{"id":8455,"date":"2020-05-02T09:32:11","date_gmt":"2020-05-02T02:32:11","guid":{"rendered":"https:\/\/poultryindonesia.com\/?p=8455"},"modified":"2020-05-03T12:05:19","modified_gmt":"2020-05-03T05:05:19","slug":"maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang\/","title":{"rendered":"Maksimalkan Produksi, Perhatikan Kepadatan Kandang"},"content":{"rendered":"<h6><strong>Oleh : Domi Sattyananda, S.Pt*<\/strong><\/h6>\n<h6>Dalam proses budi daya ayam ras pedaging, membutuhkan sebuah ketelitian dan ketekunan untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Ada beberapa faktor yang nantinya menentukan pendapatan dari peternak di antaranya berupa input pakan, serta bagaimana perlakuan yang diterapkan oleh peternak dalam manajemen pemeliharaan. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan yaitu manajemen kepadatan kandang.<\/h6>\n<blockquote class=\"td_pull_quote td_pull_center\"><p><span style=\"color: #000000;\"><em>Manajemen yang baik diperlukan untuk menghasilkan produksi yang optimal, salah satunya adalah manajemen kepadatan kandang.<\/em><\/span><\/p><\/blockquote>\n<h6>Menurut penelitian Houshmand dkk. (2012), menyatakan bahwa kepadatan kandang merupakan faktor yang penting dalam produksi broiler karena pengaruhnya terhadap kesehatan, kesejahteraan, tingkah laku serta performa. Selain itu, kandang yang terlalu padat dapat menyebabkan berbagai gangguan produksi, seperti menurunkan konsumsi ransum, meningkatkan dermatitis, goresan, memar, juga menurunkan konsumsi air minum.<\/h6>\n<h6><strong>Perhatikan kepadatan kandang<\/strong><\/h6>\n<h6>Kapasitas kepadatan di kandang yang melebihi standar yang seharusnya, maka bisa juga menyebabkan naiknya suhu dalam kandang, naiknya kelembapan, yang pada akhirnya akan menyebabkan <em>heat stress. <\/em>Semakin tinggi kepadatan kandang, maka semakin banyak pula panas dan uap air yang dilepaskan ke lingkungan kandang. Populasi yang terlalu padat dapat mengakibatkan ayam menderita cekaman (stres) sehingga menurunkan laju pertumbuhan dan efsiensi penggunaan ransum (Suprijatna dkk., 2005).<\/h6>\n<h6>Penurunan laju pertumbuhan akan menyebabkan bobot potong semakin rendah. Pencapaian bobot karkas sangat erat kaitannya dengan bobot potong dan pertambahan bobot badan (Haroen, 2003). Faktor utama yang menentukan produksi karkas adalah strain, jenis kelammin, usia, kesehatan, nutrisi, bobot badan dan pemuasaan sebelum dipotong (Young dkk., 2001). Persentase karkas diperoleh dengan melakukan pembagian bobot karkas dengan bobot hidup dikalikan 100 persen. Rataan persentase karkas berkisar antara 56,49 &#8211; 61,62% untuk ayam broiler umur 5 minggu (Suharti dkk., 2008), sedangkan persentase broiler strain lohmann yang dipelihara 49 hari adalah 65,80% sampai 66,60% (Farran dkk., 2000).<\/h6>\n<h6><strong>Baca Juga:&nbsp;<span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/poultryindonesia.com\/persiapan-panen-titik-akhir-dari-proses-budi-daya\/\">Persiapan Panen Titik Akhir dari Proses Budi Daya<\/a><\/span><\/strong><\/h6>\n<h6>Menurut Jajat Zakaria selaku Staff Technical Support dari PT Multi Sarana Pakanindo, menjelaskan bahwa dalam menghitung kepadatan kandang bisa mencontoh pada buku panduan yang diterbitkan oleh masing-masing perusahaan pembibitan. Salah satunya bisa mencontoh dari standar Cobb Management Guide jika peternak menggunakan strain dari Cobb.<\/h6>\n<h6>\u201cKepadatan kandang bisa dihitung dengan dua cara berdasarkan rasio standar dari Cobb Manajement Guide. Pertama, bisa dihitung berdasarkan ekoran dengan rasionya 14 ekor per meter persegi. Jadi kalau kita ambil contoh sebuah kandang <em>closed house<\/em> dengan luas 120&#215;12 m<sub>\u00ad<\/sub>eter itu idealnya diisi 20.000 ekor per lantai. Jika menggunakan dua lantai maka idealnya diisi dengan populasi sebesar 40.000 ekor,\u201d jelas Jajat.<\/h6>\n<h6>Banyak faktor yang dapat memengaruhi jumlah ideal kepadatan kandang. Jumlah tersebut, menurut Jajat bisa berkurang atau bisa juga ditambah jumlah ekorannya jika ditunjang oleh berbagai aspek teknis lainnya. Seperti kualitas alas kandang (<em>litter)<\/em>, ketercukupan udara lewat sirkulasi yang baik, kapasitas data sedot kipas, dan faktor pengalaman dari peternak tersebut juga menjadi faktor kunci dalam manajemen kepadatan kandang.<\/h6>\n<h6>\u201cCara kedua yakni kepadatan kandang juga dilihat dari kapasitas kipas yang digunakan dalam sistem <em>closed house<\/em> tersebut. Jadi jika dihitung dalam satuan kilogram, idealnya kandang itu diisi antara 25-30 kilogram per meter persegi. Kami biasanya menyarankan kepada para peternak yang masih baru dalam beternak itu di angka aman saja yaitu pada kisaran 14 ekor per meter persegi dan 25-30 kilogram per meter persegi,\u201d papar Jajat.&nbsp;<strong><em>*Wartawan Poultry Indonesia<\/em><\/strong><\/h6>\n<h6><em>Potongan artikel Majalah Poultry Indonesia edisi April 2020 ini dilanjutkan pada judul &#8220;<\/em><strong>Maksimalkan Produksi, Perhatikan Kepadatan Kandang<\/strong><em>\u201d. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Domi Sattyananda, S.Pt* Dalam proses budi daya ayam ras pedaging, membutuhkan sebuah ketelitian dan ketekunan untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Ada beberapa faktor yang nantinya menentukan pendapatan dari peternak di antaranya berupa input pakan, serta bagaimana perlakuan yang diterapkan oleh peternak dalam manajemen pemeliharaan. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan yaitu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":8457,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"cybocfi_hide_featured_image":"","spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[9],"tags":[235,235,1509,929,1043,1510,1204],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Maksimalkan Produksi, Perhatikan Kepadatan Kandang | Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Domi Sattyananda, S.Pt* Dalam proses budi daya ayam ras pedaging, membutuhkan sebuah ketelitian dan ketekunan untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Ada beberapa faktor yang nantinya menentukan pendapatan dari peternak di antaranya berupa input pakan, serta bagaimana perlakuan yang diterapkan oleh peternak dalam manajemen pemeliharaan. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan yaitu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Poultry Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-05-02T02:32:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-05-03T05:05:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i2.wp.com\/poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/IMG_4205.jpg?fit=1024%2C683&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/PoultryIndonesiaOfficial\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/poultryindonesia\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/poultry.apps360.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/2b06813e08c0623a94a39dd397da501b.jpg?fit=1071%2C321&ssl=1\",\"width\":1071,\"height\":321,\"caption\":\"Poultry Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Poultry Indonesia\",\"description\":\"Referensi Perunggasan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/IMG_4205.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/IMG_4205.jpg\",\"width\":\"1024\",\"height\":\"683\",\"caption\":\"Kepadatan kandang merupakan faktor yang penting dalam produksi broiler karena pengaruhnya terhadap kesehatan, kesejahteraan, tingkah laku serta performa\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang\/\",\"name\":\"Maksimalkan Produksi, Perhatikan Kepadatan Kandang | Poultry Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2020-05-02T02:32:11+00:00\",\"dateModified\":\"2020-05-03T05:05:19+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"item\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"item\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang\/#webpage\"}}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/813e5fc62846aab942f2be814089cf5e\"},\"headline\":\"Maksimalkan Produksi, Perhatikan Kepadatan Kandang\",\"datePublished\":\"2020-05-02T02:32:11+00:00\",\"dateModified\":\"2020-05-03T05:05:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang\/#webpage\"},\"wordCount\":544,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/maksimalkan-produksi-perhatikan-kepadatan-kandang\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/IMG_4205.jpg\",\"keywords\":[\"ayam\",\"ayam\",\"kepadatan kandang\",\"Kesehatan Unggas\",\"Poultry Indonesia\",\"poultry indonesia website\",\"tata laksana\"],\"articleSection\":[\"Tata Laksana\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/813e5fc62846aab942f2be814089cf5e\",\"name\":\"Domi Sattyananda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocIXhJe-sPcDQ8xWOWaR2hEXbnpNB7YsX2l52Q-bbJZozPGwwg=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocIXhJe-sPcDQ8xWOWaR2hEXbnpNB7YsX2l52Q-bbJZozPGwwg=s96-c\",\"caption\":\"Domi Sattyananda\"},\"url\":\"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/author\/m_domi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/IMG_4205.jpg","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pd8n0R-2cn","jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8455"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8455"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8455\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8458,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8455\/revisions\/8458"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8457"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8455"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8455"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.poultryindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8455"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}