Kementan salurkan bantuan lebih dari Rp 8 miliar untuk korban gempa di NTB.
POULTRY INDONESIA, Jakarta — Bencana gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8) malam, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (6/8) siang, sebanyak 91 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Bencana tersebut juga menimbulkan kerugian material seperti rusaknya infrastruktur. 
Merespons kabar duka tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan bantuan hasil kerja sama dengan berbagai pihak. Selain memberi bantuan, Kementan juga mengadakan doa bersama yang dilakukan di Kantor Kementerian Pertanian, Ragunan Jakarta, yang dihadiri oleh para pegawai Kementan, organisasi masyarakat (ormas) keagamaan serta warga sekitar gedung Kementan. Acara yang digelar pada Senin (6/8) ini dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Menurut Amran, dalam waktu singkat, bantuan yang dihimpun Kementan mencapai sekitar Rp 8 miliar. “Kita berhasil mengumpulkan uang bantuan lebih dari 8 miliar rupiah,” ujarnya. Selain uang, bantuan lain yang diberikan berbentuk 10.000 ekor ayam serta bahan pangan pokok lainnya seperti telur, beras, mie instan, minyak, gula dan sebagainya. Pihak yang berkontribusi dalam pengumpulan bantuan ini pun beragam. 
Baca juga : Kementan Gelar “Public Awareness” Pemotongan Hewan Kurban
Terdapat sederet asosiasi antara lain Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI), Pinsar Indonesia, Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) dan beberapa asosiasi pertanian hingga asosiasi ekspor-impor. Selain itu, ada pula perusahaan perunggasan PT Charoen Pokphand Indonesia yang menyumbangkan telur sebanyak 3 ton, sosis 1.110 dus serta berbagai produk lainnya yang diangkut dengan 11 unit mobil. PT Perkebunan Nusantara (PN) dan Perum Bulog pun tak ketinggalan memberi andil. Banyak pihak yang antusias dan berpadu pada aksi solidaritas ini.
Amran sangat mengapresiasi pihak-pihak yang telah memberi dukungan. Menurutnya, luka para korban adalah luka bersama rakyat Indonesia. “Tolong sampaikan pada kawan-kawan, bahwa ini adalah ujian kita bersama. Kita pun yang sehat diuji bagaimana menunjukkan persatuan kita. Ini adalah ladang amal bagi kita,” ungkapnya. 
Oleh karena itu, ia mengajak lebih banyak orang untuk bersatu membantu para korban. Menurutnya, semua akan terasa ringan bila ditanggung bersama-sama. “Kami minta kepada seluruh keluargan besar petani Indonesia, mari bantu. Minimal kirimkan doa. Bila ada, kirimkan bantuan satu biji saja kelapa, jagung, telur, apa pun bentuknya akan sangat berharga untuk saudara kita,” imbuhnya. Meski hanya membantu sedikit, ujar Amran, manfaat yang dirasakan para korban sangatlah besar.
Terkait kondisi hewan ternak di lokasi bencana, menurut Amran, pihaknya siap mengirimkan bantuan untuk membantu para peternak. “Saya akan kirim 100 tim. Tim ini nanti membawa vaksin dan bantuan lain yang dibutuhkan,” jelasnya. 
Demi melancarkan program tersebut, ia pun segera melibatkan jajaran dinas terkait yang berada di lokasi bencana dan membuka pos bantuan yang mudah diakses para korban.