NKV bertujuan untuk memudahkan cross check produk unggas
POULTRY INDONESIA, Jakarta – Untuk menjamin keamanan produk daging unggas yang beredar di masyarakat, pemerintah telah mewajibkan setiap pelaku usaha yang menjualbelikan produk hasil ternak untuk memiliki sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Regulasi tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian No 381 tahun 2005 tentang Pedoman Sertifikasi Kontrol Veteriner Unit Usaha Pangan Asal Hewan.
Pada prinsipnya, sertifikasi NKV merupakan kegiatan penilaian pemenuhan persyaratan kelayakan dasar sistem jaminan keamanan pangan dalam aspek higiene-sanitasi pada unit usaha pangan asal hewan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang di bidan kesmavet. Aspek penilaian NKV yang dalam hal higiene dan sanitasi.
Baca Juga : Penyembelihan Yang Baik Titik Kritis Kehalalan Daging Ayam
Pemberian sertifikasi NKV ini memiliki beberapa tujuan, yakni mewujudkan jaminan produk ternak yang memenuhi persyaratan aman, sehat, utuh, dan halal bagi yang diperyaratkan. Tujuan berikutnya yakni memberikan perlindungan kesehatan dan ketenteraman batin bagi konsumen produk ternak. Dari sisi pelaku usaha, adanya sertifikat NKV akan meningkatkan daya saing produk ternak domestik, serta memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha produk ternak.
JIka ada suatu kasus masalah keamanan pangan, adanya NKV dapat mempermudah dalam melakukan penelusuran balik (traceability) terhadap temuan penyimpangan peredaran produk asal ternak. Sehingga Menurut Peraturan Menteri Pertanian No 32 tahun 2017 pada pasal 12 ayat 1, disebutkan bahwa “Pelaku Usaha Intergrasi, Pelaku Usaha Mandiri, Koperasi, dan Peternak yang memproduksi ayam ras potong (livebird) dengan kapasitas produksi paling rendah 300.000 ekor per minggu, wajib mempunyai rumah potiong hewan unggas (RPHU) yang memiliki fasilitas rantai dingin.
Baca Juga : Wajah SDM Perunggasan Tanah Air
Menurut data dari Ditjen PKH, saat ini sebanyak 20 perusahaan telah membangun RPHU, dan ada 44 unit RPHU dengan kapasitas potong 1.692.500 ekor per hari, dan kapasitas tampung cold storage 19.873 ton. Adapun RPHU yang telah memiliki nomor kontrol veteriner (NKV) saat ini berjumlah 89 buah. Domi
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Februari 2018 di halaman 78 dengan judul “Mewujudkan Produk Daging Ayam yang Aman dan Halal. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153