{"id":4918,"date":"2018-09-25T08:12:11","date_gmt":"2018-09-25T01:12:11","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=4918"},"modified":"2018-09-25T08:12:11","modified_gmt":"2018-09-25T01:12:11","slug":"limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik\/","title":{"rendered":"Limbah Rumput Laut sebagai Pakan Alternatif Itik"},"content":{"rendered":"<h6><strong>Oleh Nurul Fransiska S.Pt., M.Si<\/strong><\/h6>\n<h6>Limbah rumput laut <em>Gracilaria sp. <\/em>terdiri dari bagian tanaman yang berwarna kusam dan merupakan hasil sortiran dari budi daya rumput laut (Alamsjah et al., 2011; Mustaqim et al., 2014). Ketersediaan yang melimpah dan kandungan yang tidak jauh berbeda dengan rumput laut itu sendiri membuat limbah <em>Gracilaria sp<\/em>. potensial sebagai pakan ternak. Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan oleh penulis dalam memanfaatkan limbah <em>Gracilaria sp. <\/em>ini mampu mengatasi permasalahan pakan yang selama ini menjadi kendala dalam pemeliharaan Itik Tegal. Patel dan Goyal (2011) menyatakan bahwa peran limbah rumput laut memiliki sifat mampu menurunkan <em>hiperlipidemia<\/em>. Senyawa antioksidan yang terkandung dalam limbah <em>Gracilaria sp. <\/em>mampu berperan dalam penurunan lemak darah.<\/h6>\n<h6>Penelitian dengan tujuan meningkatkan produktivitas yang terkait dengan aspek kesehatan kimiawi darah menjadi parameter yang sangat penting sebagai indikator perlakuan pakan. Deposisi lemak dalam produk ternak dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk faktor genetik, nutrisi, obat-obatan dan pakan. Darah adalah cairan vital yang berfungsi sebagai pengangkut nutrien ke seluruh tubuh untuk menjalankan fungsinya. bahan aktif yang terkandung dalam rumput laut berupa polisakarida yang terdapat dalam <em>Gracilaria sp. <\/em>(sulfat polisakarida). Sulfat polisakarida kaya akan senyawa <em>fucoidan. Fucoidan <\/em>memiliki monomer fukosa salah satu jenis gula biologis, selain itu juga terdapat kandungan galaktosa, <em>xylose, mannose <\/em>dan residu asam <em>glucoronic <\/em>(Lim et al., 2014). Proses pemurnian polisakarida asal rumput laut menghasilkan senyawa fenol sebesar 9,87 mg\/g dan <em>flavonoid<\/em> sebagai antioksidan (Woo et al., 2012; Lim et al., 2014; Imjongjairak et al., 2015).<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<span style=\"color: #0000ff;\">Gen MC1R dan Kaitannya dengan Produksi Itik Magelang<\/span><\/strong><\/h6>\n<h6>Menurut Shields (2012), jenis mikroalga seperti rumput laut memiliki potensi mineral yang dapat ditambahkan ke pakan sebagai penyedia sumber mineral organik yang mudah diserap. Namun limbah <em>Gracilaria sp. <\/em>memiliki kekurangan yaitu kecernaan yang rendah khususnya di dalam saluran pencernaan unggas. Dinding selnya tersusun atas kalsium karbonat (CaCO3), selulosa, dan produk fotosintetik berupa karaginan dan agar (Suparmi dan Sahri, 2009). Limbah <em>Gracilaria sp<\/em>. memiliki kandungan serat kasar selulosa dan polisakarida yang sulit dicerna oleh enzim dalam saluran pencernaan. Selulosa dalam limbah <em>Gracilaria sp. <\/em>termasuk dalam golonga<em>n Xylooligosaccharides <\/em>yang di dalamnya terdapat ikatan <em>\u03b2-(1,4) osidik <\/em>(Madhukumar dan Muralikhrishna, 2010).<\/h6>\n<h6>Hasil penelitian menunjukkan penggunaan limbah rumput laut dalam pakan sebanyak 12,5%-15% ditambah dengan multienzim komersial mampu menurunkan kadar kolesterol, trigliserida dan <em>Low Density Lipoprotein <\/em>(LDL) darah itik. Hal ini disebabkan kandungan senyawa <em>fucoidan <\/em>dalam rumput laut. Senyawa kompleks <em>fucoidan <\/em>yang terkandung dalam limbah <em>Gracilaria sp. <\/em>terdiri dari fraksi <em>xylose (Xylooligosaccharides)<\/em>, mannosa, galaktosa, glukosa dan beberapa polisakarida lain (Bilan et al., 2010). <em>Fucoidan <\/em>yang termasuk dalam sulfat polisakarida memiliki efek antikolesterol, dengan menghambat pelepasan glukosa ke dalam darah.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/meneropong-industri-peternakan-itik-nasional\/\"><span style=\"color: #0000ff;\">Meneropong Industri Peternakan Itik Nasional<\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<h6>Limbah rumput laut <em>Gracilaria sp. <\/em>dengan multienzim komersial bisa ditambahkan hingga 15% lebih tinggi dibanding menggunakan teknologi fermentasi yang hanya 10%. Penambahannya dalam ransum dapat mengurangi biaya pakan hingga Rp 1.000 per kilogram dibandingkan dengan pakan kontrol tanpa penambahan limbah rumput laut <em>Gracilaria sp<\/em>. Artinya, penggunaan limbah rumput laut dalam pakan selain bermanfaat juga bernilai ekonomis. <strong><em>Penulis merupakan dosen program studi Peternakan Universitas Perjuangan Tasikmalaya.<\/em><\/strong><\/h6>\n<h6><em>Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi <\/em><em>September<\/em><em> 2018 di halaman <\/em><em>72<\/em><em> dengan judul \u201c<\/em><em>Pemanfaatan Limbah Rumput Laut sebagai Pakan Itik Tegal<\/em><em>\u201d. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Nurul Fransiska S.Pt., M.Si Limbah rumput laut Gracilaria sp. terdiri dari bagian tanaman yang berwarna kusam dan merupakan hasil sortiran dari budi daya rumput laut (Alamsjah et al., 2011; Mustaqim et al., 2014). Ketersediaan yang melimpah dan kandungan yang tidak jauh berbeda dengan rumput laut itu sendiri membuat limbah Gracilaria sp. potensial sebagai pakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4919,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[11],"tags":[155,605,87,606,607],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Limbah Rumput Laut sebagai Pakan Alternatif Itik | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh Nurul Fransiska S.Pt., M.Si Limbah rumput laut Gracilaria sp. terdiri dari bagian tanaman yang berwarna kusam dan merupakan hasil sortiran dari budi daya rumput laut (Alamsjah et al., 2011; Mustaqim et al., 2014). Ketersediaan yang melimpah dan kandungan yang tidak jauh berbeda dengan rumput laut itu sendiri membuat limbah Gracilaria sp. potensial sebagai pakan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-09-25T01:12:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/merchant.priangan.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/18.-Riset-Pemanfaatan-Limbah-Rumput-Laut-sebagai-Pakan-Itik-Tegal-dok.-Nurul-Fransiska.jpg?fit=2048%2C1152&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1152\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/18.-Riset-Pemanfaatan-Limbah-Rumput-Laut-sebagai-Pakan-Itik-Tegal-dok.-Nurul-Fransiska.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/18.-Riset-Pemanfaatan-Limbah-Rumput-Laut-sebagai-Pakan-Itik-Tegal-dok.-Nurul-Fransiska.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1152,\"caption\":\"Limbah rumput laut dapat juga dijadikan pakan alternatif bagi itik\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik\/\",\"name\":\"Limbah Rumput Laut sebagai Pakan Alternatif Itik | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2018-09-25T01:12:11+00:00\",\"dateModified\":\"2018-09-25T01:12:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Limbah Rumput Laut sebagai Pakan Alternatif Itik\",\"datePublished\":\"2018-09-25T01:12:11+00:00\",\"dateModified\":\"2018-09-25T01:12:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik\/#webpage\"},\"wordCount\":537,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/limbah-rumput-laut-sebagai-pakan-alternatif-itik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/18.-Riset-Pemanfaatan-Limbah-Rumput-Laut-sebagai-Pakan-Itik-Tegal-dok.-Nurul-Fransiska.jpg\",\"keywords\":[\"#itik\",\"alternatif\",\"pakan\",\"riset\",\"Tasikmalaya\"],\"articleSection\":[\"Riset\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/18.-Riset-Pemanfaatan-Limbah-Rumput-Laut-sebagai-Pakan-Itik-Tegal-dok.-Nurul-Fransiska.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-1hk","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4918"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4918"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4918\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4921,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4918\/revisions\/4921"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4919"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4918"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4918"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4918"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}