{"id":6429,"date":"2019-07-10T10:37:45","date_gmt":"2019-07-10T03:37:45","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=6429"},"modified":"2019-07-10T10:37:45","modified_gmt":"2019-07-10T03:37:45","slug":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali\/","title":{"rendered":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Broiler Tingkat Peternak di Bali"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Denpasar &#8211;&nbsp;<\/strong>Tantangan perunggasan di Bali bukan hanya datang dari dalam, melainkan juga dari luar wilayah khususnya Pulau Jawa. Karkas ayam yang masuk dari Pulau Jawa pada kenyataannya mampu merusak keseimbangan harga yang sudah terbentuk selama ini. Hal tersebut sebetulnya sejalan dengan hukum ekonomi, di mana suatu barang yang beredar di pasaran lebih banyak dari permintaan atau kebutuhan, maka akan terbentuk harga yang lebih rendah dari nilai barang itu sendiri.<\/h6>\n<h6>Berdasarkan pendapat dari drh. I Wayan Sukarsana, yang merupakan peternak di Kabupaten Tabanan, berpendapat bahwa pelaku usaha budi daya broiler di Bali sudah mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal. Hanya saja jika harga di Pulau Jawa sedang turun, maka harga tersebut juga bisa menurunkan kestabilan harga ayam hidup yang ada di Pulau Bali. \u201cKebutuhan ayam di Bali berkisar antara 180.000-200.000 ekor per hari. Jika ada 50-60 ton atau sekitar 37.000 ekor ayam yang masuk dari Jawa, tentu hal itu mengganggu stabilitas pasokan di Bali. Padahal sudah ada peraturan yang menyatakan larangan masuknya <em>live bird<\/em> dari luar Bali, tetapi hal itu belumlah cukup. Ada pula peraturan yang mewajibkan para pengusaha perhotelan dan kuliner menyerap produk lokal, faktanya juga belum berlaku secara optimal,\u201d ujarnya.<\/h6>\n<h6><strong>Baca juga : <span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/potensi-bisnis-perunggasan-bali\/\">Potensi Bisnis Perunggasan Bali<\/a><\/span><\/strong><\/h6>\n<h6>Selain itu, Wakil Ketua Pinsar Broiler Bali ini juga mengungkapkan bahwa pada saat ini (bulan April 2019), perunggasan Bali juga sedang menghadapi tantangan fluktuasi harga. Kondisi tersebut sangat berbeda dengan yang dialaminya sekitar 3-4 tahun yang lalu, di mana saat harga sapronak turun, biasanya diikuti juga dengan turunnya harga ayam hidup. \u201cSaat ini yang terjadi justru berbeda, ketika harga DOC, pakan dan harga di tingkat konsumen tetap tinggi, harga ayam hidup justru anjlok. Oleh karena itu ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian bersama,\u201d jelasnya.<\/h6>\n<h6>Menanggapi itu semua, I Wayan Sukarsana mendorong kepada pemerintah agar dapat membuat perhitungan yang benar, apakah perhitungan tersebut sudah cukup ataukah masih perlu adanya kajian khusus. Hal tersebut menurutnya berlaku secara nasional maupun secara regional di daerahnya masing-masing. \u201cPertama adalah hitung kembali jumlah kebutuhan DOC agar tidak berlebih dan juga kurang dengan angka yang signifikan. Kedua, kendalikan harga sapronak agar tidak melambung tinggi dan menyulitkan para peternak. Ketiga, bentuklah satgas yang benar-benar mengawasi industri perunggasan ini,\u201d jelasnya kepada Poultry Indonesia, Sabtu (6\/4).<\/h6>\n<h6><em>Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi <\/em><em>Juni <\/em><em>2019 dengan judul \u201c<\/em><strong><em>Tantangan dan Hambatan Perunggasan di Bali<\/em><\/strong><em>\u201d. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Denpasar &#8211;&nbsp;Tantangan perunggasan di Bali bukan hanya datang dari dalam, melainkan juga dari luar wilayah khususnya Pulau Jawa. Karkas ayam yang masuk dari Pulau Jawa pada kenyataannya mampu merusak keseimbangan harga yang sudah terbentuk selama ini. Hal tersebut sebetulnya sejalan dengan hukum ekonomi, di mana suatu barang yang beredar di pasaran lebih banyak dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":6430,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[6],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Faktor yang Mempengaruhi Harga Broiler Tingkat Peternak di Bali | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Denpasar &#8211;&nbsp;Tantangan perunggasan di Bali bukan hanya datang dari dalam, melainkan juga dari luar wilayah khususnya Pulau Jawa. Karkas ayam yang masuk dari Pulau Jawa pada kenyataannya mampu merusak keseimbangan harga yang sudah terbentuk selama ini. Hal tersebut sebetulnya sejalan dengan hukum ekonomi, di mana suatu barang yang beredar di pasaran lebih banyak dari [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-07-10T03:37:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i2.wp.com\/mopikoo.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Kandang-Bali-Watermak.jpg?fit=2048%2C1152&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1152\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Kandang-Bali-Watermak.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Kandang-Bali-Watermak.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1152,\"caption\":\"Harga ayam ras pedaging di Bali berkaitan erat dengan harga di Pulau Jawa (Suber Foto : PI_Adam)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali\/\",\"name\":\"Faktor yang Mempengaruhi Harga Broiler Tingkat Peternak di Bali | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2019-07-10T03:37:45+00:00\",\"dateModified\":\"2019-07-10T03:37:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Faktor yang Mempengaruhi Harga Broiler Tingkat Peternak di Bali\",\"datePublished\":\"2019-07-10T03:37:45+00:00\",\"dateModified\":\"2019-07-10T03:37:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali\/#webpage\"},\"wordCount\":412,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/faktor-yang-mempengaruhi-harga-broiler-tingkat-peternak-di-bali\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Kandang-Bali-Watermak.jpg\",\"articleSection\":[\"Laporan Khusus\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Kandang-Bali-Watermak.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-1FH","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6429"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6429"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6429\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6435,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6429\/revisions\/6435"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6429"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6429"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6429"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}