Beberapa keuntungan memelihara itik yaitu memiliki FCR yang tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan
POULTRYINDONESIA, Surabaya – Jatuhnya harga daging ayam di kalangan peternak membuat beberapa unggas dilirik untuk menjadi alternatif usaha, salah satunya itik. Beberapa keuntungan memelihara itik yaitu FCR itik termasuk tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan nusantara seperti itik sambel hijau, itik goreng khas Jawa Tengah dan itik asap.
Beberapa jenis itik merupakan hasil domestikasi dari luar negeri seperti itik Peking, namun ada juga itik dari lokal seperti itik Mojosari. Pemeliharaan itik ditujukan untuk itik pedaging atau itik petelur. Ada juga itik dwiguna sebagai pedaging maupun petelur seperti itik alabio.
Rembuk Nasional bertajuk “Menata Produksi Daging dan Telur Itik dalam Mengantisipasi Kebutuhan Pasar” yang dilaksanakan di Grand City Convention and Exhibition Surabaya pada Kamis, 4 Juli 2019 lalu dihadiri oleh berbagai stakeholder mulai dari peneliti, peternak itik, hingga perwakilan perguruan tinggi. Rembuk Nasional ini membahas poin penting diantaranya mengkaji perkembangan industri itik untuk perkembangan produktivitas itik Nasional.
Materi disampaikan oleh Arnold P Sinurat, peneliti Badan Litbang Pertanian di bidang pakan dan nutrisi ternak ini juga memaparkan beberapa data produktivitas berbagai jenis itik yang bisa dipelihara untuk dikembangkan menjadi industri itik yang lebih besar. PI