Suasanya jual beli karkas di pasar (Foto : PI_Farid)
POULTRY INDONESIA, Jakarta – Harga live bird dan telur sepanjang tahun 2018 tercatat relatif aman. Maksud dari aman ini adalah harga untuk masing-masing komoditas terpantau berada di kisaran acuan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag). Walaupun terjadi penurunan harga, tidak berlangsung lama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan pantauan Poultry Indonesia terhadap beberapa wilayah sentra produksi telur, harga pada awal bulan April memang tidak setinggi penjualan di akhir April. Pada awal April, kota yang memiliki angka penjualan tertinggi yaitu Balikpapan dengan mencatatkan penjualan sebesar Rp 20.000 per kilogram, dan hanya mampu menaikkan penjualan sebesar Rp 22.500 per kilogram telur di akhir April. Musim hujan disinyalir mengurangi produksi telur di bulan April, sehingga menyebabkan harga terkatrol naik.
Baca Juga : Meneropong Industri Peternakan Itik Nasional
Sedangkan untuk penjualan terendah pada bulan April terdapat di wilayah Aceh dengan penjualan telur yang hanya mampu menembus harga Rp 16.000 per kilogram. Namun penjualan tersebut perlahan-lahan naik setelah memasuki tanggal 11 April. Lalu untuk kenaikan tertinggi sebesar Rp 2.500 di wilayah Aceh terdapat pada tanggal 20 April. Harga rendah di wilayah tersebut disinyalir karena adanya penurunan konsumsi telur di tingkat masyarakat.
Membahas penjualan live bird di tingkat peternak, penjualan tertinggi terdapat di wilayah Lombok, dari awal bulan April hingga akhir April. Harga untuk wilayah Lombok di awal bulan tercatat sebesar Rp 22.000 per kilogram. Harga tersebut bergerak fluktuatif hingga akhirnya tercatat rekor penjualan tertinggi wilayah Lombok yaitu pada tanggal 16 April dengan harga Rp 26.000 per kilogram. Harga tinggi tersebut disinyalir arena adanya oknum spekulan yang sengaja menaikkan harga menjelang bulan Ramadan. Namun hal tersebut mampu diatasi oleh tim gabungan satgas pangan yang terdiri dari Dinas Perdagangan Provinsi dan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca juga : Kementan : Kami Tegas Tidak Akan Impor Ayam dari Brasil
Sedangkan untuk harga terendah terdapat di wilayah Makassar, dengan penjualan terendahnya di rentang minggu kedua bulan April. Harga terendah tercatat berada pada angka Rp 15.250 per kilogram, tetapi harga tersebut berangsung-angsur pulih dan menyentuh Rp 18.250 per kilogram ayam hidup menjelang akhir April.
Penurunan konsumsi disinyalir menjadi penyebab utama dari turunnya harga ayam hidup. Makassar merupakan wilayah yang juga mampu memenuhi kebutuhan protein hewani bagi masyarakatnya melalui produksi hewan laut. Kenaikan konsumsi dari sektor perikanan disinyalir memberikan dampak penurunan harga ayam di Makassar.
Artikel ini adalah ringkasan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Mei 2018 di halaman 64 dengan judul “Harga Daging dan Telur Ayam Jelang Ramadhan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153