{"id":5360,"date":"2018-11-28T12:57:50","date_gmt":"2018-11-28T05:57:50","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=5360"},"modified":"2019-01-24T09:01:28","modified_gmt":"2019-01-24T02:01:28","slug":"mengenal-virus-ib-strain-qx","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-virus-ib-strain-qx\/","title":{"rendered":"Mengenal Virus IB Strain QX"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;&nbsp;<\/strong>Perubahan patologis anatomi pada ayam yang diduga terserang virus IB berupa adanya cairan agak encer hingga kental di dalam trakea, saluran hidung dan sinus hidung, sedangkan kantong udara berwarna keruh atau mengandung eksudat berwarna kuning dan sedikit peradangan di sekitar bronchitis. Penyakit ini sangat menular pada ayam. Gejala klinis pada anak ayam ditandai dengan batuk, bersin, mengorok, keluar leleran hidung dan eksudat berbuih di mata. Anak ayam yang terkena tampak tertekan dan akan cenderung meringkuk di dekat sumber panas. Gejala klinis muncul dalam waktu 36-48 jam dan biasanya akan berlangsung selama 7 hari. Pada ayam (layer) dewasa, gejala klinis tampak seperti batuk, bersin dan mengorok yang dapat diamati.<\/h6>\n<blockquote class=\"td_pull_quote td_pull_center\"><p><span style=\"color: #000000;\"><em>Infectious bronchitis <\/em><em>(IB) adalah penyakit pernapasan virus akut pada ayam dan menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan pada industri ayam komersial di banyak negara di dunia. Penyakit ini ditandai dengan gejala pernapasan termasuk batuk, bersin, dan mengorok<\/em><\/span><\/p><\/blockquote>\n<h6>Infeksi virus IB mampu menyebabkan penurunan produksi telur dan kualiatas telur. Penurunan produksi telur dapat mencapai 5-10% yang berlangsung selama 10-14 hari. Namun, jika terkait faktor lain, penurunan produksi dapat mencapai 50%. Kualitas telur yang dihasilkan biasanya ditandai dengan memiliki kerabang tipis, bentuk telur tidak teratur, albumin encer dan biasanya kehilangan <em>pigmen <\/em>cokelat. Beberapa strain dilaporkan menyebabkan kerusakan pada ginjal, saluran reproduksi dan saluran pencernaan (Direkorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2014).<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/bijak-menggunakan-antibiotik\/\"><span style=\"color: #0000ff;\">Bijak Menggunakan Antibiotik<\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<h6>Berdasarkan sifat kimia dan fisiknya, virus IB sangat labil dan sensitif terhadap bahan-bahan yang bersifat lipolitik (seperti eter dan klorofom), panas, dan berbagai bahan disenfektan (seperti formalin 1%, kresol 1%, alkohol 70% dan KMnO4 1\/10.000) (Otsuki et al., 1979). Virus IB tetap infektif di dalam air pada pH 7,4 selama 24 jam pada suhu kamar, tetapi cepat inaktif pada suhu 56\u00ba C selama 15 menit dan suhu 45\u00ba C selama 90 menit, atau suhu 37\u00ba C selama 36 jam. Virus IB dapat disimpan pada -60\u00ba C di dalam cairan <em>alantois <\/em>dalam beberapa bulan.<\/h6>\n<h6>Virus IB diketahui gampang bermutasi secara cepat. Sampai saat ini telah diketahui terdapat 7 genotipe dan sekitar 100 serotipe virus IB. Perbedaan antar <em>serotype <\/em>dapat mencapai 20-25%, sedangkan di antara <em>serotype <\/em>perbedaan dapat mencapai 50%. Perbedaan <em>serotype <\/em>virus IB berhubungan dengan susunan basa S1 glikoprotein, yaitu struktur peplomer berbentuk <em>spike <\/em>yang menyolok pada permukaan <em>envelop <\/em>virus. Pertama kali diketahui adanya <em>serotype <\/em>virus IB Massachusetts (Mass) tahun 1950 di Amerika Utara.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/amati-gejala-ayam-terjangkit-necrotic-enteritis\/\"><span style=\"color: #0000ff;\">Amati Gejala Ayam Terjangkit Necrotic Enteritis<\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<h6>Setelah itu pada tahun 1990-an di Inggris, Spanyol, Prancis, dan Belanda ditemukan virus IB varian 4\/91 atau 794B atau CR88, dan Holland D274. Pada tahun 2002 di Italia ditemukan varian baru virus IB yaitu Italian-02, pada tahun 2005 di Arkansas yaitu Ark-DPI dan pada tahun 2007 di Georgia ditemukan <em>variant GA08 <\/em>(Direkorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2014). Adapun di Indonesia banyak ditemukan varian lokal seperti I-14, I-37, I-126, I-269 dan PTS-III (Dharmayanti et al., 2005).<\/h6>\n<h6>Telah dispekulasikan bahwa strain IB sudah lama ada keberadaan di Asia. Spekulasi ini berdasar pada filogenetik keragaman berbagai isolat yang ditemukan di wilayah Asia. Di antara negara-negara di Asia, Cina memiliki paling banyak dari varian IB yang ada saat ini. Strain QX, khususnya, telah menyebar ke bagian lain di dunia termasuk Eropa, Timur Tengah dan Afrika. Strain ini merupakan hasil perubahan dalam susunan genetika virus IB, dan saat ini belum ada vaksin yang efektif dan tersedia untuk mengendalikan infeksi oleh varian virus IB QX.<\/h6>\n<h6><em>Artikel ini adalah <\/em><em>kutipan dari <\/em><em>artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi <\/em><em>November<\/em><em> 2018 di halaman <\/em><em>70<\/em><em> dengan judul \u201c<\/em><em>Waspada Varian Virus Infectious Bronchitis Strain QX<\/em><em>\u201d. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;&nbsp;Perubahan patologis anatomi pada ayam yang diduga terserang virus IB berupa adanya cairan agak encer hingga kental di dalam trakea, saluran hidung dan sinus hidung, sedangkan kantong udara berwarna keruh atau mengandung eksudat berwarna kuning dan sedikit peradangan di sekitar bronchitis. Penyakit ini sangat menular pada ayam. Gejala klinis pada anak ayam ditandai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":5361,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-virus-ib-strain-qx\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Virus IB Strain QX | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;&nbsp;Perubahan patologis anatomi pada ayam yang diduga terserang virus IB berupa adanya cairan agak encer hingga kental di dalam trakea, saluran hidung dan sinus hidung, sedangkan kantong udara berwarna keruh atau mengandung eksudat berwarna kuning dan sedikit peradangan di sekitar bronchitis. Penyakit ini sangat menular pada ayam. Gejala klinis pada anak ayam ditandai [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-virus-ib-strain-qx\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-11-28T05:57:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-01-24T02:01:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i2.wp.com\/cpi.bigio.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/3.-Kesehatan-Mengenal-Virus-IBD-Strain-QX.jpg?fit=2008%2C1339&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2008\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1339\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-virus-ib-strain-qx\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/3.-Kesehatan-Mengenal-Virus-IBD-Strain-QX.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/3.-Kesehatan-Mengenal-Virus-IBD-Strain-QX.jpg\",\"width\":\"2008\",\"height\":\"1339\",\"caption\":\"Infeksi virus IB mampu menyebabkan penurunan produksi telur dan kualiatas telur hingga 50%\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-virus-ib-strain-qx\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-virus-ib-strain-qx\/\",\"name\":\"Mengenal Virus IB Strain QX | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-virus-ib-strain-qx\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2018-11-28T05:57:50+00:00\",\"dateModified\":\"2019-01-24T02:01:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-virus-ib-strain-qx\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-virus-ib-strain-qx\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-virus-ib-strain-qx\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-virus-ib-strain-qx\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-virus-ib-strain-qx\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-virus-ib-strain-qx\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Mengenal Virus IB Strain QX\",\"datePublished\":\"2018-11-28T05:57:50+00:00\",\"dateModified\":\"2019-01-24T02:01:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-virus-ib-strain-qx\/#webpage\"},\"wordCount\":579,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-virus-ib-strain-qx\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/3.-Kesehatan-Mengenal-Virus-IBD-Strain-QX.jpg\",\"articleSection\":[\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/3.-Kesehatan-Mengenal-Virus-IBD-Strain-QX.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-1os","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5360"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5360"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5360\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5626,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5360\/revisions\/5626"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5361"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5360"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5360"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5360"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}