{"id":4950,"date":"2018-09-28T15:46:14","date_gmt":"2018-09-28T08:46:14","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=4950"},"modified":"2018-09-28T15:48:06","modified_gmt":"2018-09-28T08:48:06","slug":"sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar\/","title":{"rendered":"Sekilas Tentang Pertanian Jagung Kalbar"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; <\/strong>Jagung merupakan salah satu komponen utama dalam pakan broiler mupun layer. Bagi para peternak layer, ketersediaan jagung bisa menjadi solusi untuk menekan biaya pakan yang merupakan 60% dari biaya produksi. Namun, ketersediaan jagung yang terbatas justru mengakibatkan para peternak layer yang terpusat di Kota Singkawang lebih memilih <em>complete feed <\/em>sebagai bahan utama pakan ternaknya.<\/h6>\n<blockquote class=\"td_pull_quote td_pull_center\"><p><span style=\"color: #000000;\"><em>Jika ada pabrik pakan yang bisa menjamin dan memastikan produksi dari petani bisa diserap seluruhnya dengan harga yang kompetitif, para petani pun dengan senang hati beralih menanam jagung<\/em><\/span><\/p><\/blockquote>\n<h6>Seorang pengusaha <em>poultry shop<\/em> di daerah Singkawang, Jimmy Prawira Jamon, mengatakan penyediaan jagung untuk pakan ternak memang sangat terbatas. Para peternak cenderung memilih pakan dengan harga yang murah ketimbang pakan dengan harga yang tinggi. Jika tersedia jagung dengan harga yang masuk akal, maka peternak akan memilih membeli jagung untuk kebutuhan <em>self mixing. <\/em>\u201cDi sini orangya (peternak) mau cari yang murah. Ketika harga jagung itu mahal, mereka beralih ke <em>complete feed. <\/em>Nah kalau jagung itu (harganya) turun, biasanya mereka <em>mix <\/em>lagi. Berhubung sekarang harga jagung masih tinggi, mereka sekarang masih pakai pakan <em>complete<\/em>,\u201d terang Jimmy, Jumat (3\/8).<\/h6>\n<h6>Pemenuhan jagung lokal untuk peternak layer di Singkawang masih belum mencukupi permintaan. Maka, untuk memenuhi kebutuhan jagung tersebut, para peternak harus mendatangkan jagung dari Pulau Jawa dengan harga yang lebih mahal. \u201cJagung lokal itu ada, tapi tidak mencukupi kebutuhan para peternak. Sehingga para peternak mau tidak mau mendatangkan jagung dari Jawa lagi,\u201d Kata Jimmy.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<\/strong><\/h6>\n<ul>\n<li>\n<h6><a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/tantangan-bisnis-perunggasan-kallimantan-barat\/\"><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Tantangan Bisnis Perunggasan Kallimantan Barat<\/strong><\/span><\/a><\/h6>\n<\/li>\n<li>\n<h6><strong><a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/bagaimana-dukungan-pemerintah-terhadap-perunggasan-kalbar\/\"><span style=\"color: #0000ff;\">Bagaimana Dukungan Pemerintah Terhadap Perunggasan Kalbar<\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<\/li>\n<li>\n<h6><a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/meninjau-perunggasan-kalimantan-barat\/\"><strong><span style=\"color: #0000ff;\">Meninjau Perunggasan Kalimantan Barat<\/span><\/strong><\/a><\/h6>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h6>Ketersediaan jagung yang terbatas membuat para investor yang ingin membuat pabrik pakan ternak enggan menanamkan modalnya di Kalimantan Barat. Karena bagaimana pun juga, investasi untuk membangun pabrik pakan bukanlah perkara mudah. Biaya yang digelontorkan juga sangat tinggi, sehingga para investor akan ekstra hati-hati dalam melakukan langkah besar seperti membangun pabrik di Kalimantan Barat.<\/h6>\n<h6>Produksi jagung sebagai bahan utama pakan ayam yang tidak terlalu banyak tersedia di Kalimantan barat, membuat langkah investor tersendat. Para pengusaha perunggasan terintegrasi juga akan mempertimbangkan manfaat yang diberikan dengan adanya pabrik pakan di wilayah ini. Jika bahan pakan seperti jagung masih mendatangkan dari pulau jawa, maka tentunya biaya produksi akan membesar. Otomatis harga pakan yang dibebankan kepada peternak menjadi lebih tinggi.<\/h6>\n<h6>Di sisi yang lain, petani jagung juga merasakan hal yang serupa. Masyarakat yang memiliki mata pencaharian sebagai petani, sebetulnya tidak \u201calergi\u201d dengan bertani komoditas jagung. Hanya saja mereka lebih mengandalkan sektor hortikultura yang harganya bisa sangat tinggi jika dijual ke negara tetangga. <em>Domi, Farid<\/em><\/h6>\n<h6><em>Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi <\/em><em>September<\/em><em> 2018 di halaman <\/em><em>2<\/em><em>4 dengan judul \u201c<\/em><em>Tantangan Bisnis Perunggasan Kalimantan Barat<\/em><em>\u201d. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Jagung merupakan salah satu komponen utama dalam pakan broiler mupun layer. Bagi para peternak layer, ketersediaan jagung bisa menjadi solusi untuk menekan biaya pakan yang merupakan 60% dari biaya produksi. Namun, ketersediaan jagung yang terbatas justru mengakibatkan para peternak layer yang terpusat di Kota Singkawang lebih memilih complete feed sebagai bahan utama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":4951,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[5],"tags":[619],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sekilas Tentang Pertanian Jagung Kalbar | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211; Jagung merupakan salah satu komponen utama dalam pakan broiler mupun layer. Bagi para peternak layer, ketersediaan jagung bisa menjadi solusi untuk menekan biaya pakan yang merupakan 60% dari biaya produksi. Namun, ketersediaan jagung yang terbatas justru mengakibatkan para peternak layer yang terpusat di Kota Singkawang lebih memilih complete feed sebagai bahan utama [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-09-28T08:46:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-09-28T08:48:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/dev.priangan.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/21.-Laput-Sekilas-Tentang-Pertanian-Jagung-Kalbar-PI_Domi.jpg?fit=2048%2C1594&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1594\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/21.-Laput-Sekilas-Tentang-Pertanian-Jagung-Kalbar-PI_Domi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/21.-Laput-Sekilas-Tentang-Pertanian-Jagung-Kalbar-PI_Domi.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1594,\"caption\":\"Ketersediaan jagung di Kalbar masih terbatas sehingga untuk memenuhi kebutuhan harus mendatangkan dari pulau Jawa\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar\/\",\"name\":\"Sekilas Tentang Pertanian Jagung Kalbar | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2018-09-28T08:46:14+00:00\",\"dateModified\":\"2018-09-28T08:48:06+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/813e5fc62846aab942f2be814089cf5e\"},\"headline\":\"Sekilas Tentang Pertanian Jagung Kalbar\",\"datePublished\":\"2018-09-28T08:46:14+00:00\",\"dateModified\":\"2018-09-28T08:48:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar\/#webpage\"},\"wordCount\":456,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/sekilas-tentang-pertanian-jagung-kalbar\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/21.-Laput-Sekilas-Tentang-Pertanian-Jagung-Kalbar-PI_Domi.jpg\",\"keywords\":[\"Kalbarjagung\"],\"articleSection\":[\"Laporan Utama\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/813e5fc62846aab942f2be814089cf5e\",\"name\":\"Domi Sattyananda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocIXhJe-sPcDQ8xWOWaR2hEXbnpNB7YsX2l52Q-bbJZozPGwwg=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocIXhJe-sPcDQ8xWOWaR2hEXbnpNB7YsX2l52Q-bbJZozPGwwg=s96-c\",\"caption\":\"Domi Sattyananda\"},\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/m_domi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/21.-Laput-Sekilas-Tentang-Pertanian-Jagung-Kalbar-PI_Domi.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-1hQ","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4950"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4950"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4950\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4953,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4950\/revisions\/4953"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}