kemampuannya untuk menekan produksi mediator inflamasi, seperti IL-1b dan <em>prostanoids<\/em>, yang kemungkinan terjadi melalui induksi pelepasan IL-10. (8)<\/h6>\n<h6><strong>Prebiotik<\/strong><\/h6>\n<h6>Prebiotik adalah bahan pakan yang tidak dapat dicerna yang dimetabolisme oleh mikrobiota usus tertentu sehingga memberikan manfaat bagi inang (<em>host<\/em>). Prebiotik mampu memodulasi mikrobiota usus dan sistem kekebalan yang bermanfaat bagi kesehatan ayam. (9)<\/h6>\n<h6><strong>Referensi<\/strong><br \/>\n1. Ajit Singh Yadav, Exploring alternatives to antibiotics as health promoting agents in poultry \u2013 A review, http:\/\/jebas.org\/Jou.Exp.Bio.Agr.Sci\/Spl.Issue.BPADDT\/10.18006_2016.4(3S).368.383.pdf<br \/>\n2. Folign\u00e9 B, Spores from two distinct colony types of the strain Bacillus subtilis PB6 substantiate anti-inflammatory probiotic effects in mice. Clin Nutr. 2012 Dec;31(6):987-94<br \/>\n3. G. Lorenzoni , Poultry Diseases Influenced by Gastrointestinal Health &#8211; Traditional Treatments and Innovative Solutions, Nottingham University Press<br \/>\n4. Jacquie Jacob, Avian Immune System articles.extension.org\/pages\/65345\/avian-immune-system<br \/>\n5. K. Dhama, Applications of Probiotics in Poultry: Enhancing Immunity and Beneficial Effects on Production Performances and Health &#8211; A Review, Journal of Immunology and Immunopathology Vol.13, No.1, January-June 2011: 1-19<br \/>\n6. Kuldeep Dhama, Effect of Immunomodulation and Immunomodulatory Agents on Health with Some Bioactive Principles, Modes of Action and Potent Biomedical Applications, International Journal of Pharmacology 11 (4): 253-290, 2015<br \/>\n7. Kyung-Woo Lee, Immune modulation by Bacillus subtilis-based direct-fed microbials in commercial broiler chickens; Animal Feed Science and Technology 200 (2015) 76\u201385<br \/>\n8. Milena da Silva Lima, Anti-inflammatory effects of carvacrol: Evidence for a key role of interleukin-10; European Journal of Pharmacology 699 (2013) 112\u2013117<br \/>\n9. Mohsen Pourabedin and Xin Zhao, Prebiotics and gut microbiota in chickens, FEMS Microbiology Letters, 362, 2015, fnv122<br \/>\n10. Theo Niewold, Gut Health, Intestinal Innate Immunity and Performance, 25th Australian Poultry Science Symposium (APSS) 2014<br \/>\n11. Yukihiro Furusawa, Commensal microbe-derived butyrate induces the differentiation of colonic regulatory T cells, doi:10.1038\/nature12721<br \/>\n12. W.H. ZHANG, Sodium butyrate maintains growth performance by regulating the immune response in broiler chickens; British Poultry Science Volume 52, Number 3 (June 2011), pp. 292\u2014301<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sistem Kekebalan Tubuh pada Unggas Sistem kekebalan tubuh pada unggas terdiri dari dua jenis, yaitu non-spesifik dan spesifik.(4) Kekebalan Non-spesifik Sistem kekebalan non-spesifik adalah sistem kekebalan alami unggas terhadap serangan penyakit. Ketika merancang program manajemen kesehatan, sistem kekebalan ini membutuhkan perhatian khusus. Faktor genetik. Program seleksi genetik dari generasi ke generasi telah membantu peternak untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4045,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[19],"tags":[75,65,235,381,228,88],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Peran Imunomodulator sebagai Pengganti AGP | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sistem Kekebalan Tubuh pada Unggas Sistem kekebalan tubuh pada unggas terdiri dari dua jenis, yaitu non-spesifik dan spesifik.(4) Kekebalan Non-spesifik Sistem kekebalan non-spesifik adalah sistem kekebalan alami unggas terhadap serangan penyakit. Ketika merancang program manajemen kesehatan, sistem kekebalan ini membutuhkan perhatian khusus. Faktor genetik. Program seleksi genetik dari generasi ke generasi telah membantu peternak untuk [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-01T02:20:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-05-11T03:11:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-2.jpg?fit=2048%2C1516&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1516\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-2.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1516},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/\",\"name\":\"Peran Imunomodulator sebagai Pengganti AGP | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2018-04-01T02:20:42+00:00\",\"dateModified\":\"2018-05-11T03:11:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Peran Imunomodulator sebagai Pengganti AGP\",\"datePublished\":\"2018-04-01T02:20:42+00:00\",\"dateModified\":\"2018-05-11T03:11:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/#webpage\"},\"wordCount\":1110,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peran-imunomodulator-sebagai-pengganti-agp\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-2.jpg\",\"keywords\":[\"#advertorial\",\"adv6\",\"ayam\",\"imunomodulator\",\"Kemin\",\"unggas\"],\"articleSection\":[\"Advertorial\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Gambar-2.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-13d","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4043"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4043"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4043\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4047,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4043\/revisions\/4047"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4045"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4043"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4043"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4043"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}