{"id":6454,"date":"2019-07-12T09:09:16","date_gmt":"2019-07-12T02:09:16","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=6454"},"modified":"2019-07-12T09:11:19","modified_gmt":"2019-07-12T02:11:19","slug":"kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya\/","title":{"rendered":"Kebakaran Peternakan Unggas dan Upaya Menghentikannya"},"content":{"rendered":"<h6><strong>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;&nbsp;<\/strong>Kobaran api menghanguskan sebuah peternakan bernama Herbruck\u2019s Poultry Ranch yang terletak di Ionia County, Michigan, Amerika Serikat (AS). Tragedi pada Selasa petang (30\/4) itu membuat sekitar 250.000 ekor ayam petelur mati sia-sia. Tidak ada korban manusia dalam kejadian ini. Namun kerugian materiil sama sekali tak bisa dihindarkan. Menanggapi hal itu, sebuah lembaga pemerhati kesejahteraan unggas the Animal Welfare Institute (AWI) menduga adanya kelalaian yang dilakukan oleh pihak Herbuck\u2019s Poultry Ranch. Mereka menilai kelalaian itulah yang menyebabkan musnahnya hewan dalam kandang yang terkepung api.<\/h6>\n<blockquote class=\"td_pull_quote td_pull_center\"><p><span style=\"color: #000000;\"><em>Kebakaran di farm peternakan unggas terus terjadi dan menimbulkan berbagai kerugian. Peristiwa nahas ini bahkan terjadi di negara-negara pengusung peternakan modern yang digadang-gadang memiliki tingkat keamanan dan efisiensi tinggi.<\/em><\/span><\/p><\/blockquote>\n<h6>Dena Jones sebagai Direktur AWI sangat menyayangkan kejadian ini dan menyalahkan Herbruck\u2019s Poultry Ranch sebagai pelanggar kesejahteraan hewan. Menurutnya, peternakan ini terbukti melakukan kesalahan secara berulang-ulang. \u201cSaya pikir mereka telah mengalami dua atau tiga kasus kebakaran dalam beberapa tahun terakhir,\u201d ungkap Jones kepada saluran berita <em>24 Hours News 8 <\/em>melalui sambungan telepon. Kasus ini, imbuh Jones, tak bisa dibiarkan dan menjadi bukti adanya sistem yang tidak berjalan dengan baik di peternakan tersebut.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/afrika-selatan-terus-berbenah-hadapi-tantangan-perunggasan\/\"><span style=\"color: #0000ff;\">Afrika Selatan Terus Berbenah Hadapi Tantangan Perunggasan<\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<h6>Kebakaran ini bahkan terlihat jelas dari radius ratusan meter. Kepulan asap pekat adalah satu-satunya yang dapat lolos dari dalam kandang yang terbakar itu. Sementara seperempat juta ayam petelur di dalamnya tak bisa melarikan diri. \u201cKami tidak berpikir bahwa tempat seperti Herbruck\u2019s layak diizinkan untuk memelihara begitu banyak hewan yang mereka sendiri tidak mampu mengurusnya dengan baik pada kasus darurat. Kebakaran ini adalah contoh dari ketidakmampuan mereka tersebut,\u201d ujar Jones.<\/h6>\n<h6>Ia juga mengkritik manajemen penanganan bencana di Herbruck\u2019s Poultry Ranch yang tidak berjalan dengan baik. Menurutnya, pengelola peternakan harus lebih agresif dalam hal pencegahan dan penanggulangan kebakaran. \u201cSaya tidak mengerti apakah orang-orang mereka tidak dilatih secara benar ataukah inspeksi rutinnya yang tidak berjalan. Namun saya pikir pengoperasian peternakan yang besar harus memiliki orang yang ditugaskan untuk benar-benar mencegah terjadinya kebakaran,\u201d jelasnya.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<span style=\"color: #0000ff;\">Atensi Warga AS Terhadap Budi Daya Ayam Lokal<\/span><\/strong><\/h6>\n<h6>Dilansir oleh <em>Detroit Free Press<\/em>, seorang pengelola Herbruck\u2019s Poultry Ranch bernama Herb Herbruck belum bisa menjelaskan apa sesungguhnya penyebab kebakaran itu. Dia hanya mengonfirmasi bahwa jumlah ayam yang musnah sebanyak 250.000 ekor, tetapi kebakaran tidak menyebar kepada bagian lain di area peternakan yang menyuplai kebutuhan daging untuk berbagai restoran cepat saji di AS tersebut. Pihak berwenang setempat pun masih terus melakukan investigasi penyebab terjadinya kebakaran.<\/h6>\n<h6><strong>Kasus lain<\/strong><\/h6>\n<h6>Kebakaran bukan hanya terjadi di peternakan besar seperti Herbruck\u2019s Poultry Ranch yang memiliki total populasi ayam petelur sebanyak 6 juta ekor, tetapi juga terjadi di peternakan yang populasinya lebih kecil. Sebuah farm peternakan unggas di Rogaland County, Norwegia, terbakar dan menghanguskan lebih dari 20.000 ekor ayam di dalamnya pada pengujung Maret 2018 lalu. Api menjalar secara cepat dan tak menyisakan kesempatan bagi petugas kandang untuk menyelamatkan ayam-ayam tersebut. Ketika api padam, yang tersisa hanyalah tulang belulang dan reruntuhan kandang yang berserakan.<\/h6>\n<h6>Petugas kepolisian setempat, Victor Jensen, menduga bahwa material gedung peternakan terbuat dari bahan-bahan yang rentan terbakar. \u201cKami tidak tahu pasti material apa yang digunakan dalam membangun gedung itu, tetapi terlihat sangat mudah terbakar. Kejadian ini tidak memakan waktu lama sejak pertama kali kami mendengar adanya kebakaran higga runtuhnya bangunan tersebut,\u201d jelas Jansen seperti dikutip media <em>The Local.<\/em> Penyelidikan penyebab kejadian ini pun belum mendapatkan titik terang.<\/h6>\n<h6><em>Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juni 2019 dengan judul \u201c<\/em><strong><em>Kebakaran Peternakan Unggas dan Upaya Menghentikannya<\/em><\/strong><em>\u201d. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;&nbsp;Kobaran api menghanguskan sebuah peternakan bernama Herbruck\u2019s Poultry Ranch yang terletak di Ionia County, Michigan, Amerika Serikat (AS). Tragedi pada Selasa petang (30\/4) itu membuat sekitar 250.000 ekor ayam petelur mati sia-sia. Tidak ada korban manusia dalam kejadian ini. Namun kerugian materiil sama sekali tak bisa dihindarkan. Menanggapi hal itu, sebuah lembaga pemerhati [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":6455,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[17],"tags":[34,1024,1026,1025],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kebakaran Peternakan Unggas dan Upaya Menghentikannya | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"POULTRYINDONESIA, Jakarta &#8211;&nbsp;Kobaran api menghanguskan sebuah peternakan bernama Herbruck\u2019s Poultry Ranch yang terletak di Ionia County, Michigan, Amerika Serikat (AS). Tragedi pada Selasa petang (30\/4) itu membuat sekitar 250.000 ekor ayam petelur mati sia-sia. Tidak ada korban manusia dalam kejadian ini. Namun kerugian materiil sama sekali tak bisa dihindarkan. Menanggapi hal itu, sebuah lembaga pemerhati [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-07-12T02:09:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-07-12T02:11:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i1.wp.com\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/gambar-2.jpg?fit=2048%2C1159&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1159\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/gambar-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/gambar-2.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1159,\"caption\":\"Kebakaran pada peternakan unggas sering terjadi karena kurangnya pengawasan secara berkala\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya\/\",\"name\":\"Kebakaran Peternakan Unggas dan Upaya Menghentikannya | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2019-07-12T02:09:16+00:00\",\"dateModified\":\"2019-07-12T02:11:19+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Kebakaran Peternakan Unggas dan Upaya Menghentikannya\",\"datePublished\":\"2019-07-12T02:09:16+00:00\",\"dateModified\":\"2019-07-12T02:11:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya\/#webpage\"},\"wordCount\":598,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/kebakaran-peternakan-unggas-dan-upaya-menghentikannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/gambar-2.jpg\",\"keywords\":[\"berita2\",\"Kebakaran Peternakan\",\"Kecelakan di Peternakan\",\"Penanganan Kebakaran Peternakan\"],\"articleSection\":[\"Internasional\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/gambar-2.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-1G6","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6454"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6454"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6454\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6456,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6454\/revisions\/6456"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6455"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6454"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6454"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6454"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}