{"id":6531,"date":"2019-08-09T09:31:46","date_gmt":"2019-08-09T02:31:46","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=6531"},"modified":"2019-08-09T09:31:46","modified_gmt":"2019-08-09T02:31:46","slug":"mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan\/","title":{"rendered":"Mengenal Teknologi Vaksin Sejak dari Penetasan"},"content":{"rendered":"<h6><strong>Oleh : Domi Sattyananda, S.Pt<\/strong><\/h6>\n<h6>Berkembangnya genetika ayam ras pedaging yang mendukung pertumbuhan bobot badan dengan lebih cepat, ternyata harus mengorbankan hal lainnya. Selama 30 tahun terakhir, periode pertumbuhan broiler telah berkembang sedemikian rupa. Zaman dulu, untuk menghasilkan ayam dengan bobot 1,5 kilogram membutuhkan waktu 65 hari, sekarang bisa didapatkan hanya dalam waktu 35 hari saja. Namun, di balik hal tersebut, broiler harus mengorbankan perkembangan imunitas antibodi alamiahnya. Maka dari itu perlu adanya vaksinasi ulang di lapangan untuk meningkatkan kekebalan antibodi dari ternak itu sendiri.<\/h6>\n<blockquote class=\"td_pull_quote td_pull_center\"><p><span style=\"color: #000000;\"><em>Seiring dengan perkembangan zaman yang dituntut untuk serba cepat, perusahaan penyedia vaksin berlomba-lomba untuk menyediakan vaksin in ovo di hatchery. Nilai tambah berupa perlindungan menyeluruh serta efisiensi waktu dan tenaga, memberikan opsi baru bagi para peternak.<\/em><\/span><\/p><\/blockquote>\n<h6>Konsep vaksinasi yang biasanya dilakukan selama ini adalah konsep vaksinasi lapangan mulai dari umur 7 hingga 14 hari untuk broiler. Program tersebut sudah disusun lengkap. Program vaksinasi juga harus dibarengi dengan tata laksana vaksinasi yang baik dan benar yang meliputi pengiriman vaksin, penyimpanan vaksin, persiapan vaksinasi, pelaksanaan vaksinasi serta tindakan setelah vaksinasi.<\/h6>\n<h6>Program vaksinasi tersebut biasanya dilakukan secara injeksi (<em>in ovo<\/em> maupun subkutan) atau juga dilakukan secara aplikasi lokal (lewat semprotan atau tetes mata, hidung). Selama bertahun-tahun, pengaplikasian vaksin dengan cara seperti disebutkan diatas telah menjadi satu-satunya cara untuk meningkatkan resistensi awal terhadap penyakit. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi yang terus dikembangkan oleh penyedia vaksin, akhirnya muncul jenis vaksin baru berdasarkan imun kompleks atau teknologi vaksin rekombinan.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/program-vaksinasi-ai-menjaga-eksistensi-bisnis-peternakan\/\"><span style=\"color: #0000ff;\">Program Vaksinasi AI Menjaga Eksistensi Bisnis Peternakan<\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<h6>Kedua program vaksinasi tersebut memang telah terbukti mampu meningkatkan kekebalan aktif terhadap antibodi alami yang diturunkan secara maternal. Di mana sebelum pengaplikasian terhadap vaksin<em> live<\/em> secara langsung, perlu dilemahkan terlebih dahulu jika diberikan pada usia dini. Namun pada pengaplikasian vaksin di lapangan, umumnya para peternak dihadapkan dengan realita lapangan yang sebetulnya tidak mendukung terhadap pengaplikasian vaksin.<\/h6>\n<h6>Permasalahan lapangan yang kerap kali muncul di lapangan saat hendak memberikan vaksin yaitu memberikan edukasi kepada sumber daya manusia yang bekerja di suatu unit kandang. Contoh kasus, jika akan melakukan aplikasi vaksin killed perlu adanya perlakuan khusus seperti vaksin harus didistribusikan dengan menggunakan <em>styrofoam<\/em> berisi es batu dan disimpan di dalam kulkas dengan suhu 2-8\u00b0C sesuai rekomendasi pabrik pembuatnya. Pada saat akan digunakan, vaksin <em>killed <\/em>mensyaratkan \u2018pencairan\u2019 atau <em>(thawing)<\/em> terlebih dahulu sehingga suhu vaksin sesuai dengan suhu kamar agar ayam nyaman ketika menerima vaksin tersebut dalam tubuhnya.<\/h6>\n<h6><em>Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Agustus 2019 dengan judul <\/em><strong><em>Mengenal Teknologi Vaksin Sejak dari Penetasan<\/em><\/strong><em>\u201d. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Domi Sattyananda, S.Pt Berkembangnya genetika ayam ras pedaging yang mendukung pertumbuhan bobot badan dengan lebih cepat, ternyata harus mengorbankan hal lainnya. Selama 30 tahun terakhir, periode pertumbuhan broiler telah berkembang sedemikian rupa. Zaman dulu, untuk menghasilkan ayam dengan bobot 1,5 kilogram membutuhkan waktu 65 hari, sekarang bisa didapatkan hanya dalam waktu 35 hari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":6532,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[9],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Teknologi Vaksin Sejak dari Penetasan | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Domi Sattyananda, S.Pt Berkembangnya genetika ayam ras pedaging yang mendukung pertumbuhan bobot badan dengan lebih cepat, ternyata harus mengorbankan hal lainnya. Selama 30 tahun terakhir, periode pertumbuhan broiler telah berkembang sedemikian rupa. Zaman dulu, untuk menghasilkan ayam dengan bobot 1,5 kilogram membutuhkan waktu 65 hari, sekarang bisa didapatkan hanya dalam waktu 35 hari [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-09T02:31:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/merchant.priangan.org\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Hatchery-Online.jpg?fit=1772%2C1186&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1772\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1186\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Hatchery-Online.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Hatchery-Online.jpg\",\"width\":\"1772\",\"height\":\"1186\",\"caption\":\"Vaksinasi di unit penetasan diklaim mampu mengurangi potensi kontaminasi\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan\/\",\"name\":\"Mengenal Teknologi Vaksin Sejak dari Penetasan | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2019-08-09T02:31:46+00:00\",\"dateModified\":\"2019-08-09T02:31:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Mengenal Teknologi Vaksin Sejak dari Penetasan\",\"datePublished\":\"2019-08-09T02:31:46+00:00\",\"dateModified\":\"2019-08-09T02:31:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan\/#webpage\"},\"wordCount\":432,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/mengenal-teknologi-vaksin-sejak-dari-penetasan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Hatchery-Online.jpg\",\"articleSection\":[\"Tata Laksana\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Hatchery-Online.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-1Hl","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6531"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6531"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6531\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6533,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6531\/revisions\/6533"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}