Tim Romindo di ajang Indo Livestock 2018.
Dalam pameran Indo Livestock 2018 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada tanggal 4-6 Juli 2018, Romindo hadir dengan mengedepankan para pelanggannya yang datang dari berbagai wilayah. Dengan keikutsertaannya dalam pameran yang digelar setiap tahun tersebut, Romindo siap untuk berbagi informasi kepada para pengunjung dan juga para pelanggannya untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang mereka hadapi di lapangan. Hal ini disampaikan oleh Technical Department Manager PT Romindo Primavetcom, drh. Agus Damar K. saat ditemui dalam pameran Indo Livestock 2018. “Kami tetap mengedepankan para stakeholder, mereka bisa berdiskusi dan sharing dengan kami. Harapannya, hubungan kami kepada pelanggan semakin dekat,” ungkap Damar.
Dengan posisi yang strategis, terlihat kemegahan stan Romindo dengan dominasi warna oranye yang merupakan warna khas Romindo. Romindo menghadirkan 4 principle yang berpartisipasi dalam acara ini, antara lain Biomin, Adisseo, Berg+Schmidt, dan Boehringer Ingelheim. Di sekeliling stan disediakan tempat yang nyaman untuk mengobrol santai dan berdiskusi dengan pengunjung yang menyambangi stan Romindo.
Stan Romindo dalam ajang Indo Livestock 2018.
Dalam kesempatan ini, Romindo juga turut menginformasikan produk baru dari salah satu principle mereka yaitu Adisseo dengan produknya yang dinamakan Alterion. Alterion merupakan probiotik yang memberikan solusi untuk menciptakan konsistensi performa ayam di setiap saat. Dengan adanya peraturan pemerintah yang baru terkait larangan penggunaan AGP, Romindo sudah siap memberikan solusi kepada para pelanggan dengan produk-produk unggulannya. Selain Alterion, Romindo juga menghadirkan produk yang diberi nama VAXSAFE TS 11. Dengan menggunakan VAXSAFE TS 11 kita bisa menekan kasus chronic respiratory disease (CRD) di lapangan. “Kalau dulu CRD bisa ditekan dengan menggunakan antibiotik, sekarang kita bisa menekannya dengan menggunakan vaksin,” pungkas Damar.
Siap menghadapi era pelarangan AGP
Tahun 2018 ini menjadi tahun bersejarah bagi para pelaku usaha di industri perunggasan. Pasalnya, pada tahun ini mulai diberlakukan pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) pada imbuhan pakan ternak. Banyak pihak mencari solusi alternatif terbaik untuk menghadapi pelarangan ini, tidak terkecuali Romindo.
Dalam kondisi pelarangan AGP seperti saat ini, Romindo selalu hadir memberikan solusi yang terbaik bagi kesehatan hewan. Sales Manager PT Romindo Primavetcom, Renaldo, menjelaskan bahwa Romindo sudah siap dengan larangan tersebut. “Saya rasa langkah pemerintah ini sudah bagus, AGP memang menjadi masalah di banyak negara. Karena itu, sejak lama kami sudah mempersiapkan solusinya karena itu sudah menjadi masalah di negara lain,” jelas lelaki yang akrab disapa Aldo ini.
Saat ini Romindo sudah siap untuk menghadapi era non-AGP, salah satunya adalah Romindo fokus dengan program gut health. Dengan terciptanya sistem pencernaan yang sehat di dalam tubuh ternak, harapannya dengan adanya pelarangan penggunaan AGP ini tidak akan berpengaruh. “Jadi kalaupun para peternak sudah tidak menggunakan AGP, mereka tidak perlu takut ketika pencernaan hewan ternak mereka sudah bagus,” tambah Aldo. Seperti diketahui bersama, adanya infeksi penyakit pada hewan ternak khususnya ayam paling banyak ditemukan pada sistem pencernaan. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah menjaga nutrisi ternak agar asupannya terjaga. Pakan dan minuman ternak harus diperhatikan dan harus dipastikan semua nutrisinya terpenuhi dengan baik.
Technical seminar sebagai pelengkap informasi
Technical seminar dari salah satu supplier Romindo.
Beberapa technical seminar juga turut dihadirkan sebagai pelengkap informasi yang ingin disampaikan oleh Romindo. Dalam seminar kali ini, Romindo menggandeng 3 principle mereka yaitu Biomin, Adisseo, dan Boehringer Ingelheim, serta Romindo yang juga membawa narasumber ahli mereka yaitu Prof. Charles Rangga Tabbu dari Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM). Seminar Romindo kali ini diselenggarakan pada 4 Juli 2018 dengan pembicara Dr. Alex Wu yang merupakan Technical Department Manager Adisseo membawakan tema “Optimizing Feed & Animal Production Through Feedase Concept” dan Neil Gannon Ph.D yang merupakan Product Manager Biomin membawakan tema “Optimizing Gut Health and Reducing Reliance on Antibiotics”.
Dalam seminarnya, Neil berbicara tentang bagaimana mengoptimalkan kesehatan usus tanpa menggunakan produk-produk antibiotik. Ini merupakan suatu terobosan yang nantinya bisa menunjang optimalisasi performa ayam tanpa menggunakan AGP. Dan untuk seminar lainnya diadakan pada hari ketiga yaitu pada tanggal 6 Juli 2018 dengan menghadirkan Dr. Phang Yuen Fun sebagai Technical Manager Boehringer Ingelheim dan Prof. Charles Rangga Tabu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Keduanya memberikan informasi tentang gangguan produksi telur pada layer akibat Infectious Bronchitis (IB) dan update IB vaccination.