{"id":6199,"date":"2019-05-06T11:05:43","date_gmt":"2019-05-06T04:05:43","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=6199"},"modified":"2019-05-29T15:03:49","modified_gmt":"2019-05-29T08:03:49","slug":"bi-cares-infectious-coryza-korisa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/","title":{"rendered":"BI Cares &#8211; Infectious Coryza (Korisa)"},"content":{"rendered":"<h6>Infectious Coryza (Korisa) adalah penyakit pernapasan akut pada ayam yang ditandai dengan keluarnya leleran hidung, bersin, dan pembengkakan wajah di bawah mata. Bakteri penyebab penyakit ini adalah <em>Avibacterium paragallinarum, y<\/em>ang termasuk bakteri gram negatif, pleomorfik, non-motil, katalase-negatif, batang mikroaerofilik yang membutuhkan nicotinamide adenine dinucleiotide (V-factor) untuk pertumbuhan in vitro. Penting untuk dicatat bahwa V-Factor &#8211; <em>Avibacterium paragallinarum <\/em>independen telah ditemukan di Afrika Selatan dan Meksiko.<\/h6>\n<h6>Skema serotyping yang umum digunakan adalah skema Page, yang pengelompokkan isolat <em>Avibacterium paragallinarum <\/em>ke dalam serovar A, B, dan C yang berkorelasi dengan spesifitas imunotipe.<\/h6>\n<p><img data-attachment-id=\"6200\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/tabel-1\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-1.jpg\" data-orig-size=\"620,394\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"tabel 1\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-1-300x191.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-1.jpg\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6200\" src=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-1.jpg\" alt=\"\" width=\"620\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-1.jpg 620w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-1-300x191.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 620px) 100vw, 620px\" \/><\/p>\n<h6>Pencegahan adalah metode pengendalian terbaik. Pullet harus divaksinasi Korisa untuk membantu mencegah dan mengendalikan penyakit. Serovar A, B, dan C tidak sating melindungi, sehingga penting untuk dicatat bahwa kandungan vaksin Korisa harus sesuai serovar yang telah ada di lapangan.<\/h6>\n<h6><strong>Point Penting untuk efektifitas vaksinasi :<\/strong><\/h6>\n<ol>\n<li>\n<h6><strong>Kualitas vaksin<\/strong>: Untuk menjamin penyerapan yang tepat, memberikan tingkat keamanan yang bagus.<\/h6>\n<\/li>\n<li>\n<h6><strong>Kuantitas dan kestabilan antigen<\/strong>: Untuk menjamin jumlah antigen yang tepat per dosis vaksinasi<\/h6>\n<\/li>\n<li>\n<h6><strong>Aplikasi yang benar<\/strong>: Untuk memastikan dosis yang tepat diterima oleh setiap ayam tanpa menimbulkan reaksi berlebihan<\/h6>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h6><strong>Kombinasi Antigen Terlengkap &amp; Perlindungan yang lebih baik<\/strong><\/h6>\n<h6>Volvac\u2022 AC Plus adalah vaksin dengan kombinasi antigen Korisa terluas untuk memberikan perlindungan yang lebih baik.<\/h6>\n<h6>Vaksin Koryza hanya memberikan perlindungan terhadap serovar yang terkandung didalam vaksin tersebut. Oleh karena itu sangat penting bahwa vaksin harus mengandung semua serovar untuk memberikan perlindungan yang luas. Selain serovar A dan C, telah terbukti bahwa serovar B juga dapat menyebabkan lesi yang parah pada ayam. Karena diantara strain serovar B yang berbeda tidak memberikan perlindungan silang terhadap sesama serovar B, sangat penting untuk menyediakan vaksin yang mengandung beberapa strain serovar B.<\/h6>\n<h6>&nbsp;<\/h6>\n<p><img data-attachment-id=\"6201\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/tabel-2\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-2.jpg\" data-orig-size=\"239,508\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"tabel 2\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-2-141x300.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-2.jpg\" loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-6201 alignleft\" src=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-2.jpg\" alt=\"\" width=\"239\" height=\"508\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-2.jpg 239w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-2-141x300.jpg 141w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-2-198x420.jpg 198w\" sizes=\"(max-width: 239px) 100vw, 239px\" \/><\/p>\n<h6><strong>Vaksin emulsi<br \/>\n<\/strong><strong>Kualitas Emulsi<\/strong><\/h6>\n<h6>Vaksin Killed Boehringer lngelheim Vetmedica diproduksi dengan bahan baku berkualitas tinggi untuk menjamin hasil terbaik pada ayam dan keamanan bagi operator vaksinasi;<\/h6>\n<h6><strong>Absorbsi yang benar<br \/>\n<\/strong>Vaksin memberikan proteksi yang lebih baik karena:<\/h6>\n<ol>\n<li>Tidak adanya iritasi yang berlebihan di area aplikasi<\/li>\n<li>Respon imun yang lebih baik<\/li>\n<li>Titer tetap tinggi sampai akhir siklus pemeliharaan<\/li>\n<li>Perlindungan flok jangka panjang<\/li>\n<li>Tidak ada efek negatif pada parameter produksi<\/li>\n<\/ol>\n<h6><strong>Kombinasi yang ideal (penghematan biaya):<br \/>\n<\/strong>Boehringer lngelheim Vetmedica tidak hanya menawarkan vaksin dengan kandungan strain Korisa terluas dalam sebuah vaksin, tetapi juga kombinasi vaksin yang ideal untuk pencegahan beberapa penyakit yang sering menyebabkan penurunan produksi telur:<\/h6>\n<h6>Volvac\u2022 AC Plus ND+IB+EDS<br \/>\nDalam uji lapangan yang baru-baru ini dilakukan, keampuhan masing-masing bagian vaksin terhadap masing-masing penyakit telah dibuktikan.<\/h6>\n<h6>Ayam-ayam yang telah divaksinasi dengan Volvac\u2022 AC Plus ND+IB+EDS KV telah ditantang dengan agen &#8211; agen : Avian Coryza serovar A, B, varian B dan serovar C, Newcastle Disease, Infectious Bronchitis dan Egg Drop Syndrome dan dibandingkan dengan kelompok control yang tidak divaksinasi.<\/h6>\n<ol>\n<li>\n<h6>Efektivitas vaksin Volvac\u2022 AC Plus ND+IB+EDS KV telah terbukti memberikan perlindungan terhadap Korisa lebih dari 80% pada kelompok yang divaksinasi setelah uji tantang.<\/h6>\n<\/li>\n<li>\n<h6>Kelompok ayam yang divaksin Volvac\u2022 AC Plus ND+IB+EDS efektif 100% terlindungi dari penyakit Newcastle Disease dibandingkan dengan yang tidak divaksin (100% mati).<\/h6>\n<\/li>\n<li>\n<h6>Vaksin ini juga terbukti efektif terhadap virus Infectious Bronchitis<\/h6>\n<\/li>\n<li>\n<h6>Dan proteksi terhadap virus Egg Drop Syndrome ditunjukkan secara statistik dengan perbedaan produksi yang signifikan antara kelompok yang divaksinasi dengan Volvac\u2022 AC Plus ND+IB+EDS KV dan kelompok yang tidak divaksinasi.<\/h6>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h6><strong>Jangkauan Vaksin Terluas<br \/>\n<\/strong>Keserbagunaan<\/h6>\n<h6><strong>Volvac\u00ae AC Plus Bacterin KV<br \/>\n<\/strong>Kombinasi vaksin bakterin <em>Avibacterium paragallinarum <\/em>serotipeA, B, varian B dan C,&nbsp; inaktif dan berbentuk emulsi dalam ajuvan Alumunium hodrpksoda.<\/h6>\n<h6>Setiap 0.5 ml mengandung titer minimum &nbsp;\u00b7<\/h6>\n<h6>10 EID&nbsp; \/ dosis dari setiap serotipe Avian Coryza sebelum inaktivasi<\/h6>\n<h6>Disarankan untuk vaksinasi ayam sehat terhadap penyaki tAvian Infectious Coryza (AC)<\/h6>\n<h6>Dosis 0,5\/ ayam secara subkutan pada satu per tiga bagian punggung leher atau otot dada. Digunakan sebagai vaksin Coryxza pertama (priming). Disarankan untuk melakukan vaksinasi pertama pada usia 4-6 minggu dan vaksinasi kedua 4 minggu sebelum omset produksi telur.<br \/>\nKemasan : Botol plastik 500 ml(1000 ds)<\/h6>\n<h6>&nbsp;<\/h6>\n<h6><strong>Volvac\u00ae AC Plus EmuI Bacterin KV<\/strong><\/h6>\n<h6>Kombinasi vaksin bakteri <em>Avibacterium paragallinarum <\/em>serotipeA,B, varian B dan C, inaktif dan berbentuk emulsi dalam sediaan ajuvan minyak.<\/h6>\n<h6>Setiap 0.5 ml mengandung titer minimum: 10 EID~ \/ dosis dari setiap serotipe Avian Coryza sebelum inaktivasi. Disarankan untuk vaksinasi ayam sehat terhadap penyakit Avian Infectious Coryza (AC)<\/h6>\n<h6>Dosis 0,5\/ ayam secara subkutan pada satu per tiga bagian punggung leher atau otot dada. Digunakan sebagai vaksin Coryza kedua (buster).&nbsp; Vaksin kedua disarankan 4 minggu sebelum omset produksi telur.<br \/>\nKemasan : Botol plastik 500 ml(1000 ds)<\/h6>\n<h6>&nbsp;<\/h6>\n<h6><strong>Volvac\u00ae AC Plus+ NO + IB + EDS KV<br \/>\n<\/strong>Kombinasi vaksin bakteri <em>Avibacterium paragallinarum <\/em>serotipe A, B, varian B dan C, Virus ND strain Lasota, Virus IB serotipe Massachusetts, dan Virus EDS strai 127. Inaktif berbentuk emulsi dalam sediaan ajuvan minyak.<\/h6>\n<h6>Setiap 0,5 ml mengandung titter minimum :<br \/>\n10 EID \/ dosis dari setiap serotipe Avian Coryza,<\/h6>\n<h6>10 EID&nbsp; \/ dosis ND,<\/h6>\n<h6>10 EID50 \/ dosis IB dan 1000 HAU\/ dosis EDS sebelum inaktivasi<\/h6>\n<h6>Disarankan untuk vaksinasi ayam sehat terhadap penyakit Avian Infectious Coryza (AC), Newcastle Disease (ND), Infectious Bronchitis (IB) dan Egg Drop Syndrome (EDS).<\/h6>\n<h6>Dosis 0,5\/ ayam secara subkutan pada satu per tiga bagian punggung leher atau otot dada. Disarankan 4 minggu sebelum omset produksi telur. Vaksinasi pertsms terhadap Coryza sangat disarankan untuk mendapatkan efek booster yang maksimal.<br \/>\nKemasan : Botol plastik 500 ml(1000 ds)<\/h6>\n<h6>&nbsp;<\/h6>\n<h6><strong>Peringatan<\/strong><\/h6>\n<h6>Vaksinasi hanya dilakukan pada ayam sehat. Botol vaksin harus dikeluarkan dari pendingin beberapa jam sebelum digunakan hingga mencapai suhu ruang (18-25 c)<\/h6>\n<h6>agar vaksin dapat diambil dengan syringe secara optimal dan untuk menghindari adanya iritasi pada ayam yang divaksinasi. Homogenkan vaksin sebelum digunakan. Gunakan peralatan vaksinasi yang steril. Jika vaksin terinjeksi pada operator<\/h6>\n<h6>vaksin, segera lakukan tindakan medis.<\/h6>\n<h6>Vaksin tidak boleh terpapar sinar matahari secara langsung, disimpan pada suhu 2 \u2013 7\u2019C. Tidak boleh dibekukan. Bakar vial dan isi yang sudah tidak terpakai.<\/h6>\n<h6>Baca petunjuk penggunaan sebelum vaksin digunakan. Hindari dari<\/h6>\n<h6>jangkauan anak-anak<\/h6>\n<h6>&nbsp;<\/h6>\n<h6>Kesimpulan<\/h6>\n<h6>&#8211;<\/h6>\n<h6>KEUNGGULAN<\/h6>\n<ol>\n<li>\n<h6>Kombinasi terluas dari strain Avian Coryza dalam sebuah vaksin.<\/h6>\n<\/li>\n<li>\n<h6>Kua;itas bahan- bahan emulsi dan alumunium hidroksida yang sangat baik memastikan keamanan vaksin yang mutlak.<\/h6>\n<\/li>\n<li>\n<h6>Kombinasi antigen terluas dalam satu botol vaksin yang mengatasi masalah penurunan produksi telur. <strong>Volvac\u00ae AC Plus+ NO + IB + EDS<\/strong><\/h6>\n<\/li>\n<li>\n<h6>Vaksin dengan kombinasi terluas untuk melawan Avian Coryza<\/h6>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h6>&nbsp;<\/h6>\n<h6>KEUNTUNGAN<\/h6>\n<ol>\n<li>\n<h6>Perlindungan berspektrum luas yang lebih baik terhadap Avian Coryza.<\/h6>\n<\/li>\n<li>\n<h6>Meningkatkan respon kekebalan = performa produksi telur yang lebih baik.<\/h6>\n<\/li>\n<li>\n<h6>Mengurangi biaya penanganan dan penghematan dalam biaya pengobatan<\/h6>\n<\/li>\n<li>\n<h6>Keserbagunaan dalam p[enggunaan vaksin yang sesuai dengan program vaksinasi apapun.<\/h6>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h6>&nbsp;<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Infectious Coryza (Korisa) adalah penyakit pernapasan akut pada ayam yang ditandai dengan keluarnya leleran hidung, bersin, dan pembengkakan wajah di bawah mata. Bakteri penyebab penyakit ini adalah Avibacterium paragallinarum, yang termasuk bakteri gram negatif, pleomorfik, non-motil, katalase-negatif, batang mikroaerofilik yang membutuhkan nicotinamide adenine dinucleiotide (V-factor) untuk pertumbuhan in vitro. Penting untuk dicatat bahwa V-Factor &#8211; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[19],"tags":[75,33,940,939],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"BI Cares - Infectious Coryza (Korisa) | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Infectious Coryza (Korisa) adalah penyakit pernapasan akut pada ayam yang ditandai dengan keluarnya leleran hidung, bersin, dan pembengkakan wajah di bawah mata. Bakteri penyebab penyakit ini adalah Avibacterium paragallinarum, yang termasuk bakteri gram negatif, pleomorfik, non-motil, katalase-negatif, batang mikroaerofilik yang membutuhkan nicotinamide adenine dinucleiotide (V-factor) untuk pertumbuhan in vitro. Penting untuk dicatat bahwa V-Factor &#8211; [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-05-06T04:05:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-05-29T08:03:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-1.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-1.jpg\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/\",\"name\":\"BI Cares - Infectious Coryza (Korisa) | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2019-05-06T04:05:43+00:00\",\"dateModified\":\"2019-05-29T08:03:49+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"BI Cares &#8211; Infectious Coryza (Korisa)\",\"datePublished\":\"2019-05-06T04:05:43+00:00\",\"dateModified\":\"2019-05-29T08:03:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/#webpage\"},\"wordCount\":1029,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/bi-cares-infectious-coryza-korisa\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/tabel-1.jpg\",\"keywords\":[\"#advertorial\",\"berita1\",\"BIcare\",\"BoehringerIngelheim\"],\"articleSection\":[\"Advertorial\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-1BZ","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6199"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6199"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6199\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6203,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6199\/revisions\/6203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}