Tiga pilar Trouw untuk menyediakan kebutuhan nutrisi yang terbaik bagi hewan : feed, farm, dan health.
Saat ini Indonesia telah memasuki era AGP-free, sama halnya dengan negara-negara lain di dunia. Sejak Januari 2018, usai terbitnya regulasi pemerintah Indonesia yang melarang penggunaan AGP dalam pakan, para pelaku usaha di industri perunggasan pun mulai menjalani fase penyesuaian dan mencari alternatif pengganti.
Memang tidak dapat dengan mudah untuk mencari alternatif pengganti AGP yang telah digunakan selama puluhan tahun, yang memiliki efektivitas serupa. Selama ini peternak menggunakan AGP sebagai pemacu pertumbuhan karena dinilai efektif dan bisa didapatkan dengan harga yang relatif terjangkau.
Ketika penggunaan AGP dilarang, tantangan penyakit menjadi semakin tinggi, di sisi lain tekanan biaya yang semakin besar pun sudah mulai terasa. Beberapa kasus yang ditemukan di lapangan juga menunjukkan performa ayam tidak sebaik seperti pada kondisi era sebelum AGP-free.
Sejauh ini para pelaku industri perunggasan masih “berburu” solusi alternatif terbaik sebagai pengganti AGP. Terdapat berbagai macam produk alternatif yang tersedia di market Indonesia saat ini. Program terintegrasi untuk menghadapi era AGP-free menjadi salah satu konsep yang bisa menjadi solusi.
Ir. Supangat, Head of Feed Additive PT Trouw Nutrition Indonesia mengungkapkan, Trouw sendiri telah memiliki program Poultry Gut Health. Program yang dilakukan secara terintegrasi ini didesain untuk meningkatkan kesehatan pencernaan hewan dengan pendekatan :
Pertama, keseimbangan mikrobial. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas litter dan integritas corresponding footpad integrity.
Kedua, integritas barrier usus yang kuat untuk meningkatkan efisiensi produksi unggas, sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang optimal.
Ketiga, status kesehatan unggas yang optimal untuk mencapai performa maksimal dalam sistem produksi di era AGP-free.
Program Poultry Gut Health
Supangat menekankan, di era AGP-free seperti saat ini, langkah pertama yang penting dilakukan adalah prevent bacterial intake melalui pendekatan terintegrasi untuk menekan faktor-faktor yang akan memberikan tantangan kepada imunitas, misalnya bakteri. Program terintegrasi ini dilakukan secara menyeluruh dan tidak bisa lepas satu sama lain untuk mendapatkan performa unggas yang optimal. “Hal ini harus menjadi concern,” tegasnya.
Tantangan mikroba tersebut membutuhkan langkah atau tindakan yang cepat. Hal ini juga menjadi concern bagi Trouw sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di industri nutrisi dan kesehatan hewan.
Program Poultry Gut Health yang dikembangkan oleh Trouw menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi hewan untuk menjaga kesehatan khususnya saluran pencernaan. Dengan munculnya berbagai tantangan yang besar, program Trouw ini sangat sesuai dengan kondisi AGP-free saat ini.
Dalam program Poultry Gut Health, Trouw menawarkan solusi melalui beberapa produk. Trouw memiliki dua produk yang menjadi andalan dan spesifik untuk program ini, yaitu Presan FY yang diaplikasikan dalam pakan dan Selko-pH yang diaplikasikan di air minum.
Presan FY dapat meningkatkan status kesehatan usus unggas, meningkatkan performa unggas dalam sistem produksi di era antibiotic-free, memastikan produksi unggas yang aman dan efisien, hingga memberikan tekanan pada kontrol mikroba.
Produk ini sudah teruji dan digunakan di berbagai negara. Trial dengan menggunakan Presan FY pun telah dilakukan, yakni terhadap broiler dan layer di 8 negara yang tersebar di Asia dan Eropa (Gambar 1). Hasilnya pada broiler, rata-rata FCR (feed conversion ratio) berkurang sebesar 2,3%, ADG (average daily gain) bertambah 1,5%, dan mortalitas atau kematian berkurang 1,2%. Pada layer, angka egg production bertambah 1,85% dan egg mass bertambah 2,2%.
Hasil trial Presan FY terhadap broiler dan layer.
Sementara itu, produk Selko-pH juga memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan mikroba, membantu mencapai performa maksimal pada unggas, dan juga mendukung pencernaan dan mempertahankan performa unggas secara optimal.
Selko-pH mengurangi dan menstabilkan pH dalam air minum. Pencernaan pakan akan meningkat ketika pH dalam crop dan gizzard berkurang. Selain itu, menjaga keseimbangan mikroba yang sehat di proximal intestine sehingga berkontribusi untuk mengoptimalkan pemanfaatan pakan dan performa unggas. Ini sangat penting pada awal fase produksi, karena flora usus unggas masih berkembang.
Trial dengan menggunakan produk Selko-pH pada broiler dan layer telah dilakukan di 10 negara di Asia dan Eropa (Gambar 2). Hasilnya pada broiler, rata-rata angka FCR berkurang sebesar 3,1%, ADG bertambah 2,4%, mortalitas atau kematian berkurang 11,2%. Sedangkan pada layer, nilai performa laying bertambah 3,3%, mortalitas atau kematian berkurang 50,6%.
Hasil trial Selko-pH terhadap broiler dan layer.
Satu hal yang tidak kalah penting adalah kontrol terhadap air. Prevent bacterial intake juga harus dilakukan terhadap air minum. “Jika pakan dan air minum atau salah satunya tidak diperbaiki, maka tantangan terhadap sistem imunitas akan semakin besar sehingga nantinya akan berdampak negatif pada kesehatan maupun performa unggas,” jelas Supangat.
Selain kedua produk tersebut, Trouw juga menghadirkan trace mineral untuk mendukung kesehatan hewan di era AGP-free. Selko Intellibond merupakan hydroxy trace minerals yang dikembangkan oleh Micronutrients yang telah diakuisisi oleh Nutreco sebagai induk perusahaan Trouw Nutrition. Produk ini menjadi hydroxy trace minerals pertama di dunia untuk kebutuhan nutrisi hewan. Kandungan copper telah dikenal memiliki efektivitas yang tinggi menjadi salah satu andalan produk ini. Di samping itu, Trouw juga memiliki mineral organik yang dapat mendukung kesehatan unggas di era AGP-free.
Supangat mengatakan, kesadaran untuk melakukan program yang terintegrasi sudah mulai terlihat saat ini. “Melalui program maupun produk yang tepat, hasilnya pun akan bagus dan kompetitif (dengan AGP),” pungkas Supangat.
Pelayanan terbaik
Memberikan pelayanan terbaik adalah misi Trouw untuk memuaskan customer. Dalam kaitannya dengan program Poultry Gut Health, Trouw memiliki pelayanan gut-health scoring untuk mengontrol feed additive yang diberikan untuk unggas serta meninjau manajemen kesehatan yang dilakukan di farm. “Kita bisa memantau apakah langkah yang dilakukan sudah optimal atau kita bisa menemukan dimana tantanganya, sehingga bisa menentukan langkah selanjutnya, misalnya harus diobati atau tidak,” ungkap Supangat. Customer Trouw di berbagai negara yang sudah menerapkan antibiotic-free juga telah mengaplikasikan teknik scoring ini.
Personil khusus yang merupakan dokter hewan dari PT Trouw Nutrition Indonesia akan memberikan pelayanan tersebut langsung kepada customer. Sebelumnya, personil khusus dari Trouw tersebut telah di-training langsung dengan inisiator teknik gut-health scoring di Nutreco Poultry Research Center yang berada di Spanyol. Trouw juga mengembangkan alat automatic dosing untuk melengkapi pelayanannya. “Teknik ini sudah diaplikasikan di Indonesia, sudah teruji di peternakan dan terbukti akurat,” ujar Supangat.
Namun, ia juga menegaskan bahwa status kesehatan unggas memiliki pengaruh yang kuat pada profitabilitas. Di samping itu, untuk mencapai cost efficiency atau efisiensi biaya juga memerlukan kondisi kesehatan usus unggas yang kuat. Sehingga menjaga kesehatan usus unggas harus menjadi perhatian penting.
Tidak hanya itu, untuk menghadapi era AGP-free perlu dilakukan pendekatan terintegrasi mulai dari manajemen kesehatan usus hewan, kontrol di setiap tahap, dan biosekuriti yang dijalankan dengan ketat. “Dengan pendekatan yang terintegrasi, jika terjadi suatu kasus di lapangan, kita jadi lebih siap,” tandasnya.