{"id":5670,"date":"2019-02-01T08:07:15","date_gmt":"2019-02-01T01:07:15","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=5670"},"modified":"2019-02-01T08:07:15","modified_gmt":"2019-02-01T01:07:15","slug":"kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh\/","title":{"rendered":"Kenali dan Cegah Coryza pada Puyuh"},"content":{"rendered":"<h6><strong>Oleh: drh. Istianah Maryam Jamilah<\/strong><\/h6>\n<h6>Serangan penyakit merupakan salah satu sumber kerugian yang terbesar bagi peternak puyuh. Penyakit pernafasan atas akut pada unggas yaitu Coryza atau Snot hingga kini masih menjadi momok bagi peternak layer di Indonesia, karena dapat menurunkan produksi telur hingga 80% dengan sifatnya yang sangat menular.<\/h6>\n<h6><em>Avibacterium paragallinarum<\/em> merupakan bakteri gram negatif yang menjadi penyebab munculnya penyakit <em>Infectious Coryza <\/em>(IC), \u201cCoryza\u201d atau \u201cSnot\u201d. Sebelumnya bakteri ini dikenal dengan nama <em>Haemophilus pragallinarum.<\/em> Bakteri ini merupakan bakteri Gram negatif yang berbentuk batang pendek atau cocobasil yang non motil.&nbsp; Ayam merupakan host alami dari bakteri ini dan banyak dilaporkan pada ayam kampung, menariknya, IC belum pernah dilaporkan menyerang pada Kalkun.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/burung-puyuh-ternak-mungil-berpotensi-besar\/\"><span style=\"color: #0000ff;\">Burung Puyuh, Ternak Mungil Berpotensi Besar<\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<h6>Belum lama ini hasil riset Wahyuni, et al. (2018) melaporkan bahwa 5 dari 9 isolat (55,5%) yang didapatkan dari burung puyuh Indonesia yang diduga terkena IC menunjukkan hasil positive <em>A. paragallinarum<\/em>. Hasil riset oleh Wahyuni, et al. (2018) yang di publikasikan pada Jurnal <em>Veterinary World<\/em>, 11(4) halaman 519-524 menunjukkan, para peternak dan <em>stakeholder <\/em>industri peternakan puyuh sudah seharusnya bersiap siaga baik untuk mencegah dan menangani IC pada puyuh. Biasanya IC mudah sekali menyerang puyuh pada semua umur ketika kondisi kandang terlalu lembab dan populasi terlalu padat.<\/h6>\n<h6><strong>Gejala Klinis<\/strong><\/h6>\n<h6>Serangan <em>iInfectious coryza <\/em>(IC) pada unggas menyebabkan munculnya leleran pada saluran pernafasan atas dan mata yang sangat infeksius dan menular. Gejala klinis yang sangat menciri dari IC adalah munculnya kebengkakan atau oedema pada daerah muka (<em>facial<\/em>) serta jengger (pial), leleran nanah (<em>purulent<\/em>) dari mata dan hidung, radang pada hidung (rhinitis) bersin serta unggas biasanya menunjukkan gejala kesulitan bernafas. Serangan IC menyebabkan penurunan laju pertumbuhan pada unggas muda, peningkatan jumlah kematian dari 2-10%, penurunan berat badan, serta penurunan produksi telur yang drastis mulai dari 10% hingga 80%. Pada puyuh petelur, hal ini sangat merugikan karena produksi telur puyuh akan menurun drastis.<\/h6>\n<h6>Pada broiler, biasanya <em>IC <\/em>mucul bersama dengan infeksi bakteri <em>Mycoplasma synoviae<\/em> yang menyebabkan radang pada kantung udara (<em>airsacculitis<\/em>). Masa inkubasi coryza terbilang sangat cepat yaitu, penyakit dapat berkembang dalam waktu 24-48 dan gejala klinisnya mucul dalam 24-72 jam setelah terpapar eksudat atau leleran maupun kultur bakteri. Serangan bakteri <em>A. paragallinarum<\/em> yang menyebabkan IC ini secara spesifik menyerang saluran pernafasan bagian atas unggas. Infeksi yang meluas hingga saluran pernafasan bagian bawah biasanya terjadi karena sinergisme serangan <em>A. paragallinarum<\/em> dan pathogen lain seperti <em>Pseudomonas aeruginosa, Mycoplasma gallisepticum <\/em>(penyebab<em> chronic respiratory disease <\/em>atau CRD), <em>Pasteurella multocida <\/em>serta bakteri-bakteri lain penyebab kolera unggas.&nbsp;<\/h6>\n<h6><em>Artikel ini merupakan ringkasan dari artikel lengkap yang telah dimuat di majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2019 dengan judul \u201cKenali dan Cegah Coryza pada Puyuh<\/em><em>\u201d. <\/em><em>Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: drh. Istianah Maryam Jamilah Serangan penyakit merupakan salah satu sumber kerugian yang terbesar bagi peternak puyuh. Penyakit pernafasan atas akut pada unggas yaitu Coryza atau Snot hingga kini masih menjadi momok bagi peternak layer di Indonesia, karena dapat menurunkan produksi telur hingga 80% dengan sifatnya yang sangat menular. Avibacterium paragallinarum merupakan bakteri gram negatif [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":5671,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[10,8],"tags":[245,524,801,213],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenali dan Cegah Coryza pada Puyuh | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: drh. Istianah Maryam Jamilah Serangan penyakit merupakan salah satu sumber kerugian yang terbesar bagi peternak puyuh. Penyakit pernafasan atas akut pada unggas yaitu Coryza atau Snot hingga kini masih menjadi momok bagi peternak layer di Indonesia, karena dapat menurunkan produksi telur hingga 80% dengan sifatnya yang sangat menular. Avibacterium paragallinarum merupakan bakteri gram negatif [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-02-01T01:07:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Dok.-Endang-Sujana-2-1024x768.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Dok.-Endang-Sujana-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Dok.-Endang-Sujana-2.jpg\",\"width\":\"1654\",\"height\":\"1240\",\"caption\":\"Infectious Coryza sangat mudah dijumpai pada puyuh dengan kondisi kandang terlalu lembab dan populasi terlalu padat (Foto : Endang Sujana)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh\/\",\"name\":\"Kenali dan Cegah Coryza pada Puyuh | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2019-02-01T01:07:15+00:00\",\"dateModified\":\"2019-02-01T01:07:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Kenali dan Cegah Coryza pada Puyuh\",\"datePublished\":\"2019-02-01T01:07:15+00:00\",\"dateModified\":\"2019-02-01T01:07:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh\/#webpage\"},\"wordCount\":445,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kenali-dan-cegah-coryza-pada-puyuh\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Dok.-Endang-Sujana-2.jpg\",\"keywords\":[\"budidaya\",\"Coryza\",\"penyakit unggas\",\"puyuh\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan\",\"Ulas Unggas\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Dok.-Endang-Sujana-2.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-1ts","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5670"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5670"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5676,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5670\/revisions\/5676"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5671"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}