POULTRYINDONESIA, Bogor – Pertengahan Januari lalu (23/1), PT Sumber Unggas Indonesia (PT SUI) mendapat kunjungan dari perwakilan Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) Nurjaman dan Hasanatun Hasinah, serta tim Balitnak yang diwakili oleh Prof. Sofjan Iskandar. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memantau perkembangan kerjasama lisensi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian terkait Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (Ayam KUB) dan Ayam Sentul Seleksi (Sensi) sebagai salah satu inovasi ayam kampung hasil seleksi genetik.
“Sebelum tahun 2000-an, orang sangat sulit mencari ayam kampung. Sekarang dengan adanya kerjasama pengembangan dengan PT SUI, kini kedepannya orang akan mudah mencari ayam kampung asli”, ujar Prof. Sofjan.
Sebelumnya pada tahun 2018, PT SUI telah menjual DOC ayam KUB dan turunannya sebanyak 3,8 juta ekor, dan ayam Sentul Seleksi dan turunannya sebanyak 280 ribu ekor. Penjualan sudah menyebar mulai ke seluruh wilayah Indonesia. Selama ini kendala distribusi DOC ke luar pulau yang dirasakan adalah saat pengiriman DOC menggunakan udara mengalami kematian yang cukup tinggi karena adanya gangguan pada blower di bagasi pesawat. Rencananya setelah pengembangan ayam KUB dan ayam Sensi dengan PT SUI Balitnak dalam waktu dekat akan melepas Gaok, KUB-2 dengan varian kaki kuning, dan Sensi-2.