Tim SJJ di pameran Indo Livestock 2018.
Posisi stan yang strategis membawa keuntungan tersendiri bagi SJJ karena dapat dilalui pengunjung dari berbagai arah. Hal tersebut diakui oleh drh. Agustini Hariyati, Business Development Manager PT Satwa Jawa Jaya saat ditemui di sela-sela pameran berlangsung. Sejak hari pertama, pengunjung ramai menyambangi stan SJJ. Perempuan yang kerap disapa Tini ini mengungkapkan, SJJ memilih untuk berpartisipasi dalam pameran Indo Livestock karena beberapa alasan, salah satunya karena ajang Indo Livestock telah lama dikenal sebagai pameran peternakan terbesar di Indonesia. Ditambah lagi, pada pameran tahun ini diikuti lebih banyak partisipan dibandingkan dengan pameran di tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, pameran ini menarik perhatian para pengunjung.
“Salah satu harapan kita mengikuti pameran ini adalah untuk brand image, jadi kita ingin lebih banyak dikenal dengan baik di kalangan masyarakat Indonesia maupun luar negeri,” ungkap Tini. Menurutnya, banyak pengunjung yang datang berharap dapat bekerja sama dengan SJJ dengan meminta sebagai distributor mereka di Indonesia. Pada momen ini pula SJJ dapat bertemu langsung dan berdiskusi dengan para customer.
SJJ merupakan distributor untuk produk kesehatan hewan khususnya unggas yang telah berdiri di Indonesia sejak 1986. Hingga saat ini, SJJ telah memiliki cabang yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Surabaya, Medan, Surakarta, Bandung, hingga Lampung.
Produk terbaik untuk ternak
Belakangan ini, perkembangan di bidang peternakan cukup bagus jika dilihat dari sisi harga. Dengan demikian, banyak peternak yang lebih bergairah saat ini. Hal tersebut dituturkan oleh Ir. M. Suryo Triyuliarso, Technical Manager PT Satwa Jawa Jaya. “Tahun ini, karena prospeknya lebih bagus kita berpartisipasi di Indo Livestock untuk pertama kalinya. Kita melihat prospek kedepannya juga cukup bagus,” ungkap Suryo.
Menurutnya, stan SJJ selalu ramai kehadiran para pelanggannya khususnya pada hari pertama dan kedua. “Pameran ini sangat penting untuk pertemuan antara produsen, supplier, dan user untuk konsultasi di bidang peternakan, bagaimana meningkatkan efisiensi produknya. Dan disilah tempatnya,” lanjut Suryo. Melalui pameran ini, SJJ juga telah memiliki kerja sama dengan beberapa supplier baru.
Penampilan PT Satwa Jawa Jaya di Indo Livestock 2018.
Kehadiran ajang Indo Livestock lebih mudah bagi SJJ dan customer maupun pengunjung untuk melakukan konsultasi, melihat produk-produk baru, dan berbicara mengenai kemajuan di bidang teknologi dan peralatan yang sangat pesat. Di samping itu, SJJ juga membawa produk dari beberapa supplier-nya yang memiliki produk ternama dan telah digunakan secara global. Beberapa supplier berasal dari Amerika dan Jerman.
Suryo mengungkapkan bahwa isu yang paling menarik saat ini adalah adanya regulasi baru dari pemerintah Indonesia terkait pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) dalam pakan. SJJ telah memiliki berbagai produk yang bisa menjadi opsi bagi para peternak dalam menghadapi hal ini. Salah satu produk yang menjadi andalan adalah BMD dari Zoetis yang saat ini aplikasinya sebagai terapi atau pengobatan. “AGP ini memang dilarang, tetapi hanya dosisnya yang berbeda dan waktunya yang membedakan. Jadi BMD tetap masih relevan untuk mengatasi NE. Yang paling penting adalah penggunaan BMD dalam dosis terapi,” jelas Suryo. BMD mengandung bahan utama Bacitracin Methylene Disalicylate yang bekerja efektif untuk mengontrol NE, membantu penyerapan nutrisi secara optimal dari pakan, hingga menghasilkan produktivitas ternak yang lebih baik. Saat ini, di market Indonesia telah tersedia BMD Granule 10% dan BMD Soluble. “Jika sulit untuk pengobatannya, kita punya yang water soluble. Bagi peternak-peternak yang menemukan kasus NE di lapangan, kita siap mensuplai BMD Soluble untuk dicampurkan di air minum,” papar Suryo.
Tidak hanya itu, SJJ juga menyediakan beberapa produk sebagai solusi alternatif pengganti AGP, seperti probiotik, enzim, asam organik, dan lainnya. Suryo mengatakan, banyak pula pengunjung yang menanyakan produk-produk untuk pengganti AGP dan SJJ telah siap menyediakan solusinya.
Seminar dan pelayanan dari SJJ
SJJ juga memanfaatkan kesempatan pameran untuk menyelenggarakan technical seminar. Seminar ini berlangsung pada Jumat, 6 Juli 2018 dengan menghadirkan narasumber Alice Lu dari Vegamax dengan tema “Maintain Gut Health and Integrity Without Antibiotic”. Dalam seminar ini Alice menekankan bahwa menjaga kesehatan hewan menjadi semakin penting di era AGP-free seperti saat ini. Salah satu solusinya adalah dengan penggunaan butirat yang memiliki kinerja unik untuk menjaga kesehatan usus hewan. ButyEnergy 400+ yang diproduksi oleh Vega Max merupakan micro-encapsulated sodium butyrate dengan essential oil. Sodium butyrate memiliki manfaat, seperti maintain mikroflora pada GIT hingga meningkatkan kemampuan kecernaan dan penyerapan intestinal. Sementara itu, essential oil berfungsi sebagai antibakteria hingga memproteksi villi dalam saluran pencernaan. Sinergitas kedua kandungan tersebut mampu menjaga kesehatan intestinal secara optimal.
Pada dasarnya, SJJ juga menyelenggarakan seminar kecil di daerah-daerah. “Kita aktif mengadakan seminar kecil ke beberapa kota, kita sosialiasikan berbagai produk kita juga,” papar Suryo. Selain seminar, pelayanan lainnya yang ditawarkan SJJ adalah pelayanan teknis dan product knowledge. “Kita siap jika ada peternak yang menanyakan ke kita mengenai masalah-masalahnya. Karena kita mempunyai 18 technical service yang siap di lapangan,” lanjutnya.