{"id":5313,"date":"2018-11-23T16:31:09","date_gmt":"2018-11-23T09:31:09","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=5313"},"modified":"2018-11-26T16:31:39","modified_gmt":"2018-11-26T09:31:39","slug":"peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur\/","title":{"rendered":"Peternak Layer Nasional : Suplai Jagung Nyawa Peternak Petelur"},"content":{"rendered":"<h6>Jagung menjadi komoditas yang sangat penting bagi peternak layer atau petelur. Jagung yang merupakan bahan pakan utama dalam pembuatan ransum pakan ayam petelur, akan sangat berpengaruh terhadap kualitas telur maupun tingkat harga pokok produksinya. Ketika harga jagung mahal, maka secara otomatis biaya untuk produksi pakan juga akan meningkat. Hal itulah yang akhir-akhir ini banyak dikeluhkan para peternak layer yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.Saat dijumpai disela-sela kesibukannya di Kawasan Kuningan Jakarta, Rabu (10\/10), Ki Musbar Mesdi, Presiden Peternak Layer Nasional (PLN) mengatakan bahwa harga jagung yang ada di lapangan saat ini sudah melebihi harga jagung yang telah ditetapkan Permendag No.96\/2018.<\/h6>\n<h6>Seharusnya, jika pemerintah konsisten dalam menerapkan aturan yang ada, maka di saat harga jagung melambung tinggi hingga melebihi angka 5 ribu rupiah per kilogramnya, operasi pasar juga harus dilakukan seperti halnya ketika harga telur sudah melebihi harga yang telah ditetapkan Permendag No.96\/2018. \u201cBayangkan saja, saat harga telur sedang tinggi, pemerintah melakukan operasi pasar dengan membeli harga telur ke peternak sesuai Permendag. Tapi ini kok seperti tebang pilih, saat harga jagung sedang tinggi, kenapa tidak ada operasi pasar untuk jagung. Kalau seperti ini rasanya tidak adil, peternak yang harus menanggung rugi,\u201d tukasnya.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/mencari-solusi-masalah-perjagungan\/\"><span style=\"color: #0000ff;\">Mencari Solusi Masalah Perjagungan<\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<h6>Seperti diketahui, anggota yang terhimpun dalam organisasi Peternak Layer Nasional mampu menyuplai kebutuhan telur nasional sebanyak 7 ribu ton setiap harinya. Oleh karena itu, dengan banyaknya peternak layer yang terhimpun dalam organisasi tersebut, maka suplai jagung menjadi nyawa bagi keberlangsungan peternak dalam beternak ayam petelur.<\/h6>\n<h6><strong>Pemerintah jangan tutup mata<\/strong><\/h6>\n<h6>Musbar menambahkan, jika berbicara kepentingan nasional, pemerintah khususnya Kementerian Pertanian seharusnya jangan berbangga diri bahwa mereka mengaku sudah surplus produksi jagung bahkan sampai bisa ekspor, akan tetapi harus dilihat secara fakta di lapangan bahwa harga jagung saat ini mahal dan peternak kesulitan mencarinya. \u201cData jagung versi pemerintah ini memang diragukan. Angka 30 juta ton itu jagungnya ada di mana, kalau memang benar jagungnya banyak, kenapa juga harga melambung naik dan sulit dicari,\u201d keluhnya kepada <em>Poultry Indonesia.<\/em><\/h6>\n<h6><strong><span style=\"color: #000000;\">Baca Juga : <a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/demi-stabililtas-pasokan-jagung-pemerintah-buka-keran-impor\/\"><span style=\"color: #0000ff;\">Demi Stabililtas Pasokan Jagung, Pemerintah Buka Keran Impor<\/span><\/a><\/span><\/strong><\/h6>\n<h6>Masih menurut Musbar, ketika berbicara komoditas jagung, berdasarkan UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan, maka jagung itu merupakan salah satu bahan pokok penting yang harus selalu tersedia cadangan stoknya. Musbar berpendapat, stok cadangan jagung nasional yang harus disiapkan Bulog minimal 300 ribu ton pada periode Juli-Desember setiap tahunnya agar harga jagung di dalam negeri bisa terkontrol. \u201cTahun ini cukup kritis karena musim tanam mundur sampai dua bulan, kami berharap pemerintah bisa membuka kran impor sebanyak 100 ribu ton untuk keberlangsungan hidup para peternak petelur,\u201d harapnya.<\/h6>\n<h6>Dalam kondisi seperti itu, sebenarnya peternak juga dihadapkan pada pilihan sulit. Keterpaksaan melakukan afkir dini artinya jumlah kepemilikan ayam para peternak menjadi berkurang, namun jika tidak dilakukan, maka lubang sumur kerugian akan semakin lebar. \u201cTentu ini pilihan yang cukup sulit bagi kami, tapi kalau tidak dilakukan, kami akan semakin merugi,\u201d jelasnya.<\/h6>\n<h6><em>Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi <\/em><em>November<\/em><em> 2018 di halaman <\/em><em>92<\/em><em> dengan judul \u201c<\/em><em>Suplai Jagung Nyawa Peternak Petelur<\/em><em>\u201d. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jagung menjadi komoditas yang sangat penting bagi peternak layer atau petelur. Jagung yang merupakan bahan pakan utama dalam pembuatan ransum pakan ayam petelur, akan sangat berpengaruh terhadap kualitas telur maupun tingkat harga pokok produksinya. Ketika harga jagung mahal, maka secara otomatis biaya untuk produksi pakan juga akan meningkat. Hal itulah yang akhir-akhir ini banyak dikeluhkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":5315,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[12],"tags":[141,185,692,513,181,720,718,719],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Peternak Layer Nasional : Suplai Jagung Nyawa Peternak Petelur | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jagung menjadi komoditas yang sangat penting bagi peternak layer atau petelur. Jagung yang merupakan bahan pakan utama dalam pembuatan ransum pakan ayam petelur, akan sangat berpengaruh terhadap kualitas telur maupun tingkat harga pokok produksinya. Ketika harga jagung mahal, maka secara otomatis biaya untuk produksi pakan juga akan meningkat. Hal itulah yang akhir-akhir ini banyak dikeluhkan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-11-23T09:31:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-11-26T09:31:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i2.wp.com\/belanja.priangan.org\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/28.-Suara-Asosiasi-Peternak-Layer-Nasional.jpg?fit=573%2C835&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"573\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"835\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/28.-Suara-Asosiasi-Peternak-Layer-Nasional.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/28.-Suara-Asosiasi-Peternak-Layer-Nasional.jpg\",\"width\":\"573\",\"height\":\"835\",\"caption\":\"Ki Musbar (Ketua Peternak Layer Nasional)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur\/\",\"name\":\"Peternak Layer Nasional : Suplai Jagung Nyawa Peternak Petelur | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2018-11-23T09:31:09+00:00\",\"dateModified\":\"2018-11-26T09:31:39+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Peternak Layer Nasional : Suplai Jagung Nyawa Peternak Petelur\",\"datePublished\":\"2018-11-23T09:31:09+00:00\",\"dateModified\":\"2018-11-26T09:31:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur\/#webpage\"},\"wordCount\":513,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peternak-layer-nasional-suplai-jagung-nyawa-peternak-petelur\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/28.-Suara-Asosiasi-Peternak-Layer-Nasional.jpg\",\"keywords\":[\"#Jagung\",\"#Peternak\",\"Bahan Baku\",\"Budi daya\",\"layer\",\"Pipilan\",\"PLN\",\"Stok\"],\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/28.-Suara-Asosiasi-Peternak-Layer-Nasional.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-1nH","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5313"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5313"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5313\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5316,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5313\/revisions\/5316"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5315"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}