Dunia Peternakan unggas memang sudah tidak asing dengan penyakit Gumboro atau Infectious Bursal Disease (IBD) yang menimbulkan imunosupresi pada ternak. Timbulnya imunosupresi pada ternak tersebut dapat berakibat terhadap timbulnya penyakit lain. Hal yang menjadi sorotan pada Launching Program Broiler Shield dan Produk terbaru BDA Blen dari Boehringer Ingelheim dan Romindo pada 2 Mei 2019 di Hotel Aston Sentul Lake, Bogor.
Mengusung Tema “Grow Beyond Challanges – Join the Winning Team from Day One” yang dihadiri oleh Praktisi, Perusahaan Peternakan dan mitra – mitra dari berbagai daerah. Boehringer Ingelheim dan Romindo mengingatkan kembali mengenai pentingnya Prevention works yang berguna untuk kesehatan unggas. Dr. Isabelle Von Richthofen selaku Director of Animal Health Business Boehringer Ingelheim Indonesia mengatakan “ Seperti yang kita ketahui preventing selalu lebih baik daripada treating. Boehringer Ingelheim mengerti pentingnya prevention works bagi peternak, karena membutuhkan imun yang kuat sebagai fondasinya. Broiler Shield High Protection Program menjadi solusi untuk bagi peternak untuk kekuatan performa dari hari pertama.”
Infectious Bursal Disease Viruses (IBDV) kerap kali mengalami mutasi genetik, reassortment dari segmen genome, rekombinasi genomik yang berpotensi untuk meningkatkan virulensi dan perubahan struktur antigenik dari virus tersebut.  Hal ini dipaparkan Prof. Charles selaku ahli patologi unggas .
Selain memperkenalkan Broiler Shield Program, Global Veterinary Technical Services Director, Dr. Andreas Hermann, DVM, FTA memaparkan mengenai produk BDA BLEN yang merupakan vaksin dengan kandungan virus hidup IBD starin intermediate plus, yang dicampur dengan antiserum IBD.
Konsep yang dihadirkan ini untuk mendukung pertumbuhan produktivitas ternak, dengan didukung oleh kehadiran para expert, produk inovatif, dan layanan pendukung untuk menghasilkan kekuatan performa pada broiler. Bella