{"id":6561,"date":"2019-08-13T13:18:08","date_gmt":"2019-08-13T06:18:08","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=6561"},"modified":"2019-08-13T13:18:08","modified_gmt":"2019-08-13T06:18:08","slug":"persiapan-layer-menjelang-periode-produksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/persiapan-layer-menjelang-periode-produksi\/","title":{"rendered":"Persiapan Layer Menjelang Periode Produksi"},"content":{"rendered":"<h6><strong>Oleh : Ir. Sjamsirul Alam<\/strong><\/h6>\n<h6>Ada salah satu masa kritis yang perlu menjadi perhatian serius bagi pelaku peternakan ayam petelur, terutama bagai para pemilik dan Farm Manager\/Supervisor yaitu hal-hal yang penting untuk dikerjakan menjelang ayam memasuki masa produksi. Jika hal ini terlalaikan, maka dipastikan akan terjadi kegagalan untuk mencapai puncak produksi hingga sampai memasuki masa afkir.<\/h6>\n<blockquote class=\"td_pull_quote td_pull_center\"><p><span style=\"color: #000000;\"><em>Sebuah peternakan ayam petelur yang dikelola dengan manajemen pemeliharaan yang baik dan benar akan menghasilkan pundi-pundi keuntungan bagi pemiliknya<\/em><\/span><\/p><\/blockquote>\n<h6>Periode <em>starter<\/em> (umur 0-6 minggu) dan <em>grower<\/em> (6-16 minggu) atau nama lainnya \u2018pullet\u2019 bisa disebut berhasil jika keseragaman mencapai 85% dan bobot badan mencapai target 1.100-1.140 gram pada umur 13 minggu dan 1.270-1.320 gram pada umur 15 minggu, namun keberhasilan ini akan berlanjut apabila teknik pemeliharaan ayam petelur ini dikerjakan dengan baik.<\/h6>\n<h6>Adapun enam hal yang perlu dikerjakan saat beternak layer pada masa persiapan produksi antara lain program pengendalian ektoparasit; program pengendalian endoparasit; transfer; seleksi; pergantian pakan bertahap; serta kandang baterai yang dipersiapkan. Pertama, program pengendalian ektoparasit. Dalam hal ini kutu ayam, caplak, tungau, dan pinjal yang hidupnya menumpang di bagian luar tubuh ayam. Walaupun tidak menimbulkan kematian secara nyata, tetapi secara ekonomi merugikan karena akan menghisap darah ayam dan menimbulkan kegatalan sehingga mengganggu pertumbuhan dan produksi telur.<\/h6>\n<h6>Infestasi ektoparasit yang sangat parah dapat menurunkan produksi telur hingga 20%. Kasus serangan ektoparasit relatif mudah untuk diketahui dengan memperhatikan gejala yang muncul, antara lain nampak ayam tidak tenang, kurus, bulu kusam, nafsu makan menurun, dan seringkali mematuk bulu serta tubuhnya. Untuk pencegahan ektoparasit dapat dilakukan hal seperti pada Tabel 1.<\/h6>\n<h6><strong>Tabel 1 : Pencegahan dan Kontrol Ektoparasit pada Layer<\/strong><\/h6>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"35\">\n<h6><strong>No<\/strong><\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"123\">\n<h6><strong>Obat <\/strong><\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"151\">\n<h6><strong>Dosis<\/strong><\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"259\">\n<h6><strong>Aplikasi<\/strong><\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"35\">\n<h6>1<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"123\">\n<h6>Antipar 500 atau<\/h6>\n<h6>Ciperkiller 25 W<\/h6>\n<h6>atau Sevin \u2013 85<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"151\">\n<h6>1.000 gr<\/h6>\n<h6>300 gr<\/h6>\n<h6>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 500-100 gr<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"259\">\n<h6>Larutkan dalam 100 liter air<\/h6>\n<h6>Semprot atau rendam ayam<\/h6>\n<h6>Semprot minimal 100 cc\/ekor<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"35\">\n<h6>2<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"123\">\n<h6>Bubuk belerang<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"151\">\n<h6>1.000 gr<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"259\">\n<h6>Semprot pertama&nbsp; pada umur 19-22 minggu, setelah itu&nbsp; diulang tiap 3 bulan sekali<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"35\">\n<h6>3<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"123\">\n<h6>Deterjen<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"151\">\n<h6>200 gr<\/h6>\n<\/td>\n<td width=\"259\">\n<h6>&nbsp;<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h6>Sumber: Manual Manajemen Layer CP 909 (2010)<\/h6>\n<h6>Kedua, program pengendalian endoparasit yaitu koksidiosis (berak darah), Leucocytozoonosis, malaria unggas, dan cacingan yang akan menggerogoti pertumbuhan dan kemampuan produksi telur dari dalam tubuh ayam sehingga mengalami kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Penyakit Koksidiosis disebabkan parasit protozoa (parasit sel tunggal) yang berasal dari genus <em>Emeria<\/em>, yang menyerang mukosa usus ayam dalam bentuk ookista melalui beberapa proses pembelahan diri. Untuk pencegahan taburkan kapur sirih atau soda kaustik pada litter basah\/lembap, sedang pengobatan berikan antibiotika dari golongan Sulfa atau <em>Thiamine antagonist<\/em> atau Toltrazuril secara bergantian setiap interval 3-4 kali pengobatan untuk menghindari resistensi obat.<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga :&nbsp;<a href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/perbandingan-berbagai-jenis-ayam-petelur-cokelat-hasil-rst-2018\/\"><span style=\"color: #0000ff;\">Perbandingan Berbagai Jenis Ayam Petelur Cokelat Hasil RST 2018<\/span><\/a><\/strong><\/h6>\n<h6>Penyakit Leucocytozoonosis disebabkan parasit protozoa <em>Leucocytozoon<\/em> sp. yang hidup di dalam sel darah merah ayam dengan gejala klinis kotoran berwarna hijau, depresi, hilang nafsu makan, muntah darah, kelumpuhan, dan berakhir dengan kematian. Pada ayam yang tidak menampakkan gejala klinis spesifik, hanya ditandai adanya penurunan produksi telur dan penurunan bobot badan secara drastis. Pencegahan terhadap Leucocytozoonosis antara lain dengan menekan dan mengeleminasi \u2018vektor biologik\u2019 seperti lalat (<em>Simulium<\/em> sp.) dan nyamuk (<em>Culicoides<\/em>) dengan cara membabat semak-semak dan menghindari adanya genangan air sekitar peternakan termasuk secara rutin mencuci tempat minum ayam, di samping melakukan pencucian dan desinfeksi kandang serta peralatan lainnya. Pengobatan dengan pemberian salah satu obat ini yaitu Atebrine (<em>Quinacrine Hydrochloride<\/em>) dengan dosis 0,5-1% dalam air minum atau Pyrimethamine (<em>Daraprime<\/em>) dengan dosis 1 mg\/ekor.<\/h6>\n<h6>Penyakit malaria unggas disebabkan oleh parasit protozoa <em>Plasmodium<\/em> sp, yang menginfeksi eritrosit (butir darah merah) unggas dimana gejala-gejala klinis yang tampak yaitu terjadi perubahan suhu tubuh turun-naik, penurunan nafsu makan, bulu kusut, depresi, kelemahan, keseimbangan tubuh terganggu, diare, kurang darah, gangguan pernapasan, kelumpuhan, penurunan bobot badan, dan produksi telur. Pencegahan dan pengobatan sama seperti pada penyakit Leucocytozoonosis.&nbsp;<\/h6>\n<h6><strong><em>Penulis<\/em><\/strong><strong><em> merupakan praktisi perunggasan dan alumni Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran.<\/em><\/strong><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Ir. Sjamsirul Alam Ada salah satu masa kritis yang perlu menjadi perhatian serius bagi pelaku peternakan ayam petelur, terutama bagai para pemilik dan Farm Manager\/Supervisor yaitu hal-hal yang penting untuk dikerjakan menjelang ayam memasuki masa produksi. Jika hal ini terlalaikan, maka dipastikan akan terjadi kegagalan untuk mencapai puncak produksi hingga sampai memasuki masa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":6567,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[9],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/persiapan-layer-menjelang-periode-produksi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Persiapan Layer Menjelang Periode Produksi | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Ir. Sjamsirul Alam Ada salah satu masa kritis yang perlu menjadi perhatian serius bagi pelaku peternakan ayam petelur, terutama bagai para pemilik dan Farm Manager\/Supervisor yaitu hal-hal yang penting untuk dikerjakan menjelang ayam memasuki masa produksi. Jika hal ini terlalaikan, maka dipastikan akan terjadi kegagalan untuk mencapai puncak produksi hingga sampai memasuki masa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/persiapan-layer-menjelang-periode-produksi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-13T06:18:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.priangan.org\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Layer-Onlen-Watermak.jpg?fit=2048%2C1152&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1152\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/persiapan-layer-menjelang-periode-produksi\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Layer-Onlen-Watermak.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Layer-Onlen-Watermak.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1152,\"caption\":\"Terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan ketika memasuki masa produksi layer agar mencapai target yang diinginkan\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/persiapan-layer-menjelang-periode-produksi\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/persiapan-layer-menjelang-periode-produksi\/\",\"name\":\"Persiapan Layer Menjelang Periode Produksi | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/persiapan-layer-menjelang-periode-produksi\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2019-08-13T06:18:08+00:00\",\"dateModified\":\"2019-08-13T06:18:08+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/persiapan-layer-menjelang-periode-produksi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/persiapan-layer-menjelang-periode-produksi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/persiapan-layer-menjelang-periode-produksi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/persiapan-layer-menjelang-periode-produksi\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/persiapan-layer-menjelang-periode-produksi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/persiapan-layer-menjelang-periode-produksi\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Persiapan Layer Menjelang Periode Produksi\",\"datePublished\":\"2019-08-13T06:18:08+00:00\",\"dateModified\":\"2019-08-13T06:18:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/persiapan-layer-menjelang-periode-produksi\/#webpage\"},\"wordCount\":616,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/persiapan-layer-menjelang-periode-produksi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Layer-Onlen-Watermak.jpg\",\"articleSection\":[\"Tata Laksana\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Layer-Onlen-Watermak.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-1HP","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6561"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6561"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6561\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6568,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6561\/revisions\/6568"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6561"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6561"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6561"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}