Sumber Protein Alternatif Masa Depan Berbahan Serangga
Oleh : Ellis Hellina
POULTRY INDONESIA – Jakarta, Adalah Enterra Feed, salah satu perusahaan baru di bidang pembiakan serangga, yang akan memproses serangga-serangga tersebut menjadi bahan baku pakan kaya protein untuk ikan, unggas dan bahkan untuk hewan piaraan. Setelah digemukkan, larva lalat tersebut akan dipanggang, dikeringkan dan di-press untuk diambil minyaknya, kemudian digiling menjadi bubuk berwarna cokelat yang beraroma seperti kacang panggang.
Sektor peternakan serangga saat ini masih kecil dan tengah tumbuh, hingga menarik perhatian dan investasi dari beberapa perusahaan pakan besar, termasuk Cargill Inc. Selain itu, penyuplai pakan dan produk peternakan Wilbur- Ellis Co, dan Buhler Group, produsen mesin-mesin pemroses hasil panen yang berbasis di Swiss juga menyatakan tertarik untuk berinvestasi di bisnis yang tengah tumbuh ini.

“Ribuan larva lalat jenis black soldier diletakkan di dalam bak-bak aluminum yang ditumpuk setinggi 10 lapis di sebuah gudang di luar wilayah Vancouver, Kanada. Mereka memakan roti, mangga busuk, melon yang hampir busuk dan zucchini. Ini bukan pemandangan di bak sampah, ini sebuah peternakan. Ya, peternakan serangga!”

Raksasa fast food McDonald’s juga tengah melakukan studi tentang penggunaan serangga untuk bahan baku pakan ayam untuk mengurangi ketergantungan pada protein kedelai. “Saat ini baru pada tahap proof-of-concept of-concept,” ujar Nicola Robinson, manajer sustainable supply chain dari McDonald’s Corporation kepada Reuters. “Kami termotivasi oleh hasil-hasil awal riset yang menunjukkan manfaat serangga dan berkomitmen mendukung riset lanjutan,” tambahnya.
Baca Juga : Membantu Menciptakan Industri Peternakan yang Lebih Ekonomis dan Ramah Lingkungan
Fakta bahwa perusahaan-perusahaan pangan raksasa menoleh kepada serangga menggambarkan keinginan mereka untuk mencari sumber protein alternatif yang menguntungkan dan sustainable sebagai bahan baku pakan atau imbuhan pangan manusia. Serangga hanyalah salah satu dari banyak alternatif yang dikaji atau dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan pertanian terkemuka. Alternatif lain yang dikaji antara lain kacang polong, canola, algae dan protein bakteri. Pertumbuhan populasi global dan meningkatnya kelas menengah membuat konsumsi daging per kapita tumbuh hingga 50% dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan ketersediaan sumber protein. Penulis merupakan Koresponden Poultry Indonesia New York.
Artikel ini adalah ringkasan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juli 2018 di halaman 62 dengan judul “Serangga sebagai Sumber Protein dalam Pakan Ternak. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153