{"id":6065,"date":"2019-05-06T08:30:34","date_gmt":"2019-05-06T01:30:34","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=6065"},"modified":"2019-05-06T08:30:34","modified_gmt":"2019-05-06T01:30:34","slug":"pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam\/","title":{"rendered":"Pentingnya Memahami Kualitas Udara di Kandang Ayam"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;&nbsp;<\/strong>Dalam melakukan proses pembakaran energi dari makanan, baik hewan maupun manusia membutuhkan kandungan oksigen yang terdapat di udara. Namun, dalam situasi manajemen budi daya yang dilakukan oleh para peternak di lapangan, sering kali kualitas udara yang dihasilkan dalam kandang tidak sesuai dengan apa yang sejatinya diharapkan ayam. Hal itu membuat produk peternakan ayam, terutama <em>live bird,<\/em> tidak mampu mencapai nilai optimal.<\/h6>\n<blockquote class=\"td_pull_quote td_pull_center\"><p><span style=\"color: #000000;\"><em>Udara merupakan sebuah zat yang esensial bagi kehidupan setiap makhluk yang ada di muka bumi, tak terkecuali ayam. Oleh karena itu, penting bagi para peternak agar memerhatikan kualitas udara yang baik agar mencapai produksi yang optimal.<\/em><\/span><\/p><\/blockquote>\n<h6>Selain itu, jika sirkulasi udara yang buruk di dalam kandang dibiarkan terus-menerus, akan meningkatkan risiko terserang penyakit pernapasan. Tantangan produksi ayam ras pedaging (broiler) saat ini adalah perubahan iklim yang tidak menentu, perbedaan suhu yang tinggi antara siang dan malam, serta tingkat kelembapan yang realtif tinggi. Ketiga tantangan ini berdampak langsung pada performa broiler.<\/h6>\n<h6>Penyakit ayam seperti ND, IBD, <em>colibasilosis<\/em>, <em>cholera <\/em>dan beberapa penyakit lain, disebabkan atau diperparah oleh stres akibat kondisi lingkungan yang tidak memadai. Jika sudah terkena penyakit, maka tentunya akan mengurangi potensi pendapatan dari peternak. Bahkan bisa jadi peternak malah harus merugi karena tidak bisa menjual ayamnya yang terkena wabah penyakit.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/perbedaan-perlakuan-sirkulasi-udara-kandang-ayam\/\"><span style=\"color: #0000ff;\">Perbedaan Perlakuan Sirkulasi Udara Kandang Ayam<\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<h6>Sirkulasi udara yang baik akan menghasilkan oksigen yang baik bagi ternak. Karenanya, peternak harus memerhatikan manajemen ventilasi udara agar perputaran udara yang ada di dalam kandang selalu terjaga dengan baik. Adanya ventilasi tersebut juga berfungsi mengurangi imbas dari suhu ekstrem, kelembapan udara yang berlebihan dan kontaminasi udara ke batas toleransi yang memungkinkan. Jika ventilasi sudah baik, maka pasokan oksigen akan optimal, dan konsentrasi dari agen penyakit yang berada di udara juga semakin berkurang.<\/h6>\n<h6>Selain itu, ventilasi udara mampu menghilangkan kelebihan panas, debu dan bau dari bangunan. Lalu pada saat yang sama, membantu mengurangi organisme pembawa penyakit dalam udara. Ventilasi juga diandalkan untuk mengalirkan udara segar dari lingkungan menuju ruangan dalam intensitas yang sesuai kebutuhan, dan membuang udara berlebih dan udara kotor dari ruangan. Sehingga, ventilasi dapat meminimalkan gas berbahaya dan mengoptimalkan distribusi udara di dalam kandang. Sistem ventilasi yang tepat dapat meningkatkan taraf kesehatan, kenyamanan <em>thermal<\/em> bagi ternak dan efisiensi penggunaan ransum.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/menguak-penyebab-stres-pada-ayam\/\"><span style=\"color: #0000ff;\">Menguak Penyebab Stres pada Ayam<\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<h6 style=\"clear: both;\">Keunggulan genetik yang dimiliki broiler dan pemberian pakan yang baik mampu menampilkan performa produksi yang optimal. Selain faktor genetik dan pakan, lingkungan kandang mempunyai peran yang besar dalam menentukan performa ayam pedaging dan keuntungan yang diperoleh peternak. Kondisi ideal untuk kualitas udara dalam kandang seharusnya terdiri dari 19,6%, kelembapan udara 45-65%, CO<sub>2<\/sub> sebesar 0.3%, CO sebesar 10 ppm, NH<sub>3 <\/sub>sebesar 10 ppm, serta debu 3,4 mg\/m<sup>3 <\/sup>. Sedang temperatur sebuah kandang ayam pada umumnya di Indonesia saat siang hari bisa mencapai 27<sup>o<\/sup>-34<sup>o<\/sup>&nbsp;C, bahkan bila memasuki musim panas temperatur bisa mencapai 38<sup>o<\/sup>&nbsp;C.<\/h6>\n<h6>Di Indonesia secara umum penggunaan kandang untuk ayam ras petelur (layer) dan broiler masih didominasi oleh kandang jenis terbuka (<em>opened house), <\/em>dan sisanya adalah kandang jenis tertutup (<em>closed house<\/em>). Untuk <em>closed house<\/em>, masih didominasi oleh kandang <em>semi-automatic closed house<\/em> dan hanya sebagian kecil yang menggunakan model <em>full automatic closed house<\/em>. Hal itu disebabkan nilai investasi untuk kandang <em>full automatic closed house<\/em> memang sangat besar. Manajemen sirkulasi udara untuk kedua model kandang tersebut juga butuh pendekatan dan penanganan yang berbeda.<\/h6>\n<h6><em>Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Maret 2019 dengan judul \u201c<\/em><strong><em>Pentingnya Memahami Kualitas Udara di Kandang Ayam<\/em><\/strong><em>\u201d. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;&nbsp;Dalam melakukan proses pembakaran energi dari makanan, baik hewan maupun manusia membutuhkan kandungan oksigen yang terdapat di udara. Namun, dalam situasi manajemen budi daya yang dilakukan oleh para peternak di lapangan, sering kali kualitas udara yang dihasilkan dalam kandang tidak sesuai dengan apa yang sejatinya diharapkan ayam. Hal itu membuat produk peternakan ayam, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":6066,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[9],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pentingnya Memahami Kualitas Udara di Kandang Ayam | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;&nbsp;Dalam melakukan proses pembakaran energi dari makanan, baik hewan maupun manusia membutuhkan kandungan oksigen yang terdapat di udara. Namun, dalam situasi manajemen budi daya yang dilakukan oleh para peternak di lapangan, sering kali kualitas udara yang dihasilkan dalam kandang tidak sesuai dengan apa yang sejatinya diharapkan ayam. Hal itu membuat produk peternakan ayam, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-05-06T01:30:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i1.wp.com\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/DSC05070.jpg?fit=2048%2C1152&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1152\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/DSC05070.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/DSC05070.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1152,\"caption\":\"Terdapat perbedaan penanganan sirkulasi udara antara kandang tertutup dengan kandang terbuka.\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam\/\",\"name\":\"Pentingnya Memahami Kualitas Udara di Kandang Ayam | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2019-05-06T01:30:34+00:00\",\"dateModified\":\"2019-05-06T01:30:34+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Pentingnya Memahami Kualitas Udara di Kandang Ayam\",\"datePublished\":\"2019-05-06T01:30:34+00:00\",\"dateModified\":\"2019-05-06T01:30:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam\/#webpage\"},\"wordCount\":592,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/en\/pentingnya-memahami-kualitas-udara-di-kandang-ayam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/DSC05070.jpg\",\"articleSection\":[\"Tata Laksana\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/DSC05070.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-1zP","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6065"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6065"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6065\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6067,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6065\/revisions\/6067"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6066"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6065"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6065"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6065"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}