Sosialisasi mengenai urgensi penerapan closed house bagi para peternak merupakan tugas bersama
POULTRY INDONESIA – Jakarta, Memasuki dunia Industri 4.0 dengan menggabungkan teknologi dan jaringan secara nirkabel yang terhubung satu sama lain. Sehingga sistem otomatisasi akan terlihat di setiap lini produksi, tak terkecuali dunia perunggasan. Oleh karena itu, pemilik Adam Poultry Equipment, Huang Tanto Sugito, terus mengajak peternak untuk semakin melek terhadap perkembangan teknologi di bidang perunggasan.
Menurutnya, peternak Indonesia dapat secara berangsur-angsur mengadopsi inovasi yang ada ketika wawasannya bertambah luas. “Peternak harus lebih terbuka. Ilmu bukan hanya sesuatu yang sudah dipelajari, namun banyak pula perkembangan yang baru. Ilmu tersebut bisa diperoleh dari buku, majalah, seminar hingga pameran. Mereka harus ikut serta. Bila hanya di kandang, nanti dampaknya begitu-begitu saja,” ungkap Huang, Jumat (6/7).

Memasuki era global, tantangan pembangunan nasional saat ini dan di masa yang akan datang, semakin menantang. Salah satu permasalahan yang masih perlu mendapatkan perhatian bebagai pihak yaitu pengembangan SDM yang berdaya saing. 

Hal tersebut diamini oleh Arya Seta Wiriadipoera, Managing Director PT Napindo Media Ashatama, penggagas Indo Livestock Expo & Forum. Pada pameran peternakan terbesar di Indonesia itu, tersaji ragam inovasi dalam bidang mekanisasi budi daya unggas. Menurut Arya, pameran tersebut memiliki tujuan untuk membawa peternakan Indonesia ke arah yang lebih modern dan berdaya saing.
Arya yang dijumpai oleh Poultry Indonesia pada Selasa (22/5) menjelaskan, bahwa tren Industri 4.0 sedang berkembang saat ini, termasuk dalam ranah peternakan. Industri ini kian berpadu dengan teknologi dan aktivitas online dalam melakukan produksi dan pemasaran. Integrasi yang masif itu kemudian meningkatkan produktivitas ke tingkat yang lebih jauh dari sebelumnya. Dalam situasi inilah, Arya melalui Indo Livestock hadir menawarkan wajah baru Industri peternakan 4.0 bagi masyarakat Indonesia. Kelak, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan konsumsi produk protein hewani yang masih jauh tertinggal dari negara-negara di dunia.
Baca Juga : Wajah SDM Perunggasan Tanah Air
Penggunaan teknologi dalam berbudi daya yang disajikan dalam pameran dan seminar bertujuan lebih mengedukasi insan perunggasan, khususnya peternak. Perpaduan teknologi mutakhir dan budi daya unggas itu tentunya memudahkan pengambilan keputusan melalui data-data perekaman produksi yang akurat. Dengan kombinasi siber dan fisik, menuntut para operator dan pemilik perusahaan peternakan untuk dapat menganalisis data dengan cepat dan tepat. Bila upaya tersebut berjalan optimal, maka peningkatan daya saing produk dan efisiensi bukanlah suatu yang mustahil terwujud.
Artikel ini adalah ringkasan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Agustus 2018 di halaman 26 dengan judul “Tantangan Mekanisasi Budi Daya Unggas Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153