Seminar hari pertama bertempat di RM Saung Nikmat, Kabupaten Cianjur.
Berturut-turut pada 13 Desember 2018 (Cianjur) dan 14 Desember 2018 (BSD-Tangerang), PT Farmsco Feed Indonesia menyelenggarakan Step by Step (SBS) School yang merupakan salah satu agenda rutin dari Farmsco berupa technical seminar dan sharing session. Seminar tersebut menghadirkan Tony Unandar yang merupakan pakar di industri perunggasan sebagai narasumber. Acara ini adalah hasil kerja sama antara PT Farmsco Feed Indonesia dengan partner Farmsco, yaitu Biochem dan Akusara Indonesia Abadi.
Farmsco merupakan perusahaan asal Korea yang telah melebarkan sayap bisnisnya di Indonesia sejak tahun 2017. Farmsco Indonesia Group memiliki empat anak perusahaan, yaitu PT Harim Farmsco Indonesia, PT Farmsco Feed Indonesia, dan PT Cahaya Teknologi Unggas.
Melalui acara ini Farmsco berharap dapat melakukan jalinan komunikasi dan kerja sama yang lebih erat dengan customer, relasi, maupun para mitranya. “Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasinya dalam acara ini. Kami mengharapkan informasi yang kami bagikan ini dapat bermanfaat, terutama untuk meningkatkan performa ayam,” ungkap Prasetyo mewakili Farmsco Indonesia dalam sambutannya.
Seminar yang diselenggarakan di dua lokasi berbeda tersebut dipandu oleh Kurniawan Eko Santoso selaku Marketing PT Farmsco Feed Indonesia. Dengan mengutamakan waktu yang fleksibel, peserta pun lebih leluasa untuk berdiskusi, bertanya langsung kepada pakar mengenai hambatan yang ditemukan di lapangan.
Mr. Park Ju Hyun, Vice President Sales and Marketing PT Farmsco Feed Indonesia (kiri) menyerahkan doorprize kepada peserta.
Strategi pemeliharaan layer
Acara pada hari pertama diselenggarakan di RM Saung Nikmat, Kabupaten Cianjur (13 Desember 2018) dengan mengangkat tema “Antisipasi Perubahan Musim dalam Periode Pemeliharaan Layer”. Hadir dalam acara tersebut peternak keluarga besar Krida Permai Group serta para peternak dari daerah Cianjur dan sekitarnya.
“Jika berbicara tentang penanganan ketika memasuki musim pancaroba seperti saat ini, kita harus menyadari situasi yang kita hadapi dari waktu ke waktu. Kalau kita memelihara ayam, ada 3 hal yang selalu berubah. Pertama genetiknya sudah berubah, kedua cuaca atau iklim, ketiga bibit penyakit,” terang Tony Unandar dalam presentasinya.
Faktor yang pertama yaitu genetik dari ayam petelur itu sendiri memang terjadi peningkatan secara berkala dari tahun ke tahun. Menurut Tony ayam petelur modern, bisa mencapai umur apkir hingga 100 minggu, berbeda halnya dengan ayam zaman dahulu yang umur apkirnya berada di kisaran 86 minggu. “Karena jenis bibit ayamnya berubah, maka ayam tersebut menuntut perubahan manajemen lapangan dan jenis pakan yang kita pakai,” terang Tony. Jenis pakan produksi Farmsco sendiri diformulasi untuk mengakomodasi kebutuhan nutrisi layer saat ini. Jajaran produk pakan layer Farmsco untuk periode pullet, diantaranya Hi-Pre Starter (0-3 minggu), Hi-Starter (0-6 minggu), Hi-Grower (7-15 minggu), Hi-Pullet (13-15 minggu), Hi-Shell (16-17 minggu). Sedangkan untuk periode produksi, terdapat Egg-Max (18-40 minggu), Egg-Pro (41-65 minggu), Egg-Plus (55 minggu-apkir), dan Egg-Shell+ (66 minggu-apkir).
Lalu faktor yang kedua yang harus diperhatikan yaitu cuaca atau iklim. Dewasa ini, cuaca atau iklim di luar sangat sulit untuk diprediksi. “Cuaca atau iklim ini semakin lama semakin tidak membuat ayam nyaman. Sehingga hal tersebut membutuhkan modifikasi dari komposisi pakan dan cara penanganan di lapangan. Perubahan cuaca yang ekstrim menuntut beberapa bahan pakan lebih tinggi,” ujar Tony.
Lalu faktor yang ketiga yaitu bibit penyakit yang semakin ganas, seperti pada penyakit Newcastle Disease (ND), dan Infectious Bronchitis (IB). “Oleh karena itu, kita harus merespons penyakit ini dengan mengubah perlakuan kita terhadap ayam. Jika tidak mengubah perlakuan di lapangan, maka hasilnya itu akan seolah-olah lebih buruk dari sebelumnya,” pungkas Tony.
Peran pakan pada broiler
Seminar yang berlangsung di BSD – Tangerang.
Sementara itu dalam periode pemeliharaan broiler, selain faktor bibit, biosekuriti, dan manajemen, kualitas pakan menyumbang andil besar dalam kesuksesan pemeliharaan.
Dengan mengangkat tema “Kualitas Pakan dalam Menunjang Performance Produksi”, Tony Unandar berbagi informasi mengenai peran pakan dalam menunjang performa broiler pada hari kedua penyelenggaraan seminar di RM Telaga Seafood BSD – Tangerang (14 Desember 2018).
Tony memaparkan beberapa permasalahan yang dihadapi peternak dalam budi daya broiler saat ini. Pertama, kenyataan bahwa broiler modern telah mengalami perbaikan genetik sehingga pertumbuhannya berlangsung lebih cepat. “Salah satu akibat negatifnya, ayam jadi ringkih dan bisa mengalami stres internal,” tegas Tony. Selain stres internal, ayam juga dapat mengalami stres eksternal yang disebabkan oleh perubahan cuaca yang ekstrim dan fluktuatif akibat global warming.
Permasalahan lainnya adalah pemenuhan nutrisi yang harus sesuai dengan kebutuhan ayam modern serta penyakit yang saat ini banyak dialami oleh ayam, terutama terkait kesehatan saluran pencernaan. “Untuk mengatasi masalah itu, peternak membutuhkan strategi multi approach, pendekatan yang beragam,” ujar Tony.
Ia menjelaskan strategi kunci untuk budi daya broiler yang sukses, antara lain memaksimalkan pertumbuhan ayam di awal, memperhatikan fase kritis pertumbuhan broiler, dan memberikan targetted supplementation.
Penting untuk diingat bahwa satu minggu pertama adalah masa kritis dari pertumbuhan ayam. “Strategi yang pertama, kita perlu memaksimalkan potensi pertumbuhan ayam,” lanjutnya. Langkah untuk memaksimalkan pertumbuhan ayam adalah dengan memberikan pakan di awal. “Pemberian pakan di awal bisa meningkatkan villi usus,” papar Tony. Berdasarkan data yang ditampilkan oleh Tony dalam presentasinya, panjang villi usus dalam rentang waktu 1 minggu dapat bertumbuh dua kali lipat. Ia menambahkan, pertumbuhan ini juga menghasilkan efisiensi pakan.
Pakan yang diberikan pun harus memiliki spesifikasi khusus yang sesuai dengan genetik baru ayam. Pakan yang disebut memenuhi kebutuhan ayam adalah yang memiliki digestibility serta nutrient intake yang tinggi dan seimbang. Dengan formulasi yang telah disesuaikan dengan kondisi ayam modern, Farmsco menyediakan pakan untuk setiap tahap pertumbuhan. Untuk seri pakan broiler dari Farmsco terdiri dari 3 kategori, yaitu Farms-Choi (umur 0-7 hari), Farms-Chick (0-21 hari), dan Farms-Bro (21 hari-panen).
Selain kebutuhan pakan yang harus dipenuhi, Tony menekankan bahwa menjaga kesehatan saluran pencernaan juga sangat penting. “Dengan penambahan suplementasi, dapat membantu menjaga kesehatan usus ayam. Misalnya, dengan menggunakan trace minerals yang mengandung zinc, manganese, dan copper,” papar Tony.
Dengan memberikan pakan yang tepat serta manajemen peternakan yang baik, maka pertumbuhan dan performa ayam yang lebih optimal pun akan tercapai.