{"id":5844,"date":"2019-03-20T08:32:06","date_gmt":"2019-03-20T01:32:06","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=5844"},"modified":"2019-03-20T08:35:16","modified_gmt":"2019-03-20T01:35:16","slug":"peluang-bisnis-ayam-cemani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-bisnis-ayam-cemani\/","title":{"rendered":"Peluang Bisnis Ayam Cemani"},"content":{"rendered":"<h6><strong><span style=\"color: #000000;\">Oleh : Ir. Sjamsirul Alam<\/span><\/strong><\/h6>\n<h6>Warna hitam pada ayam cemani justru menjadi pertanda cerahnya masa depan pemilik atau peternak jenis ayam ini. Bukan karena unsur mistis atau \u201ckesaktian\u201d ayam cemani tersebut, tetapi karena harga atau nilai ekonominya yang sangat tinggi; mencapai jutaan rupiah per ekor. Penampilan fisik ayam cemani yang begitu menarik mampu memberikan keuntungan lebih jika dibandingkan jenis ayam lain.<\/h6>\n<blockquote class=\"td_pull_quote td_pull_center\"><p><span style=\"color: #000000;\"><em>Fisik yang hitam legam bukan berarti memiliki prospek yang kelam. Ungkapan itulah yang tepat disematkan pada ayam cemani, salah satu kekayaan plasma nutfah Indonesia.<\/em><em> Terdapat peluang bisnis potensial pada unggas yang satu ini.<\/em><\/span><\/p><\/blockquote>\n<h6>Harga ayam cemani sangat bervariasi tergantung pada kualitasnya. Ayam cemani yang baik dinilai dari tingkat kepekatan warna hitam di seluruh bagian tubuh, mulai dari bulu, kulit, kaki, kuku, lidah, dan bagian tubuh lainnya. Harga ayam cemani \u201cstandar\u201d di Tanah Air berkisar antara Rp 150.000-500.000 ribu per ekor untuk ayam dewasa. Sedangkan ayam cemani \u201csuper\u201d tidak ada batas harganya, bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/upaya-peningkatan-produktifitas-ayam-kampung\/\"><span style=\"color: #0000ff;\">Upaya Peningkatan Produktifitas Ayam Kampung<\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<h6><strong>Karakteristik produksi<\/strong><\/h6>\n<h6>Terkait pemeliharaan dan pengembangbiakan ayam cemani, peternak perlu mengenal terlebih dahulu karakteristik produksi ayam ini, seperti tertera pada Tabel 1.<\/h6>\n<h6><strong>Tabel 1. Karakteristik produksi ayam cemani<\/strong><\/h6>\n<table width=\"640\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"45\">\n<h6><strong>No<\/strong><\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"482\">\n<h6><strong>Uraian<\/strong><\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"113\">\n<h6><strong>Parameter<\/strong><\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\">\n<h6>1<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"482\">\n<h6>Bobot badan DOC (gr\/ekor)<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"113\">\n<h6>28 \u2013 32<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\">\n<h6>2<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"482\">\n<h6>Bobot badan betina umur 5 bulan (gr\/ekor)<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"113\">\n<h6>1.200 \u2013 1.300<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\">\n<h6>3<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"482\">\n<h6>Bobot badan jantan umur 5 bulan (gr\/ekor)<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"113\">\n<h6>1.400 \u2013 1.500<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\">\n<h6>4<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"482\">\n<h6>Bobot badan betina dewasa (gr\/ekor)<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"113\">\n<h6>1.900<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\">\n<h6>5<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"482\">\n<h6>Bobot badan jantan dewasa (gr\/ekor)<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"113\">\n<h6>2.300<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\">\n<h6>6<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"482\">\n<h6>Umur pertama bertelur (bulan)<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"113\">\n<h6>4,6 \u2013 6,5<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\">\n<h6>7<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"482\">\n<h6>Produksi telur pada pemeliharaan Semi-Intensif (butir\/ekor\/tahun)<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"113\">\n<h6>56 \u2013 77<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\">\n<h6>8<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"482\">\n<h6>Produksi telur pada pemeliharaan Intensif\/kandang baterai (butir\/ekor\/tahun)<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"113\">\n<h6>215<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\">\n<h6>9<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"482\">\n<h6>Bobot telur (gr\/butir)<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"113\">\n<h6>41 \u2013 49<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\">\n<h6>10<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"482\">\n<h6>Konsumsi pakan dewasa (gr\/ekor)<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"113\">\n<h6>93<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h6><em>Sumber: Tike Sartika &amp; Sofjan Iskandar \u2013 Balitnak Ciawi (2007).<\/em><\/h6>\n<h6><strong>&#8211; Cara pemeliharaan ayam cemani<\/strong><\/h6>\n<ol>\n<li>\n<h6><strong>Kandang<\/strong><strong>.<\/strong><\/h6>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h6>Ayam Cemani dapat dipelihara pada kandang berlantai kawat, bambu, ataupun di atas lantai tanah atau semen yang dialasi sekam secukupnya. Ukuran kandang bervariasi disesuaikan dengan besar kecilnya ayam. Untuk ayam dewasa standar kepadatannya 4-6 ekor\/m2, sedangkan DOC umur 0-4 minggu 10 ekor\/m2. Untuk kandang DOC tersebut, sebaiknya berupa kandang panggung berukuran 100 x 100 x 50 cm dilengkapi 2 buah lampu pijar 40 watt ditempatkan di tengah-tengah kandang.<\/h6>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h6><strong>Pemberian pakan.<\/strong><\/h6>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h6>Untuk anak ayam umur 0-2 bulan, berilah pakan yang terdiri dari bekatul dan tepung ikan serta tambahan vitamin A, D, dan B-komplex sebanyak 1% dari pakan. Untuk anak ayam umur di atas 3 bulan, berikan pakan yang terdiri dari campuran jagung giling, gabah padi, vitamin antibiotik serta sebagai pakan tambahan beri daun-daunan antara lain irisan daun pepaya, kangkung, bayam, tepung karang, cacahan bekicot ataupun siput. Kebutuhan pakan ayam cemani umur 0-11 minggu seperti pada Tabel 2 berikut.<\/h6>\n<h6><strong>Tabel 2. Kebutuhan pakan ayam cemani umur 0-11 minggu<\/strong><\/h6>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6><strong>Umur (Minggu)<\/strong><\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6><strong>Kebutuhan Pakan (gram\/ekor\/hari)<\/strong><\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>1<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>4<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>2<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>9<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>3<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>13<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>4<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>18<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>5<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>22<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>6<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>27<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>7<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>31<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>8<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>36<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>9<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>40<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>10<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>45<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>11<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>49<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h6>Sejak DOC hingga umur 3 hari, pakan diberikan dengan cara ditebarkan di atas alas kandang, pada kertas koran bekas. Hal itu dimaksudkan sebagai proses adaptasi DOC mengenali pakan karena pada awal pemeliharaan DOC biasanya akan lebih mudah mengenali dan mengonsumsi pakan yang ditebarkan di atas alas kandang, daripada pakan yang langsung diletakkan di dalam baki pakan (<em>feeder tray<\/em>) bila dipelihara di kandang postal.<\/h6>\n<h6>Pada hari ke-4 , pakan mulai diletakkan dalam baki pakan yang berada di dalam kandang. Namun bila DOC dipelihara di kandang panggung baru setelah berumur 1 minggu, pakan diberikan di tempat pakan yang terbuat dari bambu yang dibelah dua memanjang. Penggunaan <em>feeder tray<\/em> ini efektif untuk menjaga kebersihan di dalam kandang postal, karena sisa pakan tidak tercecer dan memperkecil kompetisi antar DOC dalam memperoleh pakan. Kebutuhan pakan untuk ayam <em>pullet<\/em> cemani ada pada tabel 3.<\/h6>\n<h6><strong>Tabel 3. Kebutuhan pakan ayam <\/strong><strong>pullet<\/strong><strong> cemani<\/strong><\/h6>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6><strong>Umur (Minggu)<\/strong><\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6><strong>Kebutuhan Pakan (gram\/ekor\/hari)<\/strong><\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>12<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>54<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>13<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>58<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>14<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>63<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>15<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>67<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>16<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>71<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>17<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>76<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>18<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>80<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>19<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>80<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">\n<h6>20<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"308\">\n<h6>80<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h6>&nbsp;<\/h6>\n<h6><em>Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Februari 2019 dengan judul \u201c<strong>Peluang Bisnis Ayam Cemani<\/strong>\u201d. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Ir. Sjamsirul Alam Warna hitam pada ayam cemani justru menjadi pertanda cerahnya masa depan pemilik atau peternak jenis ayam ini. Bukan karena unsur mistis atau \u201ckesaktian\u201d ayam cemani tersebut, tetapi karena harga atau nilai ekonominya yang sangat tinggi; mencapai jutaan rupiah per ekor. Penampilan fisik ayam cemani yang begitu menarik mampu memberikan keuntungan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":5845,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[9,8],"tags":[867,33,868,869],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-bisnis-ayam-cemani\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Peluang Bisnis Ayam Cemani | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Ir. Sjamsirul Alam Warna hitam pada ayam cemani justru menjadi pertanda cerahnya masa depan pemilik atau peternak jenis ayam ini. Bukan karena unsur mistis atau \u201ckesaktian\u201d ayam cemani tersebut, tetapi karena harga atau nilai ekonominya yang sangat tinggi; mencapai jutaan rupiah per ekor. Penampilan fisik ayam cemani yang begitu menarik mampu memberikan keuntungan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-bisnis-ayam-cemani\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-03-20T01:32:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-03-20T01:35:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i2.wp.com\/www.bigio.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Ayam-Cemani-Rooster-www.thehappychickencoop.com_.png?fit=725%2C568&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"725\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"568\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-bisnis-ayam-cemani\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Ayam-Cemani-Rooster-www.thehappychickencoop.com_.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Ayam-Cemani-Rooster-www.thehappychickencoop.com_.png\",\"width\":\"725\",\"height\":\"568\",\"caption\":\"Ayam Cemani memiliki nilai jual yang sangat tinggi bagi para penghobi ayam dengan warna hitam legam (Sumber Foto : www.thehappychickencoop.com)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-bisnis-ayam-cemani\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-bisnis-ayam-cemani\/\",\"name\":\"Peluang Bisnis Ayam Cemani | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-bisnis-ayam-cemani\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2019-03-20T01:32:06+00:00\",\"dateModified\":\"2019-03-20T01:35:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-bisnis-ayam-cemani\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-bisnis-ayam-cemani\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-bisnis-ayam-cemani\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-bisnis-ayam-cemani\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-bisnis-ayam-cemani\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-bisnis-ayam-cemani\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Peluang Bisnis Ayam Cemani\",\"datePublished\":\"2019-03-20T01:32:06+00:00\",\"dateModified\":\"2019-03-20T01:35:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-bisnis-ayam-cemani\/#webpage\"},\"wordCount\":615,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/peluang-bisnis-ayam-cemani\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Ayam-Cemani-Rooster-www.thehappychickencoop.com_.png\",\"keywords\":[\"Ayam Cemani\",\"berita1\",\"Black Chicken\",\"Cemani Rooster\"],\"articleSection\":[\"Tata Laksana\",\"Ulas Unggas\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Ayam-Cemani-Rooster-www.thehappychickencoop.com_.png","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-1wg","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5844"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5844"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5844\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5848,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5844\/revisions\/5848"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5845"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}