{"id":6579,"date":"2019-08-13T14:58:52","date_gmt":"2019-08-13T07:58:52","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=6579"},"modified":"2019-08-13T14:58:52","modified_gmt":"2019-08-13T07:58:52","slug":"meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/","title":{"rendered":"Meminimalisir Kontaminasi Mikotoksin dan Menjaga Higienitas Kandang untuk Meningkatakan Produktivitas"},"content":{"rendered":"<p>Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki kelembaban udara yang tinggi. Oleh karenanya, keanekaragaman hayati dapat berkembang dengan baik di Indonesia. Tidak hanya tumbuhan, mikroorganisme lainnya dapat berkembang biak dengan baik pada iklim tropis ini, seperti <em>fungi<\/em> yang sering kali menjadi musuh bagi para peternak karena bahan baku pakan yang dihasilkan dapat terkontaminasi mikotoksin yang diproduksi oleh satu atau beberapa spesies <em>fungi<\/em> yang menyebabkan <em>multi<\/em>-kontaminasi dan dapat memberikan masalah zooteknik dengan atau tanpa efek klinis.<\/p>\n<p>Berkesempatan hadir di Indonesia, Francisco Pinto selaku T5X Business Development Manager Wisium, memperkenalkan T5X SD sebagai anti mikotoksin, dan PURlite sebagai <em>Litter Conditioner<\/em>. Dua buah produk gawangan Wisium ini dapat mengatasi kontaminasi mikotoksin dan memberikan kenyamanan bagi ternak.<\/p>\n<p><strong>Keberadaan Mikotoksin<\/strong><br \/>\nPakan menjadi lebih rentan terhadap mikotoksin sangat terpengaruhi oleh kondisi iklim, suhu, kondisi panen, dan kondisi penyimpanan pakan yang tidak baik. Dalam kebanyakan kasus, kontaminasi mikotoksin tidak kasat mata, serta terdistribusi secara tidak merata, tidak berbau dan tidak berwarna. Keberadaan mikotoksin tidak dapat dicurigai dan dideteksi dengan inspeksi visual saja, untuk melihat keberadaan kontaminasi dapat dikonfirmasi melalui analisis pada bahan baku pakan. Keberadaan mikotoksin dapat terlihat jika dilakukan analisa secara menyeluruh.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6583\" aria-describedby=\"caption-attachment-6583\" style=\"width: 183px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img data-attachment-id=\"6583\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/wisium_spe-t5x-pack\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Wisium_SPE-T5X-PACK.jpg\" data-orig-size=\"900,1479\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}\" data-image-title=\"T5X\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Wisium_SPE-T5X-PACK-183x300.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Wisium_SPE-T5X-PACK-623x1024.jpg\" loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-6583\" src=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Wisium_SPE-T5X-PACK-183x300.jpg\" alt=\"\" width=\"183\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Wisium_SPE-T5X-PACK-183x300.jpg 183w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Wisium_SPE-T5X-PACK-768x1262.jpg 768w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Wisium_SPE-T5X-PACK-623x1024.jpg 623w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Wisium_SPE-T5X-PACK-696x1144.jpg 696w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Wisium_SPE-T5X-PACK-256x420.jpg 256w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Wisium_SPE-T5X-PACK.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 183px) 100vw, 183px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6583\" class=\"wp-caption-text\">T5X SD sebagai toxin binder mengatasi Mikotoksin<\/figcaption><\/figure>\n<p>Menurut Willyam selaku <em>Business Development Manager<\/em> Wisium Indonesia, \u201cUntuk mendeteksi keberadaan mikotoksin pada pakan secara visual itu sangat sulit karena partikelnya sangat kecil sekali, harus mempergunakan alat bantu analisa khusus. Mikotoksin berbeda dengan fungi. Jika kita memperhatikan jagung yang sudah terkontaminasi <em>fungi<\/em>, dapat dengan mudah kita menunjukan bahwa jagung itu terkontaminasi. Namun berbeda dengan mikotoksin, nyaris tidak terlihat. Bisa saja jagung yang bersih namun ternyata sudah terkontaminasi mikotoksin,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Mikotoksin merupakan metabolit sekunder yang dihasilkan oleh spesies <em>fungi<\/em> tertentu yang mengkontaminasi bahan pakan ataupun ransum. Francisco mengungkapkan \u201cKondisi cuaca sangat berpengaruh pada reproduksi <em>fungi<\/em>, ini akan mempermudah <em>fungi<\/em> berreproduksi dan akan memulai produksi Mikotoksin,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Maka dari itu, untuk mengatasi kontaminasi Mikotoksin penggunaan T5X SD dapat digunakan sebagai <em>toxin binder<\/em>, dan T5X SD memiliki keunggulan untuk membantu menstimulasi hewan dengan 3 buah cara yang berbeda dengan produk lainnya. Diantaranya dengan mengikat untuk menangkap racun, meningkatkan produksi enzim detoksifikasi, dan dapat menstimulasi sistem metabolisme.<\/p>\n<p><strong>Analisis yang tepat<\/strong><br \/>\nKontaminasi Mikotoksin pada bahan baku dapat terjadi mulai dari <em>lading<\/em> (pada saat panen) hingga dalam masa penyimpanan. Maka dari itu, diperlukan analisis yang tepat untuk mengetahui tingkat kontaminasi pada bahan pakan. Ada beberapa faktor kunci keberhasilan dalam menganalisa kontaminasi Mikotoksin. Pertama, penggunaan sampel bahan baku yang digunakan untuk mengetahui kontaminasi secara menyeluruh. Faktor kedua adalah metode pengambilan sampel untuk mendapatkan sampel representatif untuk mewakili bahan baku keseluruhan. Faktor kunci ketiga adalah memiliki solusi analitik yang tepat, dengan menggunakan analisis kimia yang cepat dan lengkap.<\/p>\n<p><img data-attachment-id=\"6580\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/logo-raptor\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-raptor.jpg\" data-orig-size=\"2048,679\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"logo raptor\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-raptor-300x99.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-raptor-1024x339.jpg\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6580 size-medium\" src=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-raptor-300x99.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"99\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-raptor-300x99.jpg 300w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-raptor-768x255.jpg 768w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-raptor-1024x339.jpg 1024w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-raptor-696x231.jpg 696w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-raptor-1068x354.jpg 1068w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-raptor-1267x420.jpg 1267w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-raptor.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Hal tersebut tercakup dalam servis yang diberikan oleh Wisium termasuk pada perencanaan <em>quality control,<\/em> dengan dilakukannya pemetaan terhadap tingkat kontaminasi bahan baku dengan supplier bahan baku secara berkala dan terukur dengan menggunakan platform analitical Raptor yang telah terintegrasi untuk proses analisis bahan baku modern. Francisco mengatakan \u201cPenggunaan teknologi sudah digunakan untuk mendukung analisa yang digunakan Wisium, mikotoksin dapat dengan mudah kita analisis melalui fasilitas laboratorium UpScience. UpScience merupakan laboratorium yang reliable, <em>independent<\/em>, serta transparan dan bisa dipercaya. UpScience dapat melakukan berbagai analisa di antaranya kalibrasi NIR, audit laboratorium untuk pelanggan, <em>service control plant<\/em> bahan baku, analisa proksimat, vitamin, asam lemak, semua analisis untuk mineral, logam berat, mikotoksin, residu pestisida, serta tes homogenitas,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6581\" aria-describedby=\"caption-attachment-6581\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img data-attachment-id=\"6581\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/logo-upcience\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-upcience.jpg\" data-orig-size=\"1020,476\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}\" data-image-title=\"UpScience Labs\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-upcience-300x140.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-upcience.jpg\" loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-6581\" src=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-upcience-300x140.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"140\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-upcience-300x140.jpg 300w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-upcience-768x358.jpg 768w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-upcience-696x325.jpg 696w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-upcience-900x420.jpg 900w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/logo-upcience.jpg 1020w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6581\" class=\"wp-caption-text\">UpScience merupakan laboratorium analis reliable dan independent<\/figcaption><\/figure>\n<p>Selain itu, banyak lagi teknologi yang ditawarkan oleh Wisium khususnya untuk produk T5X. Wisium memberikan kemudahan pelayanan bagi para pelanggan, dengan pemanfaatan teknologi dalam industri 4.0 ini. Wisium menghadirkan aplikasi <em>mobile<\/em> bernama Mycowatch yang dapat digunakan dengan mudah melalui gadget atau handphone dan dapat diunduh melalui sistem operasi IOS dan Android. T5X merupakan produk yang dimiliki Wisium yang nyaris sempurna untuk menjaga <em>performance<\/em> ternak, melalui inovasi dan keahlian yang dikemas untuk mengatasi mikotoksin.<\/p>\n<p><strong>Kenyamanan bagi ternak<\/strong><br \/>\n<em>Biosecurity<\/em> dan kebersihan kandang menjadi perhatian khusus dalam mengoptimalkan pengendalian resiko kesehatan dalam peternakan. Selama bertahun- tahun, Wisium mengembangkan PURlite. Sebagai<em> litter conditioner<\/em> dengan bahan baku nabati dan mineral yang bersifat menyerap, membersihkan dan non iritasi. PURlite memainkan peran utama dalam pengelolaan kondisi kandang dengan mengatasi kelembaban pada <em>litter,<\/em> mengikat amonia dan memperlambat laju pertumbuhan bakteri agar tetap nyaman bagi ternak<br \/>\nKeunggulan lainnya, PURlite dapat digunakan untuk berbagai jenis hewan ternak seperti Babi, Ruminansia, Unggas, Kelinci dan Kuda. Tentu dengan banyaknya ternak yang dapat menggunakan produk ini, menjadikan PURlite sebagai solusi untuk memudahkan peternak agar dapat menciptakan lingkungan yang nyaman bagi ternak. Pemberian PURlite pada unggas, digunakan sebelum penggunaan<em> litter<\/em> baru. Hal ini dapat mencegah lecet pada bagian dada dan lesi pada bantalan kaki unggas. Pada ruminansia, dapat mengurangi resiko mastitis dan kepincangan. Memberikan kekuatan vital bagi anak babi yang baru dilahirkan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6574\" aria-describedby=\"caption-attachment-6574\" style=\"width: 384px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img data-attachment-id=\"6574\" data-permalink=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/purlite-bag\/\" data-orig-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/purlite-bag.png\" data-orig-size=\"384,633\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"PURlite bag\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/purlite-bag-182x300.png\" data-large-file=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/purlite-bag.png\" loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-6574\" src=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/purlite-bag.png\" alt=\"\" width=\"384\" height=\"633\" srcset=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/purlite-bag.png 384w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/purlite-bag-182x300.png 182w, https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/purlite-bag-255x420.png 255w\" sizes=\"(max-width: 384px) 100vw, 384px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6574\" class=\"wp-caption-text\">Wisium perkenalkan PURlite sebagai litter conditioner bagi ternak<\/figcaption><\/figure>\n<p>Fransisco menjelaskan lebih detail manfaat PURlite untuk babi. Produk ini dapat langsung digunakan untuk babi yang baru saja lahir, dengan cara dibalurkan ke kulitnya. PURlite tidak akan merusak kulit babi karena tidak mengandung bahan berbahaya. Penting untuk segera mengeringkan anak babi setelah lahir agar suhu tubuhnya menjadi hangat. Dengan baluran PURlite anak babi dapat terhindar dari stres karena turunnya suhu tubuh secara bertahap\/hipotermia sehingga dapat lebih cepat mengakses colostrum induknya. Colostrum sebagai asupan nutrisi pertama sangat berguna untuk menjaga vitalitas anak babi. <strong>Adv<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki kelembaban udara yang tinggi. Oleh karenanya, keanekaragaman hayati dapat berkembang dengan baik di Indonesia. Tidak hanya tumbuhan, mikroorganisme lainnya dapat berkembang biak dengan baik pada iklim tropis ini, seperti fungi yang sering kali menjadi musuh bagi para peternak karena bahan baku pakan yang dihasilkan dapat terkontaminasi mikotoksin yang diproduksi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":6582,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[19],"tags":[75,33,595,1054,1052,1055,1053,496],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Meminimalisir Kontaminasi Mikotoksin dan Menjaga Higienitas Kandang untuk Meningkatakan Produktivitas | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki kelembaban udara yang tinggi. Oleh karenanya, keanekaragaman hayati dapat berkembang dengan baik di Indonesia. Tidak hanya tumbuhan, mikroorganisme lainnya dapat berkembang biak dengan baik pada iklim tropis ini, seperti fungi yang sering kali menjadi musuh bagi para peternak karena bahan baku pakan yang dihasilkan dapat terkontaminasi mikotoksin yang diproduksi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-13T07:58:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/bigio.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Mycowatch-logo-01.jpg?fit=1464%2C1514&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1464\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1514\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Mycowatch-logo-01.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Mycowatch-logo-01.jpg\",\"width\":\"1464\",\"height\":\"1514\",\"caption\":\"T5X SD atasi kontaminasi Mikotoksin\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/\",\"name\":\"Meminimalisir Kontaminasi Mikotoksin dan Menjaga Higienitas Kandang untuk Meningkatakan Produktivitas | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2019-08-13T07:58:52+00:00\",\"dateModified\":\"2019-08-13T07:58:52+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\"},\"headline\":\"Meminimalisir Kontaminasi Mikotoksin dan Menjaga Higienitas Kandang untuk Meningkatakan Produktivitas\",\"datePublished\":\"2019-08-13T07:58:52+00:00\",\"dateModified\":\"2019-08-13T07:58:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/#webpage\"},\"wordCount\":898,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/meminimalisir-kontaminasi-mikotoksin-dan-menjaga-higienitas-kandang-untuk-meningkatakan-produktivitas\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Mycowatch-logo-01.jpg\",\"keywords\":[\"#advertorial\",\"berita1\",\"mikotoksin\",\"Raptor\",\"T5X SD\",\"Toxin Binder\",\"UpScience\",\"Wisium\"],\"articleSection\":[\"Advertorial\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/384077045f08b44f9ff828ed5e1f4ceb\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d2d5bf883156979fec93d336aa76bf23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/poultry_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Mycowatch-logo-01.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-1I7","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6579"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6579"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6579\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6584,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6579\/revisions\/6584"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6582"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6579"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}