{"id":5115,"date":"2018-10-17T08:23:41","date_gmt":"2018-10-17T01:23:41","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=5115"},"modified":"2018-10-17T08:26:50","modified_gmt":"2018-10-17T01:26:50","slug":"amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/","title":{"rendered":"Amati Gejala Ayam Terjangkit Necrotic Enteritis"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;&nbsp;<\/strong>Penyakit NE bisa menyerang semua jenis ayam, baik ayam petelur, ayam pembibitan, maupun broiler. Untuk broiler ini ada penelitian yang menyebutkan bahwa umur 2-5 minggu merupakan umur yang rentan terkena penyakit NE. Sedangkan untuk ayam petelur biasanya umur yang rentan adalah 3-6 bulan.Timbulnya penyakit NE bisa karena beberapa faktor lingkungan dan faktor dari dalam tubuh ayam itu sendiri. Faktor lingkungan seperti stres bisa dengan mudah membuat penyakit ini masuk ke dalam tubuh ayam.<\/h6>\n<blockquote class=\"td_pull_quote td_pull_center\"><p><span style=\"color: #000000;\"><em>Stres karena lingkungan bisa terjadi karena temperatur lingkungan yang sangat dingin atau sangat panas. Kandang yang terlalu padat dan litter kandang yang basah juga sangat berpengaruh untuk penyebaran penyakit ini.<\/em><\/span><\/p><\/blockquote>\n<h6>Adanya infeksi sekunder seperti koksidiosis, <em>Inclusion Body Hepatitis, <\/em>dan Gumboro bisa juga memacu timbulnya NE. Tidak hanya itu, ternyata adanya perubahan viskosistas dari isi usus juga bisa berpengaruh. Perubahan viskositas ini biasanya bisa terjadi karena pemberian pakan yang kandungan protein dan energinya berlebih, atau juga bisa adanya perubahan komposisi pakan yang dilakukan secara mendadak.<\/h6>\n<h6>Perubahan cara pemberian pakan dan jenis pakan juga bisa memengaruhi faktor stres pada ayam. Program vaksinasi juga wajib diperhatikan karena ini juga merupakan salah satu faktor yang bisa menimbulkan stres. Penggunaan antibiotik pun yang seharusnya bisa memperkecil timbulnya penyakit ini, bisa saja malah memacu timbulnya penyakit NE karena penggunaannya yang tidak tepat. Pada beberapa kejadian, NE biasanya didahului dengan koksidiosis yang ringan.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/koksidiosis-masih-merajalela\/\"><span style=\"color: #0000ff;\">Koksidiosis Masih Merajalela<\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<h6>Dari pengamatan Adin dan Lily dalam <em>Clostridial Necrotic Enteritis <\/em>dan Koksidiosis pada Ayam sebagai Penyebab Gangguan Pertumbuhan, dapat disimpulkan bahwa <em>Clostridium perfringens <\/em>sebagai penyebab NE pada ayam sangat berperan dalam kasus gangguan pertumbuhan pada ayam petelur maupun ayam pedaging. Kejadian NE sangat sering dipicu oleh adanya koksidiosis pada ayam. NE merupakan penyakit yang menimbulkan kematian, tetapi NE subklinis dapat menimbulkan kelainan usus yang tidak terlalu parah tetapi menyebabkan gangguan pertumbuhan pada ayam.<\/h6>\n<h6>Perubahan yang bisa dilihat ketika ayam terkena NE adalah pada organ usus. Beberapa gejala yang muncul bisa saja berbeda-beda penampakannya, tergantung dari keganasan infeksi. Beberapa organ usus ayam bisa terlihat menggelembung karena di dalam usus terdapat infiltrasi udara yang dikeluarkan oleh bakteri <em>Clostridium perfringens<\/em>. Dalam keadaan lain usus akan tampak terjadi penebalan di beberapa lokasi di usus. Biasanya juga akan tampak lesi berupa benjolan di beberapa lokasi sehingga usus terlihat bergelombang.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/agp-berlalu-hadirlah-medicated-feed-bagian-1\/\">AGP Berlalu Hadirlah Medicated Feed Bagian 1<\/a><\/span><\/strong><\/h6>\n<h6>Dalam keadaan kronis, permukaan usus akan tampak kasar dan rapuh menyerupai permukaan handuk. Beberapa organ lain seperti hati dan empedu juga bisa mengalami perubahan akibat penyakit ini. Dalam keadaan kronis hati akan terlihat membengkak besar dan mengalami perubahan warna lebih gelap atau merah kehitaman dari warna hati pada normalnya. Tidak hanya itu, saluran empedu juga akan mengalami keradangan dan organ empedunya sendiri juga akan mengalami pembengkakan.<\/h6>\n<h6><em>Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi <\/em><em>Oktober 2018 di halaman <\/em><em>74 dengan judul \u201c<\/em><em>Mewaspadai Ancaman Necrotic Enteritis\u201d. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n<h6>&nbsp;<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;&nbsp;Penyakit NE bisa menyerang semua jenis ayam, baik ayam petelur, ayam pembibitan, maupun broiler. Untuk broiler ini ada penelitian yang menyebutkan bahwa umur 2-5 minggu merupakan umur yang rentan terkena penyakit NE. Sedangkan untuk ayam petelur biasanya umur yang rentan adalah 3-6 bulan.Timbulnya penyakit NE bisa karena beberapa faktor lingkungan dan faktor dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":5116,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[10,8],"tags":[35,660,223,657,658,566,659],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Amati Gejala Ayam Terjangkit Necrotic Enteritis | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;&nbsp;Penyakit NE bisa menyerang semua jenis ayam, baik ayam petelur, ayam pembibitan, maupun broiler. Untuk broiler ini ada penelitian yang menyebutkan bahwa umur 2-5 minggu merupakan umur yang rentan terkena penyakit NE. Sedangkan untuk ayam petelur biasanya umur yang rentan adalah 3-6 bulan.Timbulnya penyakit NE bisa karena beberapa faktor lingkungan dan faktor dari [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-10-17T01:23:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-10-17T01:26:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i1.wp.com\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Blog-necrotic-enteritis-laying-hens-2.jpg?fit=1500%2C808&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"808\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Blog-necrotic-enteritis-laying-hens-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Blog-necrotic-enteritis-laying-hens-2.jpg\",\"width\":\"1500\",\"height\":\"808\",\"caption\":\"Penyakit Necrotic Enteritis dapat disebabkan oleh stress yang berlebihan pada ayam (Foto : www.plusvet.eu)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/\",\"name\":\"Amati Gejala Ayam Terjangkit Necrotic Enteritis | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2018-10-17T01:23:41+00:00\",\"dateModified\":\"2018-10-17T01:26:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/2c7d1c0d1352c7d42067b30a06ab0b6b\"},\"headline\":\"Amati Gejala Ayam Terjangkit Necrotic Enteritis\",\"datePublished\":\"2018-10-17T01:23:41+00:00\",\"dateModified\":\"2018-10-17T01:26:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/#webpage\"},\"wordCount\":495,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Blog-necrotic-enteritis-laying-hens-2.jpg\",\"keywords\":[\"berita3\",\"Clostridium\",\"kesehatan\",\"NE\",\"Necrotic Enteritis\",\"Stress\",\"Usus\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan\",\"Ulas Unggas\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/2c7d1c0d1352c7d42067b30a06ab0b6b\",\"name\":\"Chusnul Khotimah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocIdbPTo43ggZzFE84WnhfHYJaaIs1BU9IxNqZxjwaxVsTWdKQdK=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocIdbPTo43ggZzFE84WnhfHYJaaIs1BU9IxNqZxjwaxVsTWdKQdK=s96-c\",\"caption\":\"Chusnul Khotimah\"},\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/chusnul\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Blog-necrotic-enteritis-laying-hens-2.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-1kv","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5115"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5115"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5115\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5117,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5115\/revisions\/5117"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}